
Mobil milik Evelyn terus berjalan dengan sistem kemudi otomatis atau auto pilot. Sedangkan Varen langsung mengaktifkan Curse Eyes untuk menghipnotis Evelyn agar tersadar dari hasratnya yang tiba-tiba berlebihan, sebab Varen tak mau mengkhianati Ayudisha.
“Maaf-maaf,” kata Evelyn yang tersadar dari rasa hasratnya yang terlalu berlebihan dan kembali duduk di kursi kemudi, serta merapikan bajunya. “Kita akan menggunakan lubang warp untuk mempercepat perjalanan ke Groztel.”
Mobil milik Evelyn masuk ke dalam lubang warp setelah Evelyn menekan tombol di setir mobil. Teknologi warp pada mobil merupakan proyek teknologi yang berhasil dikembangkan oleh Evelyn sendiri yang seorang engineering seperti Pradana.
Mobil itu keluar dan langsung berada di jalan yang menuju kota Groztel yang dijaga ribuan malaikat bersayap delapan. Sebab ada informasi, bahwa kota tersebut memiliki pangkalan militer tersembunyi yang sedang mengembangkan senjata pemusnah massal bernama Arcadia.
“Berhenti!” teriak salah satu Commander pasukan kota Groztel yang membawa tombak berbilah ganda.
Mobil milik Evelyn pun langsung berhenti mendadak, karena tiba-tiba sang Commander terbang berada di depan mobilnya.
Evelyn pun keluar dengan mengeluarkan kartu horcrux dari Akademi Magna. Ternyata Evelyn adalah guru tertinggi baru di bidang teknologi di Akademi Magna.
“Ma-maaf, MAster Evelyn. Kami tidak tahu jika itu anda. Silahkan anda melanjutkan perjalanannya,” kata sang Commander dengan tersenyum ramah.
Evelyn mengulas senyum tipis pada sang Commander, lalu masuk ke dalam mobilnya menuju Akademi Magna yang satu jam lagi akan mengadakan tes masuk untuk penerimaan murid baru.
Dalam penerimaan murid baru tersebut, ternyata tidak semua murid yang mendaftar adalah ras Angel. Tapi semua ras dan Akademi Magna menyatakan diri sebagai Akademi yang menerima semua ras di seluruh dunia.
Mobil pun telah sampai di depan Akademi Magna, akademi yang lebih mirip seperti bangunan Katedral yang dikelilingi bangunan-bangunan kuno di Inggris.
“Silahkan turun! Aku harap kamu bisa masuk dan topeng itu hadiah untukmu. Semoga kita bisa bertemu lagi,” kata Evelyn yang sudah membukakan pintu untuk Varen.
Tanpa disadari oleh Varen, energi Burst miliknya yang sangat banyak, terus terkuras karena topeng Regalia yang dipakai olehnya.
Varen kembali menekan tombol headset humagear di telinga kanan untuk menutupi wajahnya, supaya tidak dikenali oleh semua orang.
Kemudian Varen melangkahkan kakinya menuju gerbang Akademi dan menunjukan identitas khusus yang diberikan oleh Evelyn sebelumnya. Intinya Varen mendapatkan rekomendasi dari Evelyn.
Melihat kartu yang disodorkan Varen, kedua penjaga mempersilahkan Varen masuk dan dia merupakan peserta terakhir yang datang. Sebab setelah Varen masuk, pintu gerbang Akademi Magna langsung ditutup dan peserta lain yang datang otomatis tidak bisa mengikuti ujian tes masuk.
Di dalam halaman Akademi Magna yang sangat luas dan dikelilingi gedung-gedung bergaya bangunan Inggris kuno, sudah banyak monster dari berbagai ras yang sudah berbaris rapi.
__ADS_1
Raut muka mereka sangat tegang dan serius, sebab baru pertama kali Akademi Magna membuka ujian tes masuk yang mengizinkan berbagai ras untuk mengikutinya.
Sang kepala pengawas ujian pun berpidato menjelaskan peraturan, jenis ujian yang harus mereka ikuti, dan standar nilai yang harus mereka capai, agar bisa lulus.
Varen yang berada di barisan paling belakang memperhatikan dengan sangat seksama.
“Semua peserta yang sudah hadir otomatis langsung terdaftar. Tapi kami hanya menerima 100 orang murid pada tahun ajaran tahun ini!” teriak sang kepala pengawas melalui microphone.
Mereka langsung digiring ke dalam energi Chamber sesuai barisan masing-masing untuk langsung diuji kepadatan partikel energi mereka, dan langsung diputuskan siapa yang lulus atau tidak.
Satu persatu calon peserta masuk ke dalam Energy Chamber dan ujian yang aneh pun dimulai.
Setiap peserta yang tidak lulus akan langsung dijebloskan ke dalam lubang yang berada di bawah kaki mereka. Ternyata pijakan yang mereka injak adalah lubang jebakan yang menuju penjara budak yang berada di ruang bawah tanah Akademi Magna.
Mereka akan dipekerjakan sebagai budak untuk menambang Enomia Core, yakni Core berjenis Potion yang digunakan untuk membangkitkan senjata Arcadia yang sedang dikembangkan oleh zona Seravee.
Akademi Magna hanya menjebloskan para peserta yang bukan dari ras Angel dan tanpa diketahui oleh peserta yang berada di luar Energy Chamber. Walaupun peserta tersebut memiliki kepadatan partikel energi yang tinggi atau kasta yang tinggi.
Ibu jarinya ditempelkan ke alat pemindai identitas di mesin uji kepadatan energi seperti mesin ATM.
[Ding! Menganalisis kepadatan partikel energi]
[0% … 50% … 100%]
[Ding! Proses analisa berhasil]
<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^<>
[Nama: Arshael]
[Ras: Angel]
[Kasta: Archangel]
__ADS_1
[Status: Lulus]
<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^<>
Varen pun terkejut melihat layar antarmuka di mesin penguji kepadatan partikel energi di depannya.
Pasalnya nama dan ras miliknya telah berubah. Tentu saja hal itu membuatnya bingung.
Ternyata tanpa disadari oleh Varen, topeng Regalia yang dikenakannya telah berevolusi dan bisa membuat Genome DNA miliknya berubah sesuai situasi. Intinya topeng regalia mempunyai kecerdasan sendiri yang bisa membuat penggunanya bisa beradaptasi dengan keadaan di sekitarnya dengan sangat cepat tanpa harus diperintah oleh sang pengguna.
Kepala pengawas yang sedari tadi Terus memperhatikan Varen dari masuk sampai keluar dari energy Chamber. Betapa terkejutnya dia saat Varen yang dianggap akan dijebloskan penjara oleh mesin bernama Chamberity tersebut, malah Varen keluar dari Energy Chamber dengan 10 sayap di punggungnya dan itu berarti Varen seorang Archangel.
Baru kali ini ada seorang ras Angel yang menurut sang pengawas memiliki kasta Archangel dengan 10 sayap berwarna merah dan itu sangat-sangat langka.
Kepala pengawas ujian secara pribadi mendekati Varen dan menggingnya langsung asrama yang akan ditinggalinya. Sebab dia akan mendapatkan fasilitas khusus seperti seorang ras Angel berkasta Archangel yang lainnya.
"Arshael, ikut aku!" ajak Dirgael.
Varen pun mengikutinya dari belakang dan sangat curiga saat melihat 99 pendaftar yang lolos semuanya berasal dari ras Angel dan 900 peserta lain tidak tampak lagi di halaman.
"Vercom, kamu berada dimana?" panggil Varen dalam batinnya.
“Aku berada di luar kota Groztel tuan,” sahut Vercom melalui telekomunikasi telepati.
“Bisakah kau masuk ke dalam kota dan selidiki keberadaan pangkalan militer tersembunyi di Groztel?" titah Varen.
"Tidak bisa tuan. Penjagaannya terlalu ketat, walaupun aku berubah dalam bentuk mode Kelelawar pun mereka bisa mendeteksinya, kecuali …."
"Kecuali apa?" potong Varen penasaran.
Vercom sudah tahu jika Varen berada di dalam kota Groztel dan berkata, "Kecuali tuan bawakan aku satu mayat ras Angel keluar dari dalam kota dan aku akan merasukinya."
"Baik, akan aku bawakan. Tapi tunggu saja diluar sampai aku langsung memberitahukannya padamu," balas Varen dan selanjutnya komunikasi terputus, karena Varen tiba-tiba ditepuk pundaknya oleh seseorang.
__ADS_1