
***
Satu bulan kemudian.
Varen selama satu bulan terus berlatih dan melatih Vercom untuk lebih kuat. Tapi Vercom yang merasuki tubuh Giro belum menemukan titik pasti keberadaan pangkalan militer zona Seravee.
Semua anggota keluarga Cabal bungkam seribu bahasa. Pikiran mereka juga seperti disegel oleh skill penyegelan yang sangat kuat. Alhasil Vercom dan Varen selalu gagal mendapatkan informasi keberadaan pangkalan militer tersembunyi milik zona Seravee di Groztel.
Bukan hanya masalah Varen yang belum menemukan pangkalan militer tersembunyi. Di dalam Akademi pun mereka berdua dikucilkan akibat kasus yang melibatkan Evelyn.
Diam-diam Evelyn mengirimkan anak buahnya masuk ke akademi dan menjadi murid untuk menyebarkan fitnah bahwa Varen adalah seorang ras Demon yang menyamar menjadi ras Angel.
“Halo tuan tolol! Bagaimana hidup dibawah tekanan para murid dan Master di akademi ini?” cibir Minka dengan tersenyum sinis sambil menyandarkan bahunya di dinding.
“Hah?” Varen mendekatkan telinganya ke bibir Minka yang begitu tebal dan seksi, “Aku tak mendengarnya.”
Dia memang sengaja melakukannya agar telinga itu dicium oleh bibir Minka, untuk meledeknya karena selalu saja buat gara-gara dengan Varen.
“Minggir!” Minka yang tak sengaja mencium telinga VAren mendorong kepalanya, “Aku tak sudi berdekatan denganmu!”
“Aku juga najis berdekatan dengan perempuan yang munafik dan suka menciptakan berita-berita palsu. Aku sih tak peduli dengan mereka, toh pada akhirnya mereka akan ….”
Varn menepuk kedua telapak tangannya dengan sangat keras, memberikan isyarat jika kota Groztel dan juga zona Seravee akan hancur dibombardir oleh zona Abyss. Saat Varen menemukan keberadaan pangkalan militer rahasia di kota Groztel.
Namun sayangnya Minka tidak mengerti dengan isyarat yang ditunjukan ole Varen. malah dia mencibirnya, “Membuat diriku hancur itu hanya sebuah kemustahilan. Aku pasian kau akan dikeluarkan dari dalam Akademi Magna ini, tuan tolol!”
“Oh, iyakah?” Varen menarik tangan Minka hingga dadanya dan dada Minka menempel. Bersamaan itu pula wajah Varen dan wajah Minka berhadap-hadapan. Lalu Varen ******* bibir Minka sesaat. “Itu pembayaran uang muka untuk orang yang sudah memfitnahku, hahaha ….”
__ADS_1
“Najis, cuih!” Minka pun meludah dengan kasar dan menampakan dirinya bahwa gadis berambut merah muda lurus tersebut ternyata seorang ras Imperium sama seperti Evelyn. “Aku tak sudi menerima pembayaran uang mukamu sialan! Tolol! Bangsat!”
Varen sudah jauh dan hanya terlihat punggungnya saja. Dia kabur setelah ******* bibir Minka yang begitu manis saat dihisap sesaat oleh bibir Varen dan mengingatkannya pada Ayudisha sang istri yang sudah satu bulan lebih tak dikunjunginya untuk bercocok tanam.
"Lebih baik aku pulang ke Gaymer. Siapa tahu Pradita bisa meningkatkan Mask Regalia ini. Flying Spatial God," gumam Varen dan langsung masuk ke dalam lubag warp di depan semua murid-murid akademi Magna yang sedang beristirahat santai.
Semua murid tercengang dengan mata membola, melihat Varen bisa skill ruang dan waktu. Mereka hanya mengira Varen hanya murid dengan kata Archangel yang memiliki sedikit kelebihan. Nyatanya kekuatan Varen tidak bisa dilampaui oleh para murid di akademi Magna.
Alangkah terkejutnya Varen saat keluar dari dalam lubang warp. Sebab mendapati kota Gaymer sedang digempur oleh pasukan ras Angel berkasta Ophanim, yakni malaikat bersayap empat.
Varen langsung bertindak dan mengalokasikan 500.000 pin skill untuk meningkatkan level skill Arc Of Divination. Dia berharap bisa mendapatkan Samsara Eye, tapi lagi-lagi dia gagal mendapatkan Samsara Eye.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah berhasil menaikan level Skill Arc Of Divination ke level 5 dan mendapatkan skill Emperor Eye]
[Skill Emperor Eye adalah kemampuan mata untuk menekan target lima level di bawahnya dan bisa dijadikan sekutu. Setelah target berhasil dijadikan sekutu, maka ras target berubah menjadi ras Deity]
Gelombang energi membentuk siluet bola berwarna hijau menyebar dengan cepat sejauh radius 500 meter ke udara.
Semua tentara zona Seravee yang berjumlah 1000 malaikat berkasta Ophanim langsung terbang limbung.
Satu persatu berjatuhan ke permukaan tanah terkena radiasi energi yang dikeluarkan Varen dari skill Emperor Eyes.
BOOM! BOOM!
Semua malaikat jatuh di luar kubah medan pelindung yang melindungi kota Gaymer. Hanya Ayudisha, Neo, Zero, Pradita, dan Axel yang tidak terkena tekanan aura kaisar milik Varen.
Bukan karena Varen tidak menargetkan mereka, tapi karena memang mereka berlima tidak terpengaruh.
__ADS_1
Keempat sayang semua malaikat itu langsung rontok, dan mereka semua berteriak kesakitan seperti tubuhnya ditusuk ribuan pedang secara bergantian.
Zirah lengkap yang mereka pakai pun langsung hancur berkeping-keping. Tubuh mereka menggeliat di permukaan tanah dengan kulit yang mulai mengelupas menjadi warna hitam.
Varen menyeringai dan sangat menyukai teriakan kesakitan yang dikeluarkan oleh mulut semua malaikat yang sudah tak berdaya oleh kekuatan Emperor Eyes.
Kulit hitam malaikat itu mengeras menjadi sebuah armor berwarna hitam dengan retakan lava berwarna merah.
“Bangkitlah pasukan ras Deity!” teriak Varen dengan raut muka menyeringai dan perlahan tubuhnya melayang keluar dari dalam medan magnet pelindung.
Otak Axel, Neo, dan Zero tiba-tiba terganggu. Merek sesaat mengingat ingatan masa lalu mereka. Tapi itu hanya sesaat dan melihat bayangan seseorang yang merupakan komandan mereka masing-masing saat berada di pesawat antar galaksi sedang memerintahkan mereka bertiga untuk memburu orang yang membawa Deity Core.
Ingatan itu hilang saat Varen melepaskan skill Emperor Eyes dan menandakan jika semua malaikat berkasta Ophanim telah menjadi pasukan ras Deity yang disebut Eternal Infernum.
Semua malaikat yang memiliki zirah hitam dengan retakan lava dan tidak membawa senjata apapun masuk ke dalam kota Gaymer aats izin Varen.
Karena pasukan Eternal Infernum yang berjumlah dua ribu malaikat tanpa sayap tersebut akan menjadi pasukan keamanan yang menjaga kota Gaymer.
Suara langkah kakinya sangat bergemuruh, semua personil pasukan Eternal Infernum menyebar ke seluruh wilayah kota Gaymer sesuai arahan Varen melalui telepati.
Pradita, Ayudisha, Axel, Neo, dan Zero hanya bisa melongo menyaksikan ribuan malaikat yang sudah berubah menjadi ras Deity menempati pos-pos tertentu di dalam kota yang menurut Varen itu penting.
[Ding Dong! Umur tuan telah dikurangi lima tahun karena menggunakan Emperor Eyes]
Varen mengernyit memandang panel hologram di depan matanya. Dia tak menyangka menggunakan skill Emperor Eyes bukan hanya menguras semua energi Burst miliknya, tapi juga mengurangi umurnya sebanyak lima tahun.
“Apa?! Ini bohong kan?!” kata Varen dengan mata membulat dan ingin rasanya muntah darah.
__ADS_1
[Ding Dong! Tidak tuan. Itu efek yang tuan harus terima, karena tuan telah berlebihan menggunakan Emperor Eyes dan merubah 2000 ras Aggel menjadi ras Deity]