Dunia Pernikahan Arkha & Ervina

Dunia Pernikahan Arkha & Ervina
Part 61 : Menikah Dengan Rachel!


__ADS_3

Tiga hari kemudian


Kedatangan bos besar itu membuat semua karyawan terkejut.


Tiga hari setelah kepulangan Arkha ke Indonesia, pria paruh baya itu menyusul dengan bodyguard yang senantiasa menjaga setiap perjalanannya. Namun, bodyguard itu tak melulu menampakkan dirinya, semua itu tergantung perintah dari Leon.


Bukan hanya para pegawai lain, Arkha sendiripun sangat terkejut dengan kedatangan ayahnya itu. Tidak ada kabar yang ia sampaikan tentang kepulangan ini. Kemarin saat meeting secara online, Leon terlihat masih di luar negeri.


Leon menyapa para karyawannya dengan ramah, lalu menuju pada ruangan putranya yang harus melalui lift.


"Kamu tau?" tanya Arkha pada Dicky.


"Saya benar-benar tidak tau, Tuan." jawab Dicky.


Arkha tidak mendapatkan informasi tentang kedatangan Leon itu dari orang lain, ia melihatnya secara tidak sengaja melalui kamera pengintai yang sedang ia cek.


"Silahkan masuk, Pa." ucap Arkha.


Leon langsung masuk ke ruangan Arkha, sementara Arkha dan Dicky mengekor di belakangnya. Langkah ketiga Leon terhenti, lalu ia menoleh ke belakang sembari tersenyum tipis.


"Kamu tau kalau Papa datang?" tanya Leon pada putranya dengan senyum disudut bibir yang memiliki makna tersendiri.


"Kalian sangat terkejut 'kan?" lanjut Leon menatap dua pria didepannya itu.


"Dalam rangka apa Papa pulang ke Indonesia dan tanpa memberikan kabar terlebih dahulu kepada kami?" tanya Arkha.


Leon meletakkan tangannya di bahu Arkha lalu menatap putranya itu sembari tersenyum.

__ADS_1


"Sepertinya putra kebanggaanku ini benar-benar sangat terkejut, ya."


Arkha menarik napas dalam-dalam karena ia tidak menyukai waktunya terbuang sia-sia hanya untuk meladeni hal-hal tidak penting. Dan, ia yakin kedatangan ayahnya ini sudah pasti memiliki kaitan dengan hal pribadi yang sangat mengganggunya.


"Maaf Tuan, jika keberadaan saya di sini mengganggu, saya permisi." ucap Dicky.


Leon langsung menahan.


"Tidak, justru kebetulan sekali ada kamu di sini, ****." jawab Leon.


Arkha dan Dicky langsung saling menatap.


"Ayo kita bicara sembari duduk." ajak Leon.


Ketiga pria itu duduk di sofa yang ada di ruangan Arkha. Mereka tidak langsung berbicara, Leon terlihat tengah mengedarkan pandangannya pada setiap sudut di ruangan itu.


"Saya sangat berterima kasih atas kerja keras kamu, Arkha dan juga Dicky." ucap Leon.


Leon tersenyum.


"Dicky, saya di sini meminta kamu sebagai saksi atas percakapan ini."


Dicky pun mengangguk.


"Arkha, Papa yakin di kepala kamu sudah dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan, tuduhan, dan kesimpulan yang kamu buat sendiri." ujar Leon.


"Untuk itu, bisakah Papa tidak bertele-tele dalam hal ini?" balas Arkha.

__ADS_1


Leon menaikkan sudut bibirnya sembari tersenyum kecil.


"Arkha, Papa kesini untuk memberikan kesempatan kepada kamu sekali lagi, dan meminta ketegasan dari kamu,"


"Tentang Rachel."


Arkha langsung menarik napas dalam-dalam dan membuang pandangannya. Sedangkan Dicky tidak bisa berbuat apa-apa selain menyimak drama keluarga ini.


"Menikah dengan Rachel!" tegas Leon.


"Saya tidak bisa menduakan istri saya." balas Arkha dengan bahasa formal.


"ARKHA! INI DEMI KEMAJUAN PERUSAHAAN KITA. DEMI MASA DEPAN KAMU DAN MIKHAEL!"


"Ck! malu sama Dicky, Pa." balas Arkha.


Beberapa saat mereka saling diam.


"Pernikahan kamu itu hanya formalitas untuk membuat Mikhael diam. Tapi, kebahagiaan kamu akan terasa nyata kalau menikah dengan level yang seimbang."


Arkha langsung menatap Leon dengan perasaan kecewa.


"Orang-orang tidak akan tau pernikahanmu dengan gadis kampung itu. Jadi, menikah lagi pun tak masalah, karena nantinya pernikahanmu dengan Rachel yang akan diakui." lanjut Leon yang membuat Arkha dan Dicky langsung kompak menggelengkan kepala.


Raut wajah Arkha sudah sangat menunjukkan rasa kecewanya terhadap kedua orangtuanya sendiri tentang permintaan yang konyol ini.


"Arkha tidak bisa, Pa. Apapun alasan yang kalian berikan, itu sangat konyol dan akan menimbulkan luka yang lebih besar lagi untuk Mikhael. Yang pastinya keluarga Vina." tolak Arkha.

__ADS_1


Perasaan dan hati Arkha sudah terasa sangat penuh. Dengan kondisi seperti ini, ia tidak bisa mengontrol dirinya. Ia pun langsung beranjak dan hendak meninggalkan Leon juga Dicky yang masih duduk.


"TINGGALKAN PERUSAHAAN ATAU MENIKAH DENGAN RACHEL!!"


__ADS_2