Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 22


__ADS_3

Mereka berdua akhirnya tiba di salah satu lantai dimana General Hendropriyono mengatur semua anak buahnya.


Seorang pria paruh baya setinggi 2 meter, memakai Cyborg Armor Suit berwarna hitam dengan topi tentara berwarna hitam sedang duduk di kursinya melihat beberapa dokumen berisikan semua misi anak buahnya tersebut.


“Lapor General! Major Luki Alamsyah datang membawa tamu penting!” tegas Luki sambil mengambil sikap hormat tentara pada General Hendropriyono.


Pria paruh baya itu langsung mendongakan kepala dan matanya tertuju ke arah Varen. Dia memindai dari ujung kaki hingga ujung kepala dan tatapan matanya berubah menjadi nanar.


“Berani kau datang kemari setelah membantai 2000 anak buahku!” geram General Hendropriyono sambil menggebrak meja dengan menggertakan gigi.


“Mohon maaf General Hendropriyono. Sebagai seorang mantan tentara zona Dracones dan juga pemilik wilayah Altelier City yang telah ditinggalkan semua zona.”


“Apakah aku tidak boleh mempertahankan wilayahku dari para penjajah yang ingin mengambil sesuatu dari wilayahku itu?” Varen menanggapi amarah general Hendropriyono dengan kepala dingin.


“Tentu tidak,” jawab General Hendropriyono dengan nada tegas dan melanjutkan, “Tapi wilayah Altelier itu bukan milik siapa-siapa. Jadi siapapun berhak mengambil apapun yang berada disana.”


“Termasuk pepohonan Imperial yang aku tanam susah payah yang mengorbankan nyawa, tenaga, dan waktu? Lalu kenapa zona Cybertron tidak membentuk kota seperti Altelier City di wilayah Altelier. Disana masih luas bukan wilayahnya? Lalu jika aku melakukan hal yang sama pada zona Cybertron, apakah itu dibenarkan?” balas Varen dan membuat General Hendropriyono mati kutu.


“Kenapa diam General? Apakah kita perlu berseteru tentang hal yang sepele seperti ini? Jika kalian memang tidak mau membawa jalur diplomasi dengan Altelier City. Maka jangan salahkan kami akan membuka jalur perdagangan dengan semua zona untuk menjual ini,” sambung Varen mengeluarkan botol cairan merah dan botol cairan ungu, lalu menunjukkannya pada General Hendropriyono.


“General, sebaiknya pertimbangkan kembali Altelier City yang ingin bekerja sama dengan zona Cybertron,” pinta Major Luki.


“Lalu bagaimana dengan prajurit dan kawan-kawan kita yang telah dia bunuh, hah!” bentak General Hendropriyono.


“Aku akan memberikan kompensasi 100.000 Elixir Potion dan pengajuan syarat agar Zona Cybertron menjadikan Altelier City sebagai sekutu,” tegas Varen mengeluarkan 5 kotak besar berisikan Burst potion, masing-masing kotak bersihkan 1000 botol cairan merah.

__ADS_1


General Hendropriyono tidak bisa memutuskan, karena yang berhak memutuskan adalah Emperor Lord Sigma selaku pemegang jabatan tertinggi di zona Cybertron.


“Baiklah, aku akan membawamu menemui Emperor Lord Sigma.”


General Hendropriyono tidak bisa membantah lagi, setelah merasakan tangan kiri Major Luki yang memiliki fluktuasi energi Burst yang sangat pekat dan energinya sangat persis dengan botol cairan ungu yang berada di tangan Varen.


Major Luki, General Hendropriyono dan Varen masuk ke dalam lift yang mempunyai fungsi bisa teleportasi.


Tubuh mereka berkedip dan berteleportasi ke dalam gedung pemerintahan Reploids Anunnaki yang menjadi pusat pemerintahan zona Cybertron.


Merekaa bertiga kelaar dari dalam lift yang sangat dijaga ketat, para penjaga menyapa mereka dengan bersikap hormat tentara pada General Hendropriyono dan Major Luki.


Lalu berganti lift yang mengantarkan mereka pada lantai yang paling atas, dimana ruangan Emperor Lord Sigam berada.


Sesampainya di lantai atas, mata Varen berbinar-binar dengan semua teknologi yang dimiliki oleh zona Cybertron. Mulai dari lift teleportasi dan lift anti gravitasi.


General Hendropriyono menghela nafas panjang, dan berkata, “Mau tidak mau kita harus terus berevolusi. Jika tidak, kita akan hanya menjadi bulan-bulanan monster lain ataupun zona lain seperti ras Imperium.”


“Ya, itu benar General. Aku juga bukan orang munafik yang tidak menganggapku ras Imperium adalah ras lemah dan terbelakang. Tapi anggapan kalian akan berubah terhadap ras Imperium akan berubah setelah melihatku menunjukan sesuatu di depan pemimpin kalian,” balas Varen tersenyum licik ke arah General Hendropriyono.


Major Luki tidak berani masuk ke dalam aula Reploids Anunnaki. Hanya General Hendropriyono dan Varen yang masuk.


Sebab aula Reploids Anunnaki adalah wilayah khusus yang tidak boleh sembarangan masuk, dan para pejabat tinggi zona Cybertron yang mempunyai izin khusus yang diizinkan masuk.


Tampak seorang pria setinggi 3 meter sedang duduk di singgasananya. Rambutnya berwarna putih acak, jubah putihnya menjuntai sampai ke lantai, memiliki gauntlet (sarung tangan cyborg) dan greaves (sepatu cyborg) berwarna biru pekat yang terpasang di kedua lengan juga betisnya.

__ADS_1


Melihat General Hendropriyono membawa seorang ras Imperium, Sigma langsung murka, “Bangsat kau Hendropriyono! Kau ingin menghinaku, hah!”


“Maaf, Emperor Lord!” General hendropriyono langsung berlutut satu kaki dengan pandangan menunduk ke permukaan lantai, “Aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi aku hanya ingin membawa Varen Arsha pemimpin dari Altelier City datang menemui paduka.”


“Pull Of Universe!” Sigma mengarahkan telapak tangannya ke arah Varen dan tubuh pria berambut jingga tersebut tertarik ke arah cengkraman tangannya. Lalu dicengkeram lehernya kuat-kuat. “Berani kau datang kesini manusia sampah! Misi apa yang kau bawa sampai-sampai berani mengotori tempat suciku?”


“Bi-biarkan aku bi-bicara paduka,” lirih Varen dengan nada sesak.


Kemudian tangan besar itu melepaskan cengkramannya dari leher Varen, “Aku memang telah membunuh 2000 tentara zona Cybertron. Tapi sebagai kompensasi aku akan memberikan 100.000 Elixir Potion.”


“Kalau zona Cybertron mau menjadi sekutu kami untuk melawan zona Dracones dalam perang antara Altelier City dengan zona Dracones, maka aku sebagai pemimpin Altelier City akan memberikan 500.000 botol Burst Potion secara gratis sekarang juga.”


“Hahaha …. Jika hanya Burst Potion kami juga punya banyak ada jutaan. Apa bedanya dengan Burst Potion yang diproduksi oleh Altelier City?” tanya Sigma dengan tertawa sinis.


Varen mengeluarkan satu botol cairan ungu dan memberikannya dengan berlutut satu kaki dan menunduk hormat pada Sigma, “Kelebihannya adalah efektifitas 100% dan ini contoh dari produk terbaru kami Elixir Potion yang bisa memulihkan energi Burs dan semua luka termasuk kehilangan anggota tubuh.”


Sigam tersenyum simpul, tapi masih tetap sangsi dengan apa yang Varen tuturkan. Lalu dia menenggak cairan ungu tersebut hingga habis dan terjadi fluktuasi energi Burst di dalam wadah energi miliknya. Bukan hanya itu, penyakit ras Reploids yang sangat berbahaya pun yang dialami oleh Sigam yang bernama demam karat pun langsung sembuh.


“Sialan!” Sigam membanting botol kosong itu ke permukaan lantai, hingga hancur berkeping-keping daan melanjutkan, “Dekrit Emperor Lord Sigma memutuskan, Altelier City adalah sekutu zona Cybertron dan akan membantunya dalam perang melawan zona Dracones!”


Varen melebarkan mata, dia tak menyangka Emperor Lord Sigma akan cepat menyetujui usulannya untuk bekerja sama dengan Altelier City.


“Paduka, ini adalah tanda kalau zona Cybertron dan Altelier City merupakan sekutu.” Varen mengeluarkan lima kotak berisikan 4998 botol Elixir potion dari inventaris sistem. “5000 botol Burst potion sudah aku serahkan ke General Hendropriyono. Sisanya akan aku buat sekarang. Flyin Spatial God!”


Emperor Lord Sigma dan General Hendropriyono terkejut melihat varen masuk ke dalam lubang warp. Pasalnya, ras Iperim merupakan ras yang sangat lemah dan tak mungkin bisa menggunakan skill yang berjenis teknik ruang dan waktu tersebut.

__ADS_1


Varen tiba-tiba muncul di depan Rothschild yang sedang duduk di kursi kaantornya dengan raut muka khawatir menunggu kabar dari Varen.


__ADS_2