Dosen Killer

Dosen Killer
Part 48 | Adnan Pov


__ADS_3

Author : " Sesuai yang sudah author baca di komen banyak yang minta dari sisi adnan nya kan, baiklah author buatkan. Author takut di serang kalian. Oh iya buat kalian yang nanya ko Afifah enggak mau dengerin penjelasan adnan kemarin karena kekecewaan afifah melebih semuanya. Jadi author mohon kalian mengerti jangan serang adnan sama author iya hehehe. "


Back to cerita


Sudah dua hari ini aku tidak pulang. Awalnya aku hanya ingin mengerjakan tugas ku di kantor saja karena kan sehabis meeting ternyata ada yang harus ku selesaikan dan harus ku kirim secepatnya.



Tapi semua ternyata tidak bisa, aku memutuskan untuk menginap saja di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan ku secepatnya.



Aku ingin mengabari ke afifah kalau tidak jadi pulang dan akan menginap di kantor karena tadi ku bilang ke afifah akan pulang sebelum isya tapi handphone ku lowbet dan charger nya ketinggalan di rumah



Pagi nya,


Aku yang ingin pulang awalnya tapi abi menelepon lewat kantor mengabari kalau ada satu deadline lagi yang harus ku kerjakan.


Baik aku hanya bisa menghela nafas dan kembali melanjutkan tugas ku.


Karena ku lapar aku mencoba menyuruh sinta untuk membeli kan sarapan ku.


Sambil menunggu sinta, aku melanjutkan menyelesaikan tugas ku.


tok tok tok


" Masuk. "


" Permisi pak, ini makanannya. " Ucap Sinta yang menaruh makanan nya di atas meja ku.


" Makasih sinta. "


" Sama-sama pak kalau gitu saya kembali bekerja lagi. " Ucap nya yang langsung keluar dari ruangan ini.


Aku menyantap makanan ku sambil fokus ke kerjaan, memang seharusnya tidak boleh si tapi gimana lagi.


Aku harus menyelesaikan tugas ku segera karena aku sudah kangen sekali sama afifah dan anak ku yang di dalam perut afifah.


__ADS_1


Ketika aku mau buang sampah di depan ruangan kerjaku tiba-tiba aku melihat delisa datang dan langsung memeluk.



Aku segera melepas pelukannya karena aku tidak mau terjadi salah paham lagi antara aku, delisa dan afifah.



" Hey kenapa?. " Tanya ku



" Nan tolong aku. " Ucapnya dengan sangat memelas dan aku lihat juga penampilan dia berantakan.



" Tolong apa. "



" Aku hamil nan. " Ucapnya dengan air mata nya yang mengalir.




" Aku juga engga tau harus apa nan, aku takut banget. " Ucapnya.



" Kamu aja enggak tau harus apa berarti sama aku juga engga tau harus bantu apa del, aku saranin kamu bicara sama tante ocha karena bagaimana pun tante ocha itu ibu mu. " Ucapku.



" Tapi nan. "



" Del apapun masalah mu bicarakan sama orang tua mu, tapi aku sudah cek belum itu benar atau tidak. " Ucapku.


__ADS_1


" Aku hanya mengecek tadi pakai test pack saja belum ku coba periksa."



" Aku saranin kamu cek dulu ke dokter abis itu kamu bicarakan sama orang tua mu, gimana cara jalan keluar dari masalah mu. " Ucapku.



" Tapi nan aku takut kalau memang hasilnya positif, kamu tau sendiri mama seperti apa. " Ucap Delisa.



" Del di coba dulu apapun respon mereka ke kamu harus kamu terima dan ingat semarah apapun orang tua ke anak nya mereka akan tetap sayang dan akan terus melindungi anaknya. " Ucapku.



" Kamu bisa menemani ku besok untuk ke dokter kandungan. " tanya delisa.



" Maaf sekali aku tidak bisa, aku sedang banyak kerjaan dan aku juga sudah ada janji sama afifah. " Ucap.



" Nan please. "



" Maaf sekali lagi aku tidak bisa aku enggak mau terjadi salah paham lagi." Ucap ku.



" Baik kalau gitu aku pulang, makasih nan. " Ucap nya yang langsung pergi dari kantor ku.



Se pergi nya delisa aku kembali ke ruangan ku dan melanjutkan tugas ku.


Aku harus segera menyelesaikan ini semua agar besok ku bisa menemani afifah kontrol kehamilannya. Aku sangat tidak sabar untuk besok.


Kita sambung iya part nya masih dari aku ko tenang saja iya kalian semua.

__ADS_1


babay :)


__ADS_2