Dosen Killer

Dosen Killer
Part 54 | Mas Adnan kecelakaan


__ADS_3

Pagi ini aku terbangun karena perasaan ku yang tidak enak sama sekali.


Aku kepikiran mas adnan karena kemarin dia pulang dalam keadaan badannya panas. Aku takut mas adnan demam.


Aku mencoba telepon mbok untuk menanyakan kabar mas adnan, mbok bilang mas adnan baik-baik saja dan dia pergi ke kantor.


" alhamdulilah. " Ucapku


Aku bersyukur ternyata mas adnan tidak apa-apa. Aku kembali melanjutkan aktivitas ku.


Aku turun kebawah untuk membantu bunda tapi bunda melarang ku jadi iya sudah aku duduk saja.


Ketika aku mau ambil minum tiba-tiba gelas nya jatuh dari tangan ku.


Ada apa ini ?


pikiran ku langsung tertuju ke mas adnan tapi segera ku tepis kan mungkin ini hanya dugaan saja karena aku sangat khawatir aja ko.


" Dek. " Teriak bang satria


" Ini handphone mu bunyi, ada telepon. " Ucap bang satria.


" Makasih bang. " Ucap ku.


Aku melihat nama panggilan nya yang tidak ku kenal.


Unknown


" Selamat pagi, apa ini dengan ibu afifah. "



^^^Aku^^^


^^^" Pagi, ya ini dengan saya sendiri. Ada apa ya?. "^^^



Unknown


" Jadi begini bu, saya mengabari bahwa suami ibu yang bernama Akhmad Adnan Al-Zaky mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit Jakarta. "



^^^Aku^^^


^^^" Baik saya segera ke sana, terima kasih atas informasinya. "^^^



Setelah sambungan telepon nya terputus aku langsung bergegas untuk ke rumah sakit.


" Kamu kenapa panik banget. " Tanya bunda


" Eum aku harus segera ke rumah sakit bun." Ucap ku yang masih fokus memasukkan barang ke dalam tas ku.


" Memang siapa sayang yang masuk rumah sakit. " Tanya bunda.


" Mas adnan bun, mas adnan kecelakaan. " Ucapku.


" Astagfirullah sayang, ya sudah kamu ke sana sekarang lihat kondisi adnan." Ucap bunda.


" Ya bunda. " Ucapku


" Mau apa abang antar enggak?. " Tawar abang yang ingin mengantar ku.


" Ah engga usah bang, fifah sudah mesan taksi online. " Ucapku.


" Ya sudah kalau gitu aku jalan dulu ya, assalamualaikum. " Ucap ku yang langsung mencium tangan mereka dan keluar menghampiri taksi online yang sudah ku pesan.

__ADS_1


" Atas nama Afifah. " Tanya ku mas taksi online nya.


" Iya benar bu afifah. " Ucapnya.


" Kalau gitu jalan sekarang mas sesuai maps saja. " Ucapku.


" Baik bu. "



\# Rumah Sakit



Setelah membayar taksi online nya aku menanyakan ruang inap mas adnan ke resepsionis.



" Atas nama Akhmad Adnan Al-zaky. " Ucapku



" Sebentar saya cek dulu. "


Aku menunggu suster nya untuk mengecek



" Pak Adnan ada di ruang VIP lantai 3." Ucapnya



" Makasih sus. " Ucapku yang langsung menuju lift.



Aku membuka ruang inap dan mendapati mas adnan yang terbaring lemah lengkap dengan infus dan oksigen.


Crekk


Aku melihat seseorang yang keluar dari kamar mandi dan orang itu ternyata Delisa.


" Heh maaf. " Ucap nya.


" Hah delisa mau sama adnan enggak apa-apa biar fifah yang keluar. " ucap ku


" Fah bisa kita bicara. " Ucap nya yang mengajak aku berbicara berdua.


" Silahkan. "


" Kita bicara di luar saja iya tidak enak kalau di dalam takut menggangu. " Ucap nya.


" Baik kalau gitu. "


Delisa mengajak aku untuk ke luar dari kamar inap.


" Eum fah. "


" Aku minta maaf banget sama kamu karena kejadian waktu kita bertemu di rumah sakit." Ucap nya.


" Dan soal surat itu aku sudah mendengar dari adnan kalau kamu jadi salah paham banget sama aku. " Ucap nya lagi.


" Fifah, bukan adnan ko ayah dari anak yang ku kandung. Kamu jangan marah sama adnan iya ini salah ku. Adnan sudah berusaha menghubungi ku untuk menjelaskan ke kamu tapi handphone ku rusak saat aku di malaysia kemarin. " Jelas dia.


Aku memilih diam saja


" Kamu boleh marah sama adnan fah tapi sebaiknya kamu juga mendengarkan penjelasan dari adnan iya. " Ucapnya yang melanjutkan penjelesannya.


" Aku masih berusaha untuk percaya sama kalian berdua. " Ucap ku.

__ADS_1


" Aku tau Fah tapi sebaiknya kamu tunggu adnan sadar dan jelaskan ke kamu sesungguhnya. Asal kamu tau iya adnan kecelakaan karena dia sangat excited sekali untuk menjelaskan ke kamu hari ini." Ucap nya.


Aku sejujur nya kebingungan apa maksud Delisa.


" Iya hari ini adnan merencanakan untuk kita bisa bertemu tapi belum sempat karena adnan kecelakaan saat menuju tempat yang sudah dia siapkan untuk mu. " dia yang melanjutkan ucapannya


" Aku akan berusaha percaya sama kalian. " Ucap ku yang memang untuk saat ini aku berusaha untuk percaya lagi.


" Aku sangat mohon sama kamu tolong percaya sama adnan iya. " Ucap nya.


" Ibu Afifah. "


" Ah iya saya sus, ada apa?. " Tanya ku.


" Pak Adnan memanggil nama ibu terus. " Ucap Suster.


Aku masih saja diam, aku juga belum beranjak sama sekali.


" Temui adnan , fah ku mohon sama kamu." Ucap nya.


Mendengar ucapan Delisa aku langsung berdiri


" Sekali lagi aku minta maaf dan mohon banget sama kamu tolong percaya sama adnan. Kalau gitu aku pamit pulang iya, assalamualaikum. " Ucap nya yang langsung berjalan keluar menuju parkiran.


" Wa'alaikumsalam. " Setelah mengucapkan itu aku langsung masuk kembali ke ruang inap mas adnan.


Ternyata mas adnan belum sadar tapi dia terus menyebut nama ku.


" Afifah. "


" Iya mas aku di sini, mas cepat sadar iya. Aku sama anak kita menunggu mu. " Ucapku


Mas Adnan masih dengan posisi nya, dia masih enggan membuka matanya.


Aku mengabari umi sebaiknya dan mengabari bunda kalau aku malam ini akan menginap di rumah sakit.


Umi bilang kalau malam ini tidak bisa paling dia akan datang besok pagi.



Hari semakin malam aku segera mengganti pakaian yang tadi mang kus bawakan ke rumah sakit sekalian sama makanan seperti roti.



Mang kus bilang kalau mbok sum yang menyuruh membawakan roti untuk ku.



Selesai mengganti baju aku mengambil wudhu dan langsung melangsungkan sholat isya di samping ranjang mas adnan.



Selesai sholat aku memilih untuk membawa al-qur'an saja dan terakhir aku membaca doa untuk mas adnan.


Aku melipat mukena ku dan duduk di samping mas adnan.


" cepat sadar iya mas, aku dan anak kita akan terus menunggu mas di sini. " Ucapku


Aku mencium kening mas adnan bersama dengan turun nya air mata ku.


Mas Adnan sudah menyakiti aku tapi bagaimana pun dia tetap suami ku, imam ku dan ayah dari anak yang ku kandung.


Aku tidak siap jika di tinggal mas adnan untuk selama-lamanya. Aku tidak pernah membayangkan itu.


" Aku sayang sama mas. " Ucapku.


Aku membenarkan selimutnya, aku memegang tangannya lalu ku cium. Aku membenarkan posisi ku untuk tidur di samping mas adnan dengan posisi ku yang duduk.


" Selamat malam mas semoga mas besok sadar iya. " Ucapku.

__ADS_1


Aku lalu memejamkan mata.


__ADS_2