Dunia Pernikahan Arkha & Ervina

Dunia Pernikahan Arkha & Ervina
Part 47 : Dia Cantik Apa Adanya


__ADS_3

"Tuan-tuan, bangun, Tuan!" panggil Vina sembari berusaha melepaskan tangan Arkha yang melingkar di perutnya.


"Hmmmph."


Arkha pun tidak melepaskan.


"Lepaskan tangan anda, Tuan. Ini sudah jam berapa?"


"Anda belum shalat Subuh."


"Saya sudah bangun lebih dulu, sudah mandi dan sudah shalat juga." jawab Arkha tanpa membuka mata.


Posisi Vina yang membelakangi Arkha membuatnya menoleh karena tidak percaya.


"Pasti anda sedang ngigau." tuduh Vina.


Vina melirik jam dinding dan mempertajam pandangannya, sudah menunjukkan pukul 5 lebih, hampir setengah 6.


"Saya mau shalat juga." ujar Vina.


"Kamu 'kan lagi pms." balas Arkha.


Vina langsung terdiam karena lupa.


"Tapi, tolong lepaskan tangan anda. Saya mau masak." pinta Vina.


Bukannya menjawab, apalagi melepaskan tangannya, Arkha malah menciumi punggung istrinya itu. Seketika membuat Vina balik arah dan keduanya saling bertatapan.


Vina memperhatikan Arkha, pria itu sudah mengenakan pakaian yang berbeda dari semalam, sementara ia masih telanj*ng dad*, hanya selimut tebal itu yang membungkus tubuhnya dari dinginnya AC. Aroma tubuh Arkha sangat harum, membuat Vina ingin semakin dekat. Tapi, ia hanya bisa menelan salivanya.


"Tidak usah masak, dan juga tidak usah melakukan apapun, kecuali menemani saya sekarang." pinta Arkha.


Vina tidak menjawab, ia kemudian tersenyum tipis lalu menenggelamkan wajahnya di dada Arkha sembari menghirup aroma tubuh pria itu.


"Jika Tuan belum bisa mencintai saya, tolong ... setidaknya jalani pernikahan ini sebagaimana mestinya." pinta Vina yang tanpa disadari airmatanya menetes.


"Biarkan saya menjalani kehidupan ini tanpa topeng yang sewaktu-waktu bisa saja lupa saya bawa."


"Saya juga tidak bisa menjamin diri saya sendiri akan mampu bertahan lama di kondisi seperti ini. Keluarga saya akan sering menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi. Saya juga sudah pasti akan terus merasa bersalah karena sudah membohongi mereka."


Arkha pun perlahan langsung duduk dengan tidak melepaskan pelukannya itu.


"Tolong bersabar menghadapi saya, saya mohon kamu jangan pergi dari kehidupan saya dan Mikhael."


"Tolong dampingi saya sampai kamu pastikan bahwa cinta itu akan kembali tumbuh di hati saya." pinta Arkha.

__ADS_1


Keduanya sama-sama mengawali pagi ini dengan rasa haru.


Vina menutupi tubuh atasnya dengan selimut. Ia sedikit mendongak untuk menatap suaminya. Dan, senyuman itu langsung saling membalas.


"Dia cantik apa adanya." bathin Arkha.


"Ehm, ya sudah kalau kamu mau mandi dan kamu tidak perlu masak. Nanti saya buatkan sarapan." ujar Arkha.


Vina langsung menaikkan alisnya.


"Baiklah." jawab Vina.


Arkha langsung turun untuk mengambil baju Vina yang ia lepaskan, lalu ia kembali lagi.


"Terima kasih." ucap Vina.


Arkha mengangguk.


"Anda jangan lihat! tutup matanya!" suruh Vina.


Arkha hanya tersenyum sembari balik badan.


"Jangan menghadap kesini kalau saya belum turun!" seru Vina.


Sebelum Arkha aneh-aneh, Vina langsung cepat-cepat mengenakan bajunya.


"Emm, saya bereskan dulu tempat tidur anda." ujar Vina yang mengusir Arkha.


"Baiiik." jawab Arkha sembari turun dari ranjang.


Tidak membutuhkan waktu yang lama hanya untuk sekedar membereskan tempat tidur. Vina langsung menepuk-nepuk tangannya yang spontan ia lakukan saat sudah selesai beres-beres.


"Saya permisi dulu, Tuan." ucap Vina.


Arkha yang duduk di kursi menjawab dengan anggukan kepala.


Saat Vina sudah menghilang dari pandangannya, Arkha langsung menyandarkan kepalanya sembari menghembuskan napas.


"WOAAHH! rasanya seperti nggak mau lepas." gumam Arkha sembari mengusap wajahnya sendiri.


Arkha langsung menghitung tanggal.


"Arggh, nggak sabar."


Teringat ia sudah berjanji akan membuatkan sarapan, Arkha langsung bergegas ke dapur. Ia mengeluarkan bahan-bahan yang simpel dan tidak menghabiskan banyak waktu untuk pengolahan.

__ADS_1


Sementara itu, Vina masih bengong di depan cermin kamar mandi. Ia menatap dadanya yang lagi-lagi dipenuhi sebuah lukisan warna merah. Kali ini Arkha masih sadar, sehingga tidak meninggalkan lukisan itu dileher.


"Mustahil nggak sih." gumam Vina.


Masih terasa sangat sulit untuk dibayangkan. Level yang berbeda antara dirinya dengan keluarga Arkha membuat Vina selalu terbayang-bayang kecemasan.


"Dahlah, kudu yakin!"


Pukul tujuh lebih seperempat, Vina sudah selesai dan siap untuk berangkat ke tempatnya bekerja. Ia menenteng tas andalannya menuju dapur. Di sana chef Arkha sedang menyiapkan sarapan.


"Waahh, aromanya sih ini enak banget." puji Vina jujur.


"Ayo sarapan sebelum dingin." ajak Arkha.


Vina langsung menarik kursi dihadapannya, begitu juga dengan Arkha.


Hasil masakan Arkha ternyata sesuai dengan penampilan dan juga aromanya.


Setelah selesai, Vina langsung mencuci piring.


"Tuan, saya berangkat dulu ya. Terima kasih sudah membuatkan sarapan yang enaaakk sekali." ucap Vina sembari mengangkat dua jempolnya.


Arkha pun terkekeh.


"Sama-sama." balasnya.


Tak lupa Vina mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Arkha. Namun, Arkha langsung menarik tangan Vina agar masuk ke dalam pelukannya.


"Jangan pernah diam-diam bertemu dengan laki-laki itu lagi ya." pinta Arkha.


"Saya tidak pernah memiliki janji untuk bertemu dengan dia atau siapapun. Hanya saja tiba-tiba dia muncul di hadapan saya, Tuan." balas Vina.


Arkha tersenyum tipis sembari mengusap kepala Vina.


"Seharusnya kamu tidak perlu bekerja di luaran sana. Kamu bisa gunakan kartu yang sudah saya berikan. Tapi, saya tidak bisa memaksa, karena kamu pasti akan terasa bosan jika terus-menerus di apartemen."


"Terima kasih atas pengertiannya." ucap Vina.


"Hati-hati dijalan, ataupun ditempat kamu bekerja." balas Arkha lalu mengunci bibir Vina sehingga membuat istrinya tidak bisa menjawab dengan kata-kata.


"Maaf Tuan, nanti saya terlambat." ucap Vina yang terpaksa harus menyudahinya.


"Sorry, saya terlalu menikmati." balas Arkha.


Setelah Vina sudah keluar, Arkha pun langsung bergegas untuk siap-siap. Hari ini ia jauh lebih semangat. Senyumnya pun terus mengembang sejak tadi.

__ADS_1


__ADS_2