
Varen dan Giro pun pergi setelah Giro mempersiapkan bekal untuk mereka berdua keluar dari kota Groztel.
Mereka berdua berjalan cepat keluar dari Akademi Magna setelah menunjukan suatu rekomendasi dari Master Kal-El pada penjaga pintu gerbang Akademi Magna.
Namun Evelyn yang penasaran mengikuti Varen dan Giro menggunakan mobilnya tanpa diketahui oleh mereka berdua.
“Arshael, maafkan aku yang telah menghinamu,” kata Giro dengan tertunduk sesal sambil berjalan berdampingan bersama Varen.
“Sudah, tidak perlu meminta maaf. Kita ini teman dan aku sangat mengerti perasaanmu yang terlalu didiskriminasi karena memiliki kasta Fallen Angel,” balas Varen dengan tersenyum lebar ke arah Giro dan dilakukanya senatural mungkin.
Giro yang terlalu senang dengan balasan kata-kata dari Varen pun berlari dengan penuh semangat agar bisa keluar dari kota Groztel.
Varen pun segera berlari cepat dengan muka tertutup topeng cyborg berwarna putih.
Evelyn yang tak bisa mengikutinya keluar dari mobil dan memarkirkan mobilnya dengan sembarangan. Lalu menekan headset humagear di telinga kiri untuk mengeluarkan sepatu roda pada sepatunya.
Lalu mengejar Varen dan Giro yang berlari sangat cepat dengan kecepatan secepat peluru menyusuri jalanan kota Groztel yang selalu ramai.
Di luar tembok kota Groztel, Vercom sudah menunggu Varen dan berubah menjadi Kelelawar hitam kecil.
“Tuan, aku sudah menunggu 1 km dari tembok kota Groztel,” kata Vercom melalui komunikasi telepati.
“Baik.”
Varen pun sudah melewati tembok kota Groztel dan menuju sebuah hutan yang cukup beracun. Giro sama sekali tidak curiga, karena sudah 100% mempercayai Varen.
“Kenapa mereka berdua menuju hutan Mandrake?” pikir Evelyn yang terus mengejar mereka berdua sambil menyembunyikan dirinya, agar tidak dapat dideteksi oleh Varen juga Giro.
Setelah tiba di tempat yang ditunjukan oleh Vercom, Varen pun berhenti berlari, “Kita akan latihan disini dan tidak akan kembali sampai kau bisa,” tutur Varen.
__ADS_1
“Baik, kawan. Lalu apa yang harus aku lakukan?” Giro pun mengangguk tapi bingung apa yang harus dilakukan pertama kali untuk memulai latihannya.
“Mudah saja, alirkan energi Burst milikmu pada ranting ini!” Varen memberikan ranting pohon yang sudah diberi racun tidur dengan skill darkness Eyes, “Bayangan partikel energi Burst milikmu menyatu dengan molekul partikel ranting kayu tersebut dahulu.”
Giro pun melakukan seperti yang dituturkan oleh Varen dengan mengalirkan energi Burst miliknya ke ranting yang sudah dipegangnya.
Detik demi detik, menit demi menit, hingga berganti jam demi jam Giro terus berusaha melatih skill Charge. Sampai sudah 8 jam dan Varen sudah ketiduran Giro berhasil menyatukan partikel energi Burst dengan molekul partikel ranting kayu tersebut.
Namun masih belum sempurna karena hanya menyatukan dua kali lipat partikel energi Burst ke ranting tersebut. Skill Charge tersebut harus meningkatkan kekuatan partikel suatu objek itu sampai 10 kali lipat.
“Hore, aku berhasil!” teriak Giro mengangkat ranting yang diselimuti aura hitam itu keatas. “Arshael, aku berhasil! Aku berhasil Arshael!”
Varen pun terbangun mendengar teriakan Giro dan mengucek matanya. Dia memang mengatur racun tertidur tersebut sampai saat Giro berhasil menguasai skill Super Charge.
Suasana sudah berganti malam bulan purnama yang sebentar lagi akan terjadi gerhana bulan.
Di dalam hutan Mandrake sangat gelap dan banyak suara-suara jangkrik bertebaran dan kunang-kunang wara-wiri terbang mengelilingi mereka berdua.
"Charge!" seru Giro sambil memegang kuat-kuat ranting sepanjang 1 meter itu seperti memegang pedang dan berhasil menyelimuti ranting tersebut dengan aura hitam yang mendesis kuat, hingga menciptakan deru angin yang kencang di sekitarnya.
Evelyn melihat dari balik semak-semaka terkejut, matanya melebar setelah melihat Giro mampu menguasai skill penguatan partikel dan skill tersebut menurutnya sudah sangat kuat.
Akan tetapi Evelyn sangat kecewa ketika melihat Varen yang memakai topeng Regalia masih baik-baik saja.
Padahal topeng tersebut memiliki racun untuk menyedot semua energi Burst miliknya dan ditransfer ke topeng Regalia lain yang sekarang dipakainya.
Dengan metode tersebut, Evelyn akan naik rank dengan cepat tanpa perlu meminum Evolution Potion maupun berlatih keras menggunakan metode penyerapan Burst Core.
"Ayo naIkan energinya!" seru Varen dengan penuh antusias.
__ADS_1
"Aaaargh! Super Charge!" seru Giro dan menaikan Tingkat kepadatan partikel yang menyelimuti ranting yang dipegangnya menjadi 100 kali lipat.
Ranting tersebut diselimuti aura hitam yang sangat mendesis kuat, hingga terjadi fluktuasi udara disertaI deru angin yang sangat kencang, membuat pepohonan disekitarnya berlenggak-lenggok bergoyang terkena deru angin tersebut.
Saat itu pula gerhana bulan terjadi dan satu detik kemudian kutukan tidur yang ditempatkan di dalam ranting tersebut bereaksi.
Mata Giro langsung terpejam dan membuat tubuhnya ambruk ke permukaan tanah.
Vercom yang sedang bertengger di salah satu dahan pohon berubah menjadi kepulan asap yang hitam dan memunculkan tubuh sejatinya yang seorang Vampir.
Evelyn membulatkan mata, “Oh, tidak. Itu adalah ras Demon?!”
Dia pun ketakutan dan langsung mengendap-endap mundur untuk menjauh dari lokasi tersebut. Tapi rasa penasarannya lebih tinggi untuk melihat apa yang akan dilakukan Varen terhadap Giro.
“Bite Disease!” seru Vercom dan melayang turun ke arah Giro. Kemudian membuat tubuh Giro melayang di depannya dengan leher yang sudah lunglai dan siap dimangsa olehnya.
Mulut Vercom tanpa basa-basi lagi langsung menggigit leher Giro dan menghisap darahnya hingga habis.
Varen yang sudah terkoneksi jianya dengan Vercom pun merasakan lidahnya mengalir sebuah cairan merah yang sangat manis dan manik matanya yang berwarna biru berubah menjadi warna ungu secara otomatis.
Tubuh Evelyn tambah gemetar setelah melihat Vercom menghisap darah Giro sampai habis, hingga tubuhnya seputih kertas.
Gerhana bulan pun berhenti dan menampakan bulan purnama yang sangat terang dengan bulatan bulan yang sangat besar yang disebut fenomena supermoon.
Vercom berubah menjadi kepulan asap dan sap hitam tersebut masuk ke dalam dua lubang bekas gigitan Vercom sendiri yang berada di leher Giro.
Saat itu pula Giro bangkit dengan jiwa milik Vercom, karena Giro yang asli sudah tewas. wajah Giro langsung menyeringai dengan manik mata yang merah menyala yang sangat terang menyibak kegelapan hutan Mandrake.
Varen sudah tahu jika dirinya dan Giro telah diikuti oleh Evelyn. Jadi membiarkan sang Master melihat dirinya membunuh Giro.
__ADS_1
Lagian semua orang tidak akan percaya dengan fakta yang dituturkan oleh Evelyn, jika dia melaporkannya pada pengawas Akademi Magna. Karena Vercom merasuk ke dalam tubuh Giro bukan hanya jiwanya saja yang masuk, tapi juga dia bisa meniru 100% semua sifat Giro dan itu yang tak bisa dibantah oleh Evelyn.