
Arkha sudah berjumpa dengan keluarganya. Ia menghabiskan banyak waktu setelah pekerjaan selesai, terutama bersama dengan Mikhael, keponakan yang kini juga menjadi putranya itu.
Kemarin, Arkha hanya bersama dengan Mikhael sebentar saja. Arkha yang langsung bekerja, dan Mikhael yang sibuk dengan sekolahnya.
"Kenapa papa dan mama memintaku untuk pulang tidak bareng dengan Dicky?" gumam Arkha.
Dicky sudah kembali ke tanah air tadi pagi. Sementara kedua orangtua Arkha masih meminta putranya itu untuk bertahan di sana dua hari lagi.
"Vina lagi ngapain ya?" gumam Arkha.
Sesuai dengan janjinya, Arkha selalu memberikan kabar pada Vina mengenai kegiatannya. Termasuk mengirim foto dan video saat sedang bersama dengan Mikhael.
Kedatangan Arkha yang tanpa Vina diawali dengan kemarahan Mikha, meskipun sebelum Arkha datang, Lidya dan Leon sudah berusaha memberikan pengertian. Nyatanya, Arkha harus turun tangan untuk memberikan pengertian itu secara langsung dan akhirnya Mikha bisa mengerti.
Arkha melihat jam di pergelangan tangannya, masih waktunya Mikha untuk les private piano. Ia langsung mengambil ponsel dan menghubungi Vina.
Di tanah air sudah malam, tapi, Arkha yakin kalau Vina belum tidur. Dan benar saja, tak lama kemudian panggilan itu sudah tersambung. Mereka seperti sepasang kekasih yang malu-malu, karena dari kemarin komunikasi mereka hanya via pesan. Saat menelpon pun ketika berdua dengan Mikhael, sehingga banyak obrolan dilakukan oleh Mikha dan Vina.
"Kamu sudah makan?" tanya Arkha.
"Sudah tadi, Mikha dimana?" tanya Vina.
Keduanya sama-sama bingung mau melakukan percakapan bagaimana. Hanya kata-kata yang terlintas dipikiran yang mereka ucapkan.
"Itu masih les." jawab Arkha.
"Apasih ini! cuma lihat wajahnya aja masa langsung berdiri!!" gerutu Arkha dalam hati sembari memukul senjatanya.
__ADS_1
"Tuan, kenapa?" tanya Vina sembari mengernyitkan keningnya saat melihat ekspresi wajah Arkha yang berubah.
Mendapatkan pertanyaan itu, Arkha langsung kembali menatap layar ponselnya.
"Eh, nggak papa, digigit nyamuk." jawab Arkha ngasal.
Vina merespon dengan anggukan kecil.
"Ohh, gimana kegiatan hari ini?" tanya Vina.
"Hari ini sudah selesai. Nanti ada janji sama papa buat ketemu sama temannya." jawab Arkha.
"Oh, iya hati-hati." jawab Vina.
"Emm, ya sudah kalau begitu, disambung lagi besok ya, jangan begadang." ujar Arkha memberi pesan.
Setelah telepon itu sudah selesai, Arkha langsung ke kamar mandi sembari mengomel tidak jelas.
Sementara itu, Lidya sedang berbincang dengan suaminya, Leon. Mereka tengah merencanakan sesuatu sebelum Arkha kembali ke tanah air.
"Gimana kalau Arkha ngamuk, Ma?" tanya Leon sedikit waspada.
"Mama yakin Arkha nggak akan bersikap seperti itu, Pa." jawab Lidya.
"Mama benar-benar kesal sama perempuan kampung itu! bisa-bisanya dia tidak tau malu bikin tanda merah dilehernya Arkha!!"
"Mama yakin Arkha itu sudah dipaksa! Arkha nggak mungkin nafsu sama perempuan kampung itu, Pa!" gerutu Lidya mengingat hari pertama kedatangan Arkha.
__ADS_1
"Terkadang nafsu nggak butuh cinta, Ma. Bisa jadi anak kita nggak bisa mengendalikan itu semua." balas Leon dengan santainya.
Lidya langsung menoleh tajam dan Leon pun langsung nyengir.
"Hehehe, jangan melotot, Ma. Nanti cantiknya ilang, lhoo." rayu Leon.
...
Pada malam hari waktu Eropa, Arkha dan Leon sudah berpakaian rapi. Dengan alasan tujuan pekerjaan sehingga membuat Mikhael tidak merengek untuk ikut.
"Mikha istirahat ya, Papa sama opa mau ketemu rekan kerja dulu." pamit Arkha.
"Iya, Pa." jawab Mikhael.
Seperti biasa sebelum pergi, Arkha mencium kening Mikha sambil memeluknya.
Arkha dan Leon hanya pergi berdua. Arkha yang menyetir mobil itu mengarahkan laju ke sebuah resto yang juga hotel bintang 5.
"Sepertinya ada hal yang tidak beres dari papa dan mama. Tapi, aku harus ikuti permainan mereka biar mereka happy dulu." bathin Arkha sembari melirik Leon sekilas.
Mereka pun tiba di tempat tujuan dan langsung diarahkan ke meja yang sudah dipesan sebelumnya.
"Mungkin mereka masih dijalan." ujar Leon.
Arkha mengangguk kecil sembari membuka ponsel.
Tidak lama kemudian, terdengar Leon menyambut kedatangan seseorang dengan ramah. Arkha langsung mengangkat wajahnya untuk memastikan siapakah yang datang.
__ADS_1