
Baik disini aku akan jelasin tentang ke salah pahaman itu.
Hari itu aku panik sekali, aku merasa badan ku sangat tidak enak sekali.
Tak sengaja aku melihat kalender, aku melihat tanggal terakhir ku menstruasi dan ternyata aku sudah telat beberapa minggu.
Aku langsung bergegas membeli testpack untuk mengecek saja.
Sepulang dari apotik, aku membuka bungkus testpack dan aku segera mengecek nya.
Aku sangat takut dengan hasilnya. Aku menunggu selama beberapa menit.
dan hasilnya boom benar, apa yang aku takutin terjadi. Hasilnya aku positif.
Aku enggak tau sekarang harus giman. Panik, iya saat ini mendominasi kan perasaan ku.
Entah kenapa aku langsung menuju kantor Adnan. Aku berpikir Adnan bisa membantu ku untuk bisa keluar dari masalah ini.
Saat ini aku sedang berada di kantor adnan. Tanpa menanyakan ke resepsionis aku langsung naik ke atas saja menuju ruangan adnan.
Sesampai nya aku didepan ruangan adnan yang kebetulan aku melihat adnan sedang membuang sampah.
Aku langsung memeluk adnan tapi tak lama adnan melepaskan pelukannya ke aku.
" Hey kenapa?. " Tanya adnan kepadaku
" Nan tolong aku. " Ucap ku dengan sangat memelas dan saat ini penampilan terlihat berantakan.
" Tolong apa. "
" Aku hamil nan. " Ucap ku dengan air mata ku yang mengalir.
" Hamil? terus aku harus apa del. "
" Aku juga engga tau harus apa nan, aku takut banget. " Ucap ku yang memang saat ini aku engga tau harus apa.
__ADS_1
" Kamu aja enggak tau harus apa berarti sama aku juga engga tau harus bantu apa del, aku saranin kamu bicara sama tante ocha karena bagaimana pun tante ocha itu ibu mu. " Ucap nya.
" Tapi nan. " Ucapku karena enggak mungkin kalau aku mengabari mama, aku takut malah nanti mamah kecewa sama aku.
" Del apapun masalah mu bicarakan sama orang tua mu, tapi aku sudah cek belum itu benar atau tidak. " Ucap nya.
" Aku hanya mengecek tadi pakai test pack saja belum ku coba periksa." Ucapku
" Aku saranin kamu cek dulu ke dokter abis itu kamu bicarakan sama orang tua mu, gimana cara jalan keluar dari masalah mu. " Ucap nya.
" Tapi nan aku takut kalau memang hasilnya positif, kamu tau sendiri mama seperti apa. " Ucap ku.
" Del di coba dulu apapun respon mereka ke kamu harus kamu terima dan ingat semarah apapun orang tua ke anak nya mereka akan tetap sayang dan akan terus melindungi anaknya. " Ucap nya.
" Kamu bisa menemani ku besok untuk ke dokter kandungan. " tanya ku kepada adnan.
" Nan please. " Aku terus memohon kepada nya agar bisa menemani ku besok.
" Maaf sekali lagi aku tidak bisa aku enggak mau terjadi salah paham lagi." Ucap ku.
" Baik kalau gitu aku pulang, makasih nan. " Ucap ku yang menyerah dan langsung pergi dari kantor adnan.
Sepulang nya aku dari kantor adnan. Aku marah pada diri ku sendiri.
Aku panik tapi aku harus cek dulu ke dokter siapa tau hasilnya akan berbeda dengan hasil testpack itu.
Esok hari nya aku berangkat untuk menuju rumah sakit.
Aku sudah di rumah sakit dan sekarang sedang menunggu hasilnya.
__ADS_1
Aku ingin berjalan kearah kursi tapi tiba-tiba badan ku seperti kehilangan keseimbangan.
Ketika aku hampir jatuh aku merasakan seperti ada orang yang memegang pinggang ku.
Pas Aku lihat benar dan ternyata orang itu Adnan. Adnan memapah ku sampai ke kursi.
Dan Adnan juga yang mengambil hasil itu tapi tiba-tiba adnan melihat afifah dan afifah melihat adnan juga.
Akhirnya ke salah pahaman ini terjadi. Aku melihat adnan yang sangat murung sekali.
" Kejar dia Nan." Ucap ku
"Makasih Del, sorry jadi enggak bisa nungguin nih." Ucap adnan yang merasa enggak enak.
Aku hanya tersenyum sesudah dari rumah sakit aku mencoba mendatangi rumah pria itu.
Sesampai nya aku di sana, rumah nya sangat sepi dan ada tetangga nya yang bilang kalau rumah ini sudah di jual.
Aku segera kembali ke mobil dan di dalam mobil aku mengumpat sendiri.
"Arghh brengsek sekali kau mario. "
Aku sangat panik
" Aku harus apa sekarang?. "
" Oke delisa kau jangan panik kalau kamu panik kamu engga bisa berpikir sekarang kamu harus gimana. " Ucapku.
Aku berusaha menenangkan diri agar tidak panik dan supaya cepat mendapatkan ide.
" Iya aku harus pergi dari sini dan aku harus ke luar negeri untuk sementara waktu. " Ucapku.
Aku akhirnya memutuskan untuk ke luar negeri karena tak mungkin kalau aku harus di sini nanti kalau mama ke rumah terus melihat perut ku bisa gawat.
Karena cepat atau lambat perut ku akan semakin membesar.
Aku langsung pulang dan packing untuk ke bandara.
Aku sudah di bandara dan ini saat nya aku mengucapkan goodbye untuk semuanya.
__ADS_1
**Author:" Kita lanjut iya ke afifah pov iya... see you**. "