Dosen Killer

Dosen Killer
Part 70 | Hari Kedua pasca melahirkan


__ADS_3

Dokter sudah mengizinkan dede Naina dan bang rizal bersama kami banyak sanak keluarga yang berjenguk ke kami.


Terutama teman dan para sahabat kami yang sudah meluangkan waktu untuk dede Naina dan Abang Rizal.


"Ya ampun Nan lucu sekali anakmu ini." Ucap salah satu sahabat kita Hadi dan Tika mereka sahabat kita yang jarang kita ceritakan dia sudah mempunyai anak yang sudah kuliah.


" Eh nak Wisnu kamu kesini juga."


" Hehehe iya om dede nya lucu. Siapa namanya om?."


"Ini namanya Naina dan ini Rizal, Rizal lahir lebih dulu."


" Oh lucu ya ini pipi nya merah."


" Oh ya nak Wisnu jadi ngambil kedokteran?."


" Nanti datang iya ke acara kita. " Ucap Tika


"Acara apa atuh Jadi ko lu gak ngasih tau gw sih?." Tanya mas


"Tik ada acara apa emangnya?." Tanya ku

__ADS_1


"Kecil-kecilan si Wisnu mau ngelamar calon nya." Jelas Tika


"Oh nak Wisnu mau lamaran selamat ya. Kapan tuh acaranya?."


"Insya Allah om minggu depan dateng ya sama dede."


"Siap deh nanti ya kalau dede nya udah boleh keluar rumah om bawa deh."


Kita pun terhanyut oleh suasana.


'Aku menyukai bayi mungil itu Naina namanya sangat cantik.' ~Wisnu


" Oya kita harus pamit karena ada urusan sekali lagi selamat ya buat lu Nan Fah atas kelahiran putra dan putri nya." Ucap Hadi


"Kayak ama sapa aja lu." Ucap tika ke mas adnan dan aku


"Hehehehe." Tawa ku dan mas adnan pecah


Hadi, Tika dan anaknya yang bernama Wisnu pamit pulang.


Aku dan Mas Adnan masih teralih dari Rizal dan Naina. Anak ini seperti mempunyai magnet dia bisa menarik perhatian orang untuk melihat dia.

__ADS_1


" Hei nai nguap ya." Ucapku sambil menutup mulut Naina dengan jari telunjuk aku.


'Oekkk.'


"Eh bang Rizal nangis, kamu kenapa nak." Ucap Mas Adnan yang langsung mengangkat Rizal ke gendong an nya dan anak itu langsung diam di gendong an Mas Adnan.


Aku asik main sama Naina hingga Rizal nangis lagi minta mimi susu.


"Bun abang Rizal nangis nih mau mimi kayaknya." Ucap Mas Adnan.


"Sini sama buna, ayah ajak main Nai ya."


Aku pun menyusui Rizal anak ini mimi nya banyak dan kuat padahal tadi belum lama mimi.


'Oekkk.'


"Ululu dede Nai nangis mau mimi juga ya?." Ucapku sambil menengok Naina yang berada di gendongan Mas Adnan.


"Sini yah Nai ama buna kayak nya dia mau mimi juga, ayah angkat Rizal ya tidur in dikasur nya."


Inilah kerepotan kita selama menjadi orang tua ternyata inilah yang dirasakan para orang tua.

__ADS_1


Aku sangat bahagia sekali mempunyai keluarga bahagia dan utuh seperti saat ini.


Kehadiran putra dan putri kita menjadi pelengkap dalam hubungan ku dan mas adnan.


__ADS_2