Dunia Pernikahan Arkha & Ervina

Dunia Pernikahan Arkha & Ervina
Part 49 : Akal-akalan Arkha


__ADS_3

Perjalanan Arkha ke luar negeri tidaklah sendirian, ia ditemani oleh Dicky.


"****, saya pulang dulu." pamit Arkha ketika melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 3 sore.


"Nanti ke airport saya di antar pak Yanto." sambung Arkha.


"Baik Tuan." jawab Dicky.


Dicky sudah memastikan file yang akan ia bawa tidak ada yang kurang. Setelah dipastikan, ia melepaskan flashdisk tersebut dari laptop.


"Sepertinya tuan Arkha sudah mulai menerima istrinya." gumam Dicky.


Sementara itu, Arkha yang sudah masuk ke dalam mobil pun mengirim pesan terlebih dahulu ke Vina. Ia meminta istrinya itu untuk langsung pulang ketika sudah selesai bekerja.


"Apa-apaan ini cuma centang 1?" gerutu Arkha sembari memukul stir mobil.


Arkha langsung menduga-duga yang tidak-tidak. Tak pikir panjang, ia langsung meluncur ke tempat Vina bekerja untuk mencari jawaban.


"Permisi." ucap Arkha tegas.


Karyawan galery tersebut pun langsung mengambil alih untuk membuka pintu kaca yang dipegang oleh Arkha.


"Silahkan sore, Tuan Arkha, selamat datang." jawab karyawan di sana.


Arkha hanya mengangguk kecil.


"Apa ada bucket bunga yang sudah ready? ukuran medium?" tanya Arkha.

__ADS_1


"Vinaa."


Merasa namanya dipanggil, Vina yang tengah berada di ruang belakang pun langsung sedikit berlari ke depan.


"Iya Kak? eh!"


Vina terkejut dengan kedatangan suaminya itu.


"Tolong ambilkan bucket bunga yang ready ukuran medium ya." pintanya.


"Oh, iya Kak." jawab Vina lalu melirik ke arah Arkha sekilas.


Vina langsung bergegas menuju rak yang khusus untuk tempat bucket sudah jadi. Yang biasanya dijadikan contoh ataupun bagi para customer yang tidak ingin menunggu dan langsung menyukai bentuk yang sudah jadi.


"Perasaanku jadi nggak enak nih." bathin Vina.


"Saya akan memberikan kejutan untuk seseorang, apa bisa minta untuk diantarkan?"


"Karena saya sedang ada tugas lain, jadi tidak bisa langsung kesana." sambung Arkha sebelum mereka bertanya-tanya.


"Bisa Tuan, kami bekerja sama dengan pihak ojek online." jawab senior Vina.


"Begini, kalau harus menunggu ojek online datang, 'kan membutuhkan waktu. Apa diantara kalian tidak ada yang bisa?" tanya Arkha sembari menatap dua wanita di depannya. Sementara karyawan yang lain juga mendengar percakapan itu hanya bisa saling melempar pandangan.


Vina dan seniornya itu saling menatap.


"Maaf Tuan, boleh saya tahu dimana alamatnya?" tanya wanita disebelah Vina.

__ADS_1


Arkha langsung menunjukkan lokasi yang dimaksud.


"Waduh, cukup jauh juga." gumam wanita itu.


Wanita itu melirik ke arah Vina, sementara Vina tidak tahu harus bagaimana. Ia sebagai junior hanya bisa menerima kalaupun memang mendapatkan perintah.


"Maaf, saya memiliki saran, kalau memang kalian keberatan untuk meninggalkan pekerjaan ini karena pastinya sedang banyak pesanan. Mungkin harus ada yang mengalah, emm, bisa jadi yang paling junior. Kalaupun lokasinya ini cukup jauh bagi kalian, yang bersedia mengantar diperbolehkan langsung pulang karena waktunya untuk bolak balik pasti sangat membuang waktu." ujar Arkha memberi saran.


Vina yang sedikit menunduk pun langsung melirik tajam ke arah Arkha. Ia sudah yakin, ini hanyalah akal-akalan Arkha saja, apalagi nanti malam suaminya itu akan terbang ke luar negeri.


"Vin, gimana? kamu bisa 'kan?" tanya seniornya itu dengan suara lirih.


"Apa sih yang nggak bisa Vina lakukan? hihihi." tantang Vina sembari tertawa kecil.


"Siap, Kak. Aku akan mengantarkan sampai ke tujuan." sambungnya.


Setelah mendapatkan kepastian yang sesuai dengan keinginannya, Arkha langsung melakukan transaksi pembayaran. Lalu ia mengambil uang cash di dompetnya untuk memberikan bonus pada mereka. Sementara Vina mengambil paper bag yang sesuai ukuran bucket bunga itu.


"Hati-hati ya Vin, kamu langsung pulang aja." ujar senior Vina itu.


"Oke Kakak." jawab Vina sembari memasang helm.


Dengan gerakan yang menipu, Arkha membisikkan sebuah kalimat pada Vina saat mereka hendak keluar, ia meminta istrinya itu untuk langsung pulang ke apartemen.


"Sudah paham." balas Vina tanpa menoleh ke arah manapun.


Arkha langsung masuk ke dalam mobil dan melaju ke arah yang berbeda dengan Vina agar tidak dicurigai.

__ADS_1


"Salah siapa nomor kok nggak aktif." gerutu Arkha lalu memutar balik arah laju mobilnya untuk kembali ke apartemen.


__ADS_2