Dunia Pernikahan Arkha & Ervina

Dunia Pernikahan Arkha & Ervina
Part 21 : JANGAN MASUKKAN PRIA LAIN


__ADS_3

''BAGUS!''


''ASTAGHFIRULLAHALADZIIM, eh!'' seru Vina sembari menepuk-nepuk dadanya yang terkejut itu.


Tatapan mata Arkha langsung menajam sehingga membuat Vina langsung menunduk dalam.


''Ma-maaf, Tuan.'' ucap Vina dengan wajah yang masih tertunduk.


''MASUK! CEPAT!'' seru Arkha.


Vina mengangguk lalu melewati Arkha dengan sopan. Ia menilai bahwa kemarahan Arkha ini karena ia pulang telat.


''JADI, ITU ALASAN KAMU MAKSA BUAT CARI PEKERJAAN DI LUAR SANA?!'' seru Arkha setelah menutup pintu.


Vina langsung menatap Arkha dengan raut wajah yang masih belum menangkap alasan emosi dari suaminya itu.


''Alasan?'' tanya Vina dengan dahinya yang mengkerut.


Arkha menurunkan tatapannya, ia melihat tangan Vina masih menggenggam cup yang berisi jus itu.


''Lho, eh, Tuan, itu mau dibawa kemana jus saya?!'' tanya Vina sembari mengejar langkah Arkha yang cepat menuju dapur.


Tanpa menjawab apapun, Arkha langsung membuka tutup cup itu dan membuang isinya ke wastafel. Setelah itu, ia membanting cup tersebut ke lantai.


Vina menatap sedih cup yang sudah kosong itu. Sisa-sisa isi jus berceceran dilantai.


''Tuan, ini ada apa? saya nggak ngerti? apa gara-gara saya pulang terlambat?'' tanya Vina.


''Kalau memang iya itu alasannya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tapi, izinkan saya untuk memberikan penjelasan.'' sambungnya.

__ADS_1


''Seharusnya 'kan anda bisa tanya dulu secara baik-baik, jangan main hakim sendiri kayak gini.'' protes Vina yang dihatinya tentu merasakan kesal.


''Cih! dasar wanita nggak tau malu!'' balas Arkha.


Di saat keduanya sedang terlibat cekcok, ponsel milik Vina bergetar. Karena posisi dekat, Arkha sedikit mendengar suara getar itu, dan sorot matanya pun juga langsung menatap tas milik Vina.


''Cepat ambil hpmu!'' seru Arkha.


Vina pun menuruti, ia sampai terlihat gemetaran membuka tasnya sendiri.


Tanpa menunggu, Arkha langsung merebut ponsel Vina yang masih dipegangnya itu.


Arkha menjawab telepon masuk tersebut tanpa mengeluarkan kata-kata. Sementara Vina hendak merebut ponselnya, tetapi Arkha malah mendorong kening Vina dengan telapak tangan.


''Halo, Vin, sudah sampai apa belum?'' tanya suara laki-laki dalam telepon itu.


Wajah Arkha langsung semakin terlihat suram.


Vina menutup mulutnya, ia tau yang menghubunginya adalah Reza, teman yang baru ia temui hari ini.


PYARR


Vina terbelalak menatap ponselnya yang hancur dilantai. Ia beralih menatap Arkha dengan menggelengkan kepalanya. Air matanya menetes yang disertai emosi.


''JANGAN MASUKKAN PRIA LAIN DI KEHIDUPAN INI! PAHAM KAMU!'' seru Arkha.


''Oh, begitu?'' balas Vina.


''Anda sudah puas sekarang, hah? PUAS?!'' balas Vina lagi.

__ADS_1


''Silahkan lempar saya sekalian!'' tantang Vina.


''BUNUH SAYA SEKALIAN !''


''AYO!'' tantangnya lagi.


Arkha menjadi tak bergeming, ia menatap ponsel Vina yang sudah hancur karenanya.


Vina langsung menangis, ia berjongkok di depan ponselnya lalu memungutinya.


Arkha hanya melirik sekilas dan langsung pergi tanpa pamit.


Vina mengusap air matanya setelah Arkha pergi.


''Astaghfirulalhaladziim, kenapa aku sampai ngomong kayak tadi? bagaimanapun juga tuan Arkha itu suamiku.'' gumam Vina merasa menyesal karena sudah berani menantang.


''Gimana coba kalau tadi tuan Arkha beneran ketantang dan aku bener-bener dibunuh?'' gumamnya lagi.


''Astaghfirullah..''


Vina terus beristighfar supaya hati dan pikirannya tidak dipenuhi oleh perasaan benci.


Selesai memunguti ponselnya, Vina masuk ke dalam kamar untuk menyimpan karena ponsel itu kenang-kenangan dari hasilnya saat bekerja sebagai pengasuh Mikhael.


Setelah menyimpan ponselnya dan menyimpan kartu ke dalam dompet, Vina kembali keluar dari kamar, ia membersihkan lantai di dapur.


''Untung aja manusia satu itu kalau malam makannya buah, jadi nggak ribet masakin.'' gumam Vina kesal.


Setelah itu, Vina langsung masuk ke kamar. Ia berniat untuk tidak keluar-keluar kamar lagi.

__ADS_1


Dari waktu Maghrib hingga isya, Vina masih di dalam kamar. Ia melaksanakan shalat isya sendiri seperti biasanya didalam kamar, kecuali jika ada Mikha.


Saat baru shalat, ia mendengar pintu kamarnya terbuka. Konsentrasinya sempat sedikit terganggu, tapi, ia bisa mengatasinya karena suara langkah seseorang yang ia yakini Arkha itu sudah kembali keluar.


__ADS_2