
Di jam istirahat, Arkha membuka file yang terhubung dengan kamera pengintai di apartemennya. Ia ingin mengecek keadaan tadi malam dan berharap mendapatkan jawaban dari rasa penasaran.
"Gue masih belum bisa mikir siapa yang bawa gue pulang." gumam Arkha.
"Masa iya gue pulang sendiri?"
"Mobilnya juga baru diantar tadi pagi."
Arkha mengingatnya saat ia masih di tempat hiburan malam itu. Apapun yang ia lakukan setelah itu benar-benar hilang dari ingatannya. Terbesit kekhawatiran dalam dirinya jika melakukan hal-hal yang tidak terkontrol diluar sana dan ia masuk dalam perangkap manusia yang hendak memanfaatkannya. Namun, meskipun rasa kekhawatiran itu kerap kali terbesit, tetap saja ia masih sering melakukannya untuk bersenang-senang.
"Gue nggak main cocol 'kan ini." tebaknya saat teringat wanita yang menemaninya semalam.
Arkha yang semula duduk tidak tegak pun langsung menegakkan duduknya begitu melihat Zayn yang membawanya pulang ke apartemen bersama Vina.
"Lho, kok!"
"Vina?!"
"Zayn?!"
Kedua bola mata Arkha langsung melotot tanpa berkedip.
Arkha semakin pusing sendiri, apakah efek mabuknya semalam benar-benar sudah berlebihan sehingga membuat kesadarannya hilang.
Arkha kembali fokus memperhatikan dirinya sendiri. Beberapa menit kemudian ia shock sendiri saat ia mencium bibir Vina.
"Ckckck, gila juga gue!" gumamnya sambil tersenyum yang tidak ia sadari.
"Eh, kurang ajar nih anak beraninya nampar!" gerutu Arkha.
Setelah tidak melihat kegiatan apapun di ruang tamu itu setelah Zayn pergi, Arkha beralih ke cctv kamarnya karena ia yakin sudah dibawa ke kamar.
"Pantesan nyenyak banget." gumam Arkha yang lagi-lagi tanpa ia sadari saat ia melihat Vina mengusap lembut keningnya lalu memberikan kecupan.
Setelah tidak ada pemandangan apapun di kamera pengintai itu, Arkha menutup ponselnya.
__ADS_1
"Kok bisa ada mereka berdua?"
"Apakah Vina mengikutiku? atauuu, Zayn yang laporan?"
"Eh, tapikan si Zayn nggak ikutan."
"Atau, bisa jadi Vina yang ngikuti terus laporan sama si Zayn."
"Eh, bentar! emangnya mereka saling tukar nomor hp?" gumam Arkha semakin penasaran.
Beberapa detik Arkha memikirkan dan juga menerka-nerka.
"IYA MASUK!" jawab Arkha menaikkan volume suaranya.
"Maaf Tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda." ujar seseorang itu.
"Siapa?" tanya Arkha.
"Atas nama Zayn, Tuan." jawabnya.
"Ada apa?" tanya Arkha langsung.
"Sudah sehat?" tanya Zayn balik.
"Alhamdulillah." jawab Arkha.
Zayn hampir saja melepaskan tawanya mendengar jawaban Arkha.
"Ehm, kamu pasti sudah menebak-nebak tentang kedatanganku kesini 'kan?" tanya Zayn.
Arkha memutarkan bola matanya.
"Buruan mau ngomong apa." suruh Arkha.
Zayn tidak langsung menjawab, ia mencondongkan kepalanya ke depan sembari menatap Arkha serius.
__ADS_1
"Beneran itu si Vina pembantu kamu?" tanyanya.
"Dih! apaan sih lu! munduran sana, jigong lu bau busuk!"
Sesuai pengusiran yang disertai penghinaan itu, Zayn kembali duduk tegak sembari menyembunyikan tawanya. Ia tidak merasa tersinggung sama sekali.
"Sebelum gue jawab, kenapa kalian berdua bisa ada di waktu yang sama?!" tanya Arkha yang gantian mencondongkan kepalanya ke depan.
"Mundur lu bau jigong!" protes Zayn ganti.
"Si4alan!" gerutu Arkha.
Zayn pun menceritakan tentang kejadian semalam. Yang ia awali tanpa sengaja melihat Vina keluar hampir tengah malam dengan mengendarai sepeda motor sendirian.
Tampak Arkha langsung terkejut mendengar cerita dari temannya itu. Ia tidak habis pikir apa yang Vina pikirkan bisa sampai senekat itu.
"Lu nggak ngarang cerita 'kan?" tanya Arkha.
"Ngarang?? ckckckck." balas Zayn.
"Lu pikir author Cimai hobinya ngarang cerita?!" sambungnya.
Beberapa detik mereka diam lagi. Arkha belum ingin mengatakan yang sebenarnya tentang hubungannya dengan Vina. Ia masih mencari-cari alasan yang tepat supaya Zayn tidak curiga.
"Lu tau sendiri 'kan kelakuan gue? ya karena saat lagi mabok dia ada di dekat gue ya gue sikatlah! namanya juga lagi nggak sadar." ujar Arkha santai.
"Terus, bagaimana dihari-hari yang lain?" tanya Zayn.
"Curigaan mulu lu!" proses Arkha.
"Gue pulang party dinihari atau pagi, dia ya ada dikamarnya lah jam segitu!" lanjut Arkha yang masih berusaha untuk membuat Zayn benar-benar percaya dengan jawabannya.
"Lu nggak bohong?" tanya Zayn.
"Terserah lu mau percaya atau tidak! sekarang pulang aja lu, gue mau meeting !" usir Arkha.
__ADS_1
"Baiklah." jawab Zayn.