
Setelah kemarin malam aku kehujanan dan menginap di rumah bunda sama ayah.
Pagi ini aku untuk pulang saja dan mencoba untuk menghubungi Delisa lagi.
Sesampai nya di rumah, aku masih berusaha menghubungi nya tapi tak juga di angkat jadi aku memutuskan untuk ke rumah nya.
Tapi setiba nya aku di rumahnya ada salah satu asisten rumah tangga nya yang bilang kalau Delisa lagi keluar kota dan dia sudah seminggu an lebih di sana.
Aku harus gimana ini. Tiba-tiba telepon ku berdering dan ada panggilan masuk dari abi. Abi bilang aku harus menyelesaikan tugas di kantor.
\# Kantor
Aku sedang berada di kantor menyelesaikan tugas ku.
Tapi entah kenapa ada satu keajaiban untuk ku. Delisa menghubungi ku dia bilang maaf karena tidak tau kalau ada telepon dari. Delisa bilang handphone dia rusak selama di malaysia.
Delisa juga menjelaskan akan balik ke jakarta untuk melangsungkan lamaran dengan pria yang menghamili dia.
Alhamdulilah akhirnya masalah ku akan segera selesai.
Aku percepat saja iya, hari ini aku dan delisa mengatur rencana untuk bisa bertemu dengan afifah.
Pagi ini sangat bersemangat sekali dan aku pergi menggunakan mobil untuk menuju tempat itu.
Karena saking semangat nya aku melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.
Aku tidak melihat kalau ada mobil dari arah berlawanan, aku menghindar tapi ternyata naas sekali mobil ku menghantam bahu jalan dan aku tidak tau apa lagi yang terjadi karena hanya gelap.
Aku tidak tau apa yang terjadi tapi aku mendengar suara afifah dan delisa tapi itu samar-samar sekali.
Lalu selebihnya aku tidak tau apa yang terjadi.
Sekarang ini aku merasa berada di suatu tempat yang sangat indah, aku melihat afifah menggenggam tangan anak kecil.
Ketika aku menggapainya sangat sulit sekali. Aku terus memanggil nama afifah.
Setelah itu aku mendengar suara afifah, aku tersadar kalau aku sedang beda alam dengan afifah.
Jadi aku terus berusaha untuk kembali bagaimanapun caranya.
Hingga akhirnya aku tersadar, aku melihat afifah sedang membaca al-qur'an ternyata selama ini suara merdu itu suara istriku.
Aku melihat afifah menitik kan air mata ku. Aku berusaha menghapusnya tapi malah membuat dia kaget.
__ADS_1
" Hey ko nangis. " Mas ku saat mengelap air mata nya.
" Ah engga ko, sebentar aku panggilkan suster dulu. " Ucap dia yang langsung ingin menekan tombol yang terhubung ke suster.
Suster pun datang dan langsung mengecek kondisi ku.
Suster memberikan hasil periksa nya dan bilang aku jangan banyak terlalu bergerak.
" Baik kalau gitu sus, makasih. " Ucap nya sambil tersenyum.
" Sama-sama ibu bapak kalau gitu saya permisi." Ucap Suster nya yang langsung keluar dari ruangan.
" Kamu di sini sendirian?. " Tanya ku.
" Iya tapi kemarin umi sempat datang sebentar." Ucap nya.
" Sudah kewajiban ku mas. " Ucap nya yang sedang membereskan meja di samping ku.
" Maaf. " Ucap ku sambil memegang tangan nya.
Lagi dan lagi aku hanya di balas senyuman saja.
" Sudah mas istirahat saja, kan masih baru sadar. " Ucap nya.
Aku tidak puas dengan jawaban itu jadi aku memutuskan untuk bangun mungkin aku harus bersujud ke dia.
Anggap saja aku drama karena aku mau afifah maafin atas kesalahan ku.
" MAS. " teriak nya saat melihat aku ingin bangun.
" Ngapain kamu seperti itu, kembali rebahan mas. " Ucap nya yang langsung menyuruh aku untuk merebahkan kembali tubuh ku.
__ADS_1
" Aku mau minta maaf ke kamu. " Ucap
" Harus kah seperti itu, eum. " Tanya nya.
" Engga kan? Engga usah banyak gaya mas, mas masih butuh istirahat. " Ucap nya.
" Tapi Fah. " Ucapan ku belum selesai tapi afifah sudah menjawab nya
" Istirahat aja dulu baru bisa debat sama ku, orang baru sadar udah bandel. " Ucap nya.
Baiklah mungkin aku harus kembali merebahkan posisi ku. Setelah itu aku melihat afifah keluar untuk membuka sampah.
Lalu kembali membawa mangkuk yang sudah ku pastikan itu isi nya bubur.
" Makan dulu mas. " Ucap nya.
Aku menggelengkan kepalanya.
" Baru sadar sudah bandel iya. " Ucap nya.
" Aku enggak mau makan pahit terus pasti rasanya hambar. " Ucap ku
" Lah iya lah namanya juga di rumah sakit kalau engga mau hambar makan sana di rumah makan padang. " Ucapnya, aku bingung kenapa afifah seperti ini.
" Dah makan katanya mau bantah aku, kalau mau bantah aku itu harus makan dulu biar bisa punya energi lah ini masih lemas terus enggak mau makan tapi mau bantah ku. Enggak akan bisa mas. " Ucap nya lagi.
" Sekarang mas makan nanti kalau sudah sembuh baru deh mas bisa bicara atau jelasin apa yang terjadi. " Ucapan dia yang membuat aku akhirnya bersemangat untuk sembuh.
Aku harus sembuh agar bisa menjelaskan dan kembali berdamai dengan afifah karena sejujurnya aku sangat kangen sekali sama afifah.
**Author :" Segini dulu iya part nya nanti sore atau malam akan update lagi karena author mau liburan sebentar oke. "
Babay gais**:)
__ADS_1