Dunia Pernikahan Arkha & Ervina

Dunia Pernikahan Arkha & Ervina
Part 35 : Nanti Akan Saya Jelaskan


__ADS_3

Vina mengedarkan pandangannya tanpa berkedip saat dokter Zayn membawanya ke tempat hiburan malam yang cukup mewah di kota ini.


"Ke-ke tempat i-ini?" tanya Vina menjadi gugup.


Seharusnya ia tidak perlu heran kalau memang Arkha berada di sini. Bukan hal baru baginya untuk mengetahui tentang ini. Tapi, sesak di dadanya tidak bisa di bohongi.


"Ya." jawab dokter tersebut.


"LHO, LHO ITU TUAN ARKHA?" seru Vina melihat suaminya keluar dari tempat tersebut didampingi satu pria dan satu wanita berpakaian mini.


Vina langsung mengeluarkan ponselnya dengan buru-buru dan mengabadikan dalam bentuk video agar sewaktu-waktu digunakan untuk kepentingan yang lebih panjang lagi.


Zayn semakin heran dengan sikap Vina. Sehingga membuatnya semakin penasaran.


"Menarik nih kayaknya, nggak mungkin kalau sekedar asisten rumah tangga dan majikan." bathin Zayn.


"Kamu mau tetap di sini, Mbak?" tanya Zayn.


Seketika Vina langsung menurunkan ponselnya dan menyadari seharusnya ia cepat-cepat keluar.


"Maaf." ucap Vina yang langsung bergegas keluar.


Tanpa menunggu pemilik mobil tersebut turun dan menemaninya, dengan modal kenekatannya Vina memberanikan diri untuk menghampiri Arkha. Meskipun Arkha sudah mengancam untuk tetap tidak ikut campur urusan pribadi, Vina yang sudah berkomitmen mengenai pernikahan ini tak mau menambah masalah yang lebih besar. Bagaimanapun nantinya kalau Arkha akan marah besar, Vina sudah siap.

__ADS_1


"BERHENTI!" seru Vina dengan menatap tajam pada tiga orang yang berjarak sekitar dua meter darinya itu.


Tiga orang yang merasa pun langsung menghentikan langkahnya. Masih ada sisa kesadaran di diri Arkha untuk sekedar mendengar suara orang lain. Tapi, setelah menoleh ke arah Vina, pria itu masih belum menyadari bahwa yang ia hadapi adalah istrinya.


"Siapa kamu?!" tanya teman wanita Arkha.


"Kamu yang siapa malam-malam keluyuran pakai baju kurang bahan sama laki orang, ha!!" balas Vina.


Teman pria dan dokter Zayn langsung menatap Vina dengan penuh tanya.


"Tuan Arkha sudah punya kekasih! dan saya diutus untuk mencarinya!" sambung Vina yang menyadari bahwa kedua pria itu langsung kaget.


"Cih!" wanita itu mendesis dengan mimik wajah yang merendahkan.


"KAMU!" tunjuk Arkha tepat di depan mata Vina.


Belum sempat Arkha melanjutkan kalimatnya, badannya langsung ambruk ke depan sehingga membuat Vina spontan menahannya meskipun sama-sama ambruk.


"EH EH! TOLONG, DOK!" seru Vina.


Saat Arkha masih dibantu berdiri oleh dokter Zayn, Vina menatap dua orang yang bersama Arkha tadi.


"Tuan Arkha akan saya bawa pulang ke rumah! silahkan kalian pergi dari sini!" seru Vina dengan berani.

__ADS_1


Pria itupun menatap Vina dari ujung kepala hingga kaki dengan sudut bibirnya yang terangkat.


"Pembokat aja sok berani lu!"


Vina tidak mempedulikan suara itu karena baginya sangat tidak penting.


Vina memeriksa barang bawaan Arkha masih dalam kondisi aman.


"Saya minta tolong lagi ya, Dok, antar kami langsung pulang ke apartemen saja." ujar Vina.


"Baik, saya antarkan." jawab dokter Zayn yang menopang tubuh Arkha.


Beberapa saat kemudian, ketiganya tiba di apartemen Arkha.


"KAMU ENAK, VINAA! SAYA SUKA TUBUH KAMU! KAMU KASIH KEPERAWANAN ITU BUAT SAYA! TAPI, SAYA BELUM SIAP KALAU KAMU HAMIL! SAYA JUGA TIDAK PERCAYA APA ITU CINTA!"


Vina langsung melotot mendengar celotehan yang tidak karuan dari mulut Arkha itu. Ia langsung menoleh ke dokter Zayn yang juga menatapnya dengan penuh tanya.


"Eh eh!"


Arkha menarik lengan Vina yang masih terbengong itu dan jatuh tepat di pangkuannya, sehingga membuat dokter Zayn semakin shock.


"Nanti akan saya jelaskan, Dok. Tuan Arkha sedang dalam pengaruh alkohol yang tinggi jadi tidak sadar sama sekali. Tolong jangan berpikir yang tidak-tidak tentang kami." ujar Vina.

__ADS_1


__ADS_2