Dosen Killer

Dosen Killer
Part 46 | Kenyataan apa lagi ini


__ADS_3

Pagi ini aku bangun lebih dulu karena aku mau ngambil barang yang tertinggal di kamar mas adnan.


Aku masuk diam- diam, ku kira mas adnan ada di kamar tapi tidak.


Aku mencari charger handphone, ku buka laci nakas dan betapa terkejutnya aku.


Aku melihat surat yang berisi nama Delisa dan di sana tertera dia positif hamil.


Iya allah apa lagi ini.


Air mata ku lolos begitu saja.


" Fah. " Panggil mas adnan


Aku hanya menatapnya.


" Kamu lagi ngapain disitu. "Tanya mas adnan


Aku menghapus air mata ku lalu ku berdiri sambil menaruh kertas itu di atas kasur.


" Eum cuman mau ambil charger saja ketinggalan. " Ucapku yang pura-pura tersenyum.


Aku pun melangkah untuk keluar kamar tapi ditahan sama mas adnan.


" Mas bisa jelasin ke kamu. " Ucap nya.


" Jelasin apa mas? engga ada yang perlu mas jelasin ke aku. " Ucapku.


" Soal ini. " Ucapnya sambil mengangkat kertas nya.


" Engga perlu di jelasin. " Ucapku.


" Mas engga pernah___."


" Cukup iya mas, fifah tidak mau dengar dan tidak mau tau soal apapun yang mas jelasin soal surat itu. " Ucapku.


" Permisi. " Ucapku yang langsung keluar dari kamar dan langsung masuk ke dalam kamar tamu lagi.


Niat nya si tadi sesudah ambil charger mau makan tapi sudah tidak selera untuk makan.



*tok tok tok*



Aku menghapus air mata ku lalu membuka pintu nya.



" Ada apa mbok?. " Tanya ku saat tau yang datang adalah mbok.



" Ini non saya bawakan makanan untuk non karena non belum makan, mbok khawatir sama non. " Ucap Mbok



" Makasih mbok. " Ucapku yang menerima makanan nya.



" Sama-sama non, kalau gitu mbok permisi. " Ucap mbok yang kembali keluar dari kamar.

__ADS_1



Aku menaruh makanannya di atas meja.


Tak tau lagi apa yang harus ku lakukan sekarang.



Aku memilih diam karena aku enggak mau masalah ini tercium atau terdengar ke orang tua kita masing-masing.



Kita sudah sepakat seberat apapun masalah jangan sampai orang tua kita ikut campur meski kita enggak tau ke depan nya gimana, apa masalah ini akan selesai atau berakhir aku pulang ke rumah ayah dan bunda ku.



Sebisa dan sekuat mungkin aku akan mempertahankan ini semua.



Setelah merasa lebih baik dan karena memang sudah capek juga terus menangis akhirnya aku memutuskan makan karena bagaimana pun juga aku sedang hamil membawa nyawa di dalam perut ku.


Aku beranjak dari kasur mengambil makanan yang mbok kasih tadi.


Aku makan mood ku yang sangat sangat tidak bisa ku jelaskan.



Karena sudah habis makanan ku mau tidak mau aku harus keluar untuk menaruh piring ini.



Aku melihat ke arah sekitar dapur memastikan ada mas adnan atau tidak tapi nyatanya entahlah dia kemana karena untuk sekarang aku mau sendiri dulu menenangkan semuanya.




Aku ikhlas jika semua harus berakhir dari pada tetap bertahan tapi masih ada kebohongan yang selalu tercipta.



Aku tidak mau terjebak dalam lingkungan yang toxic seperti ini.



Aku mencintai mas adnan dan aku harus ikhlas membiarkan dia bahagia dengan Delisa. Karena aku tidak mau berbagi suami lebih baik aku mengikhlaskan saja.



Aku bukan seorang istri yang tegar jika suami nya menikah lagi.



Diary,


Aku mengambil diary ku di saja ku tumpahkan semua nya rasa sakit yang ku rasakan.



Maret 2017


Lagi dan lagi Kebohongan yang ku dapatkan dari nya. Aku tidak tau soal surat itu benar atau tidak hanya saja aku kecewa kepadanya karena dia sudah berbohong kepadaku.

__ADS_1


Sekali ku maafkan tapi untuk saat ini saat sulit untuk ku maafkan. Aku sangat tidak suka dengan orang bohong karena bagiku sekali berbohong pasti ada kebohongan lagi yang akan di buat.


Sulit untuk bisa percaya lagi dengan kata manis dari seorang pembohong.


Andai saja mas adnan tidak berbohong dia jujur padaku akan pergi kemana waktu itu, aku tidak akan se marah ini. Untuk surat itu aku tidak peduli itu bisa kita bicarakan kalau seandainya mas adnan tanpa berbohong.


Kuatkan aku iya allah untuk bisa bertahan dengan pernikahan ini. Bohong jika kalau aku harus mengatakan demi anak, aku bertahan untuk segalanya.


Afifah Afsani.


Setelah menulis diary, Aku mengambil handphone ku dan melihat semua kenangan manis yang tercipta di foto yang pernah kita ambil bersama saat liburan.



Tanpa sadar tangan ku refleks memegang perut ku. Aku mengelus perut.



" Bunda sayang kamu nak, bunda akan bertahan disini untuk mu dan bunda bertahan juga karena cinta bunda untuk ayahmu. "



" Kamu harus kuat iya sayang, kita berjuang sama-sama disini iya, maaf kamu jadi merasakan kondisi seperti ini. "



Aku mengelus perut ku sambil meneteskan air mata. Disaat seperti ini aku butuh ayah, bunda dan bang satri. Aku butuh mereka, aku butuh seseorang yang bisa untuk jadi tempat ku berbagi cerita dari masalah ini.



Tapi,


Aku tidak mau kalau orang tua kita ikut campur dengan urusan rumah tangga kita. Aku harus kuat menahan semua nya ini sendiri.



Hanya ada diary dan janin di perut ku ini, hanya itu saja yang ku punya.



Dan allah, iya aku punya tuhan yang bisa memberikan jalan keluar dari masalah ini. Sebaiknya aku ber wudhu saja lalu ku sholat isya dan sholat tahajud ku.



Setelah selesai sholat tahajud, aku mengambil al-qur'an ku di laci lemari ku. Aku melanjutkan hafalan al-qur'an ku sekalian menenangkan hati ku.



Karena dari yang ku baca dan ku praktikan memang al-qur'an mempunyai kekuatan super untuk bisa mendamaikan hati yang sedang gundah dan bahkan kecewa.



Selesai sholat aku berdoa kepada allah agar allah memberikan ku ke sabar an yang lebih lagi dalam menghadapi masalah ini.


Dan aku juga berdoa agar aku dan mas adnan keluar dari permasalahan ini.


Sebenarnya masalah ini bisa di selesaikan asal mas adnan jujur dari awal karena mas adnan sudah tidak jujur dan ditambahkan dengan surat itu malah makin-makin membesar saja masalah ini.


Aku bisa saja memaafkan mas adnan tapi aku cuman enggak mau kejadian ini terjadi lagi. Seperti yang ku bilang sekali berbohong akan terus ada kebohongan lagi.


Akan sulit mempercayai orang yang sudah berbohong.


Ah sudahlah aku mau istirahat saja, semoga besok pagi akan lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


Amin :)


Babay gais


__ADS_2