Dunia Pernikahan Arkha & Ervina

Dunia Pernikahan Arkha & Ervina
Part 58 : Firasat


__ADS_3

Di suatu negara, antara ayah dan anak itu sedang bersitegang karena tidak berhasil dalam merealisasikan rencana yang sudah di susun dengan matang.


"Memangnya aku bakal tau kalau tiba-tiba ada orang itu muncul!" seru Rachel tidak terima dengan amarah sang ayah.


Rusdy menekan kepalanya dengan kuat.


"Awas ya kalau sampai kamu menjalin hubungan dengan bule miskin itu!" ancam Rusdy.


"PAPA!" seru Rachel.


"APA! KAMU TERIAK KE PAPA DEMI MEMBELA PRIA ITU?!" tantang Rusdy.


"OHHH, YA YA YA! kamu juga yang sudah mengajarinya bahasa Indonesia? IYA?!"


"AKU NGGAK KENAL DIA!" balas Rachel masih enggan mengurangi volume suaranya.


Malam ini dua keluarga itu batal bertemu dikarenakan Arkha yang sudah kembali ke Indonesia. Leon dan Lidya sangat merasa bersalah, sedangkan Rusdy juga sangat kecewa dengan putrinya karena ketahuan bermalam di apartemen bersama seorang pria yang bukan Arkha.


"TERSERAH KAMU, RACHEL! PAPA KECEWA!" bentak Rusdy kemudian meninggalkan Rachel di ruang tamu sembari menarik lengan istrinya yang tidak berani bersuara.


Rachel menggerutu kesal. Ia shock saat bertemu dengan laki-laki itu, tapi, disisi lain ia bahagia karena mereka memiliki kisah lama yang masih menggantung. Pria itu sudah lama pergi dari negara ini setelah kisah mereka terhalang restu.


Sementara dengan Arkha, Rachel menyukai pria itu, tetapi Arkha selalu menghindari upayanya yang terlihat untuk mendekati dan menganggap hanyalah teman biasa. Karena sikap Arkha tersebutlah Rachel merasa tertantang untuk mendekati dengan cara apapun.

__ADS_1


"Dia bukan bule miskin! apakah musisi itu bukan termasuk bekerja?!! dasar orangtua matre!!" gerutu Rachel.


Rachel ke kamarnya lalu menatap dirinya sendiri dalam cermin. Wajah Arkha langsung terbayang di benaknya. Ia sudah merasa percaya diri dengan tubuh dan kecantikannya itu membuat Arkha yang ia kenali suka main akan mudah ia miliki saat ini. Tapi, ternyata penolakan kembali ia terima.


"Kita sama, Arkha! dan lagi-lagi kamu menolakku! so, kalau kita tidak bersatu, berarti kamu tidak boleh bersatu dengan wanita manapun!"


Rachel menatap tajam dirinya sendiri di dalam cermin.


"Aarrgghh! aku harus bagaimana?!!"


"Apa kamu benar-benar nggak mau bermain denganku, Ar?!"


"Aarrggh sial!" gerutu Rachel sembari mengacak-acak rambutnya.


Rachel masih belum bisa berpikir jernih setelah kejadian itu. Ia masih belum mengetahui status Arkha yang sudah beristri. Meskipun Arkha sudah mengatakan, ia tidak mempercayai hal itu karena ia sangat tau bahwa Arkha membenci sebuah hubungan. Menurutnya Arkha hanya sedang membuat alasan.


Mikhael sudah terlelap, sementara opa dan omanya sudah berada di kamarnya untuk berbincang serius.


"Pelet apa yang digunakan anak kampung itu sampai bikin Arkha keras kepala!" gerutu Lidya.


"Ma, apa Mama percaya dengan pernyataan Arkha tentang Rachel dan tentang dia sendiri?" tanya Leon yang tidak ingin membahas menantunya.


Lidya langsung menatap suaminya.

__ADS_1


"Ya nggak tau, Pa. Lagian kalau hidup di lingkungan bule seperti ini memang bukan hal yang aneh 'kan?" jawab Lidya.


"Papa akan selidiki untuk membuktikan apa yang dibicarakan sama Arkha." balas Leon.


"Terus, kalau semua itu terbukti dan artinya Arkha maupun Rachel sudah tidak perjaka perawan lagi, apa Papa masih mau melanjutkan upaya perjodohan ini?" tanya Lidya.


"Papa nggak akan merubah upaya itu, Ma." jawab Leon yakin.


"Lagian, di zaman sekarang ini sudah banyak anak muda yang terjebak dalam pergaulan bebas. Yang penting kita sudah tau keluarga Rachel." sambungnya.


Lidya pun mengangguk-angguk setuju.


...


Arkha sudah kembali beraktivitas di kantor karena masih banyak pekerjaan. Saat ini ia sedang berhadapan dengan Dicky.


"Saya punya firasat besar, ****." ujar Arkha.


"Maaf, maksudnya apa, Tuan?" balas Dicky.


Arkha menarik napas panjang setelah menatap pintu tanpa berkedip.


"Ntahlah, lihat saja beberapa hari kedepan, semoga semuanya baik-baik saja." jawab Arkha.

__ADS_1


"Aamiin." jawab Dicky.


Meskipun tidak bertanya lebih lanjut, Dicky bertanya-tanya di dalam hatinya. Ia menebak telah terjadi masalah didalam keluarga bosnya itu.


__ADS_2