
Aku dan mas adnan sudah di rumah kita sendiri.
" Mas." Teriak dari tangga karena ada tamu yang mencari Mas Adnan.
" Iya?." Ucap Mas Adnan membuka pintu kamar.
" Ada yang cari mu mas dibawah."Ucap ku.
Mas Adnan langsung keluar dan turun kebawah menemui tamu nya.
Aku memilih untuk ke dapur membantu Mbok Sum.
" Non, dede nya kira-kira cewek apa cowok nih?."Ucap Mbok Sum sambil mengelus perut aku dengan pelan.
" Sedikasihnya sama Allah Mbok."Ucapku sambil tersenyum.
" Dede pasti ganteng dan cantik nya seperti Aden dan Non." Ucap Mbok.
" Amin Mbok."Ucapku.
" Afifah sayang sini."Teriak Mas Adnan dari ruang tamu.
" ya Mas sebentar."Aku berjalan menghampiri Mas Adnan diruang tengah.
" Kenalin ini istri saya."Ucap Mas Adnan memperkenalkan aku ke rekan kerja nya.
" Afifah (dengan tangan di dada). " Ucap ku.
" Wah ini toh istrinya cantik ya. Udah mau jadi bapak nih."Ucap rekan kerja Mas Adnan.
__ADS_1
" Hehehe ya Pak. Oh ya Mas, Fifah harus bantu Mbok kasian sendirian dia."Ucapku sengaja pamit ke dapur soalnya rekan kerja Mas Adnan memuji aku didepan Mas Adnan agak risih bukan risih takut saja Mas Adnan cemburu.
Mas Adnan cuman tersenyum.
Aku kembali ke dapur membantu Mbok lagi.
" Sayang." Ucap Mas Adnan sambil meme
" Astagfirullah Mas. Ih bikin kaget aja sih." Ucap ku.
Mas Adnan lagi dan lagi dia hanya tersenyum.
" Sudah pulang tamu nya mas?."Tanya ku.
'Hm.'
Tiba-tiba ponsel Mas Adnan berdering.
Mas Adnan pun menyingkir keluar untuk menerima telepon.
Mas Adnan kembali kedalam dengan muka cemberut.
" Kenapa Mas?."Tanya ku.
" Aku harus kekantor sekarang juga disuruh Abi." Ucap nya dengan tidak bersemangat.
" Oh ya udah atuh siap-siap sana nanti Abi nungguin lama." Ucapku.
" Kamu enggak mau kasih aku sesuatu gitu." Ucapnya.
__ADS_1
" Ngasih apa Mas?." Ucap ku bingung karena sejujurnya aku enggak bilang mau ngasih sesuatu atau apalah.
" Kiss." Ucap nya sambil tersenyum.
" Ih mas ada-ada saja malu ah sama mbok dan juga malu sama dede atuh." Ucapku.
" Malu sama mbok orang mbok aja kemana enggak ada sih, kenapa harus malu atau malu sama dede orang dede aja belum bisa liat bunda ayah nya." Ucapnya.
" Mas ih udah ah jangan gitu lebih baik kamu siap-siap biar enggak telat." Ucapku.
" Ya udah cium dulu biar aku langsung siap-siap." Ucap nya.
Aku hanya memutar kan mata jengah ya udah deh cium aja daripada Mas Adnan bawel setengah mati.
Aku mencium pipi Mas Adnan dia hanya tersenyum puas dan dia langsung pergi ke kamar untuk siap-siap.
Aku membantu Mas Adnan menyiapkan keperluan nya untuk kekantor.
" Ya udah kalau gitu Mas jalan kerja dulu ya kamu hati-hati." Ucapnya aku mencium tangan nya.
Lalu Mas Adnan mengelus perut ku sembari berkata "jaga bunda nya ya jangan nakal ayah mau pergi kerja dulu sayang." Ucapnya sambil mengelus perut ku dan dia sedikit membungkuk untuk mencium perutku.
" ya Mas sana berangkat nanti Abi nungguin kasian." Ucapku.
" ya Mas berangkat ya assalamualaikum."
" Walaikumsalam." Ucap ku didepan pintu untuk memastikan mobil Mas Adnan sudah keluar dari pagar.
Selepas Mas Adnan pergi kekantor aku kembali ke ruang tengah dan aku duduk di sofa.
__ADS_1
Hari ini sangat lelah sekali aku.