
“Siapa namamu?” tanya Varen yang terbang berdampingan dengan Venesis untuk mencairkan suasana. Padahal Varen tahu namanya dari analisa sistem, tapi dia berpura-pura saja tidak tahu. “Aku Varen Arsha seorang ras Imperium.”
“Ya, aku tahu. Aku Venesis dari ras Demon kasta Necromancy,” balas Venesis dengan menundukan wajah.
Dia sangat malu dengan kastanya itu. Kasta Necromancy merupakan kasta terendah dalam kasta ras Demon. Kasta ras Demon terdiri dari Necromancy, Behemoth, Astaroth, Diablo, dan Lucifer.
Semakin rendah kastanya tentu saja mendapatkan perlakukan buruk. Semua kasta itu ditentukan melalui ujian pemindaian jumlah energi Burst dalam tubuh dan semua zona memberlakukan sistem kasta tersebut.
Semakin tinggi poin Burst dan kepadatan partikel Burst di dalam wadah energi, maka semakin tinggi pula kasta mereka.
“Masalah kasta ya?” celetuk Varen dengan menyunggingkan senyum. Seba dia sudah tahu dan membaca gestur tubuh Venesis saat mengucapkan kata kasta Necromancy seolah penuh kebencian.
“Aku rasa semua orang berhak mengubah takdirnya, karena genome DNA di dalam tubuh setiap makhluk hidup juga terus berevolusi, beregenerasi dan juga berakselerasi ke arah yang lebih baik, bukan?” sambung Varen.
“Kamu benar. terima kasih telah menyadarkanku. Aku akan berusaha menjadi lebih kuat.”
Venesis meguatan tekadnya dengan kedua tangannya dikepalkan kuat-kuat. Lalu terbang bersama Varen ke ketinggian 200 meter dan mengaburkan pandangan tentara zona Warlord dengan kabut hitam, “Dark Fog!”
“Agak mendekat!” pinta Varen dan Venesis melajukan kecepatan terbangnya agar lebih dekat dengan tentara zona Warlord yang sudah menyebar ke berbagai arah. “Waktunya beraksi! Quick Shot: Corrosive Poison!”
Varen mengalirkan energi Burst ke Gauntlet Crossbow yang berada di kedua lengan atasnya. Lalu membidik dengan pandangan Eagle, tampak jelas setiap ubun-ubun tentara zona Warlord. Walaupun terhalang kabut hitam dan jarak 200 meter dari tempat Varen yang sedang melayang.
JLEB! JLEB!
Kepala tentara zona Warlord satu persatu tertembus anak panah pendek berwarna ungu yang dilontarkan sangat cepat dari kedua Gauntlet Crossbow.
Kepala mereka langsung meleleh menjadi cairan ungu sangat cepat dan belum sempat berteriak ataupun memekik.
Venesis dibuat kagum oleh kemampuan Varen dalam menembakkan anak panah yang begitu jitu dan sangat akurat. Ditambah lagi, Varen menembakkan anak panahnya bukan keadaan diam.
Gadis bertanduk merah tersebut melakukan manuver-manuver ekstrim pada tubuh Varen yang sedang terbang dalam kendalinya dengan kecepatan tinggi, agar bisa cepat membabat semua tentara zona Warlord.
Dalam kondisi seperti itu pun, Varen tetap mampu mengenai ubun-ubun setiap tentara ona Warlord dan membuatnya tewas seketika dengan tubuh luruh menjadi cairan ungu.
__ADS_1
JLEB! JLEB!
Setelah berhasil menumbang 60 anggota tentara zona Warlord, tiba-tiba tubuh Varen dan Venesis oleng.
“Apa yang terjadi?” tanya Varen panik.
“Aku mulai kehabisan energi Burst,” jawab Venesis panik juga, “Skill Dark Fly menguras energi Burst milikku setiap detik.”
“Kembali! Turunkan aku selama kau bisa,” pinta Varen dan mengganti Gauntlet Crossbow menjadi Black Fang, yakni katana berbilah hitam.
Venesis menurunkan secepat mungkin tubuh Varen dan dia mulai terbang ke arah kamp bawah tanah meninggalkan Varen yang sudah di luar jangkauan kendalinya.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan 150 poin pengalaman karena telah menghabisi monster rank Elite ⭐2]x60
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Elite ⭐3. Untuk naik ke rank Elite ⭐4 dibutuhkan 4500 poin pengalaman lagi]
[Ding Dong! Selamat, tuan berhasil mengevolusikan job Crossbowman menjadi job Arch Ranger. Senjata Gauntlet Crossbow telah dikonversi menjadi senjata Great Bow dan semua skill job Crossbowman telah dihapus]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menguasai job Arch Ranger dan mendapatkan skill Hyper Shot, White Wind, Chakra, dan Big Shot]
Tubuh Varen terus meluncur cepat ke permukaan tanah. 40 tentara zona Warlord yang merasa mereka telah diserang segera berkumpul dalam satu barisan.
Saat itu kapten mereka yang bernama Kimiko melihat Varen meluncur ke arahnya, “Semua bersiap! Musuh datang! Tembak!” teriaknya.
“Mega Slash!”
Varen mengayunkan Black Fang secara vertikal dan mengeluarkan bilah energi berbentuk siluet sirip hiu yang sangat besar berwarna merah darah ke arah Kimiko.
SWUSH!
Proyektil-proyektil peluru yang ditembakan ke arah Varen luruh menjadi debu setelah terhantam oleh siluet tersebut dan menghantam permukaan tanah.
BOOM!
__ADS_1
Kepulan debu dan asap tebal menghalangi pandangan Varen. Bersamaan itu pula semua tentara terpental termasuk Kimiko dengan jeritan yang sangat keras.
Varen segera mengganti senjata dengan Black Dagger dan berpindah tempat saat tubuhnya akan menghantam permukaan tanah yang tandus, “Flying Thunder God!” serunya.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan 150 poin pengalaman karena telah menghabisi monster rank Elite ⭐2]x39
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Elite ⭐4. Untuk naik ke rank Elite ⭐5 dibutuhkan 11.650 poin pengalaman lagi]
[Ding Dong! Selamat, tuan berhasil mengevolusikan job Knight menjadi Prime Knight. Senjata Black Fang telah dikonversi menjadi senjata Soluna dan semua skill job Knight telah dihapus]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menguasai job Prime Knight dan mendapatkan skill Highlander Assault, Soul Edge, Unlimited Blade, Birth Of Blade]
Kepulan asap mereda, 20 Combat Drone yang dikendalikan oleh Vivi menembaki kepulan asap yang baru saja mereda. Sebab dia melihat Kimiko sang rubah perak masuk dalam mode pertama rubah berekor sembilan, yakni tubuh manusia setengah rubah berekor sembilan.
KLANG! LANG!
“Sial, dia dari keluarga Nekomata,” gumam Vivi melihat dari monitor panel hologram yang terhubung ke kamera Combat Drone. “Kamu, bantu Varen! cepat keluar!”
“Ba-baik.” freya mengangguk dan mengeluarkan kedua sayap malaikatnya. Lalu terbang keluar dari lubang kamp bawah tanah menuju ke arah Varen.
“Grrrr … sniff … sniff ….” Kimiko menggeram dengan air liur membasahi kedua sudut bibirnya dan menampakan gigi-gi tajamnya berbaris seperti bilah gergaji. “Hurricane Blade!”
Kimiko mengibaskan kedua cakarnya dan membentuk pusaran angin tornado yang memotong apapun yang dilewatinya.
SWUSH! SLASH
Pusaran angin tornado tersebut menyebar ke berbagai arah. Kimiko sangat marah dan menargetkan Varen yang telah membunuh semua anak buahnya.
Tubuh Varen terus berkedip untuk berpindah tempat dengan skill Flying thunder god agar tak terkena sayatan pusaran angin tornado.
Mata Kimiko terus berkeliling mencari keberadaan Varen dan memprediksi gerakan selanjutnya dimana Varen akan muncul. Dia sudah mendapatkan titik pasnya dan melesat ke arah Varren yang akan muncul di sebelah selatan dengan kedua cakar yang sudah terhunus tajam.
SLASH! SLASH
__ADS_1
Kedua bahu cyborg armor suit tipe F yang melindung kedua bahu Varen hancur dan kedua bahunya terkena luka sayatan kedua cakar milik Kimiko