Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 13


__ADS_3

***


Keesokan harinya, lubang kamp bawah tanah.


Sudah dua malam Varen begadang dan ternyata diperhatikan oleh Kimiko yang masih agak membenci Varen. Sampai-sampai Kimiko tidak tidur, hingga matahari keluar dari sarangnya.


“Hoaaam ….” Varen menguap, kelopak matanya sudah seperti mata panda dan melanjutkan, “Akhirnya formulanya selesai. Tak percuma juga aku begadang dua hari ini, skill pasif Quantum Brainwave membuat otak ini jadi encer seperti tahi ayam, hehehe ….”


Vivi, Freya, dan Venesis bangun. Mereka bertiga mulai mengerjakan tugas yang sudah disusun dan diatur oleh Varen untuk mereka bertiga.


“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Kimiko penasaran.


“Aku akan menjawabnya, tapi kau harus bekerja sesuai pengaturan dariku seperti yang lain. Satu hal lagi, kamu harus rela meninggalkan zona asalmu sekarang,” jawab Varen dengan nada tegas dan melanjutkan, “Aku juga tidak akan membiarkanmu keluar dari sini hidup-hidup. Mau pria maupun wanita, aku pasti habisi di tempat.”


“Kamu hanya ingin menawanku disini dengan semua persediaan makanan yang terbatas, dan kekuatan militer yang lemah seperti ini? Cepat atau lambat kalian akan mati disini dengan rencana tidak jelas kalian ini,” ejek Kimiko dengan raut muka sinis.


“Terserah kamu mau mengatakan apa, aku tak perduli. Setidaknya burung Feniks kecil pun untuk menjadi seekor Feniks dewasa, dia berawal dari telur bukan? Anggap saja aku ini telur saat ini. Tapi setelah melihat hasil dari apa yang telah aku rencanakan kelima zona pasti akan bersimpuh di hadapanku,” balas Varen dengan tersenyum licik.


Kemudian dia melangkahkan kakinya ke gudang logistik mencari bibit Imperial, dengan pandangan agak berkunang-kunang, langkah kakinya agak limbung dan langsung ditahan oleh Freya saat Varen akan terjatuh.


“Kamu tidak apa–apa?” tanya Freya khawatir dan membawa Varen ke kursi terdekat untuk didudukan. “Kamu sudah dua hari tidak tidur, sebaiknya beristirahat.”


“Terima kasih, sejujurnya mataku ini buram atau tidak ya? Kalian berempat sangat cantik, walaupun dari ras yang berbeda. Seandainya kalian jadi manusia normal sepertiku, tubuh kalian pasti seperti para idol k-pop, hehehe …,” puji Varen sambil terkekeh pelan.


Freya tersipu malu, begitu pula Vivi yang sedang berada di ruangan sebelah merapikan persediaan makanan juga ikut tersipu malu mendengarkan pujian Varen.


“Ah, sudahlah! Aku ambilkan dulu selimut untukmu dan tidurlah sebentar untuk menyegarkan badanmu. Aku tahu disini kita tidak bisa tidur lama, karena kapan pun para tentara itu akan mendekat.”


Freya berjalan cepat menuju gudang logistik untuk meminta selimut kepada Vivi untuk Varen.


Saat Freya pergi, Varen terlelap tidur dalam keadaan kepalanya disandarkan pada kursi dan Kimiko yang terus mengawasi Varen mengeluarkan cakarnya untuk bersiap menyerang pria berambut harajuku tersebut.


“Fox Claw!”

__ADS_1


“Demon Claw!”


Kimiko melesat ke arah Varen dan langsung ditangkis oleh cakar milik Venesis yang sedang mengepel lantai di sekitar ruang tersebut.


Kedua terpundur dan punggungnya menabrak dinding. Varen terbangun karena mendengar suara gaduh, tapi dia bingung diantara Kimiko dan Venesis siapa berulah terlebih dahulu.


Akan tetapi Kimio langsung memperjelasnya, “Aku akan membunuhmu, karena kau telah menghabisi semua rekan-rekanku. “Battle Stance: —-”


BUAK!


“Flying Thunder God!” Varen berpindah tempat ke belakang tubuh Kimiko dan langsung memukul tengkuknya dan gadis bertelinga rubah berwarna putih tersebut langsung ambruk. “Ikat dia! Aku akan pergi dan gunakan kamuflase untuk mengaburkan pandangan di atas lubang kamp bawah tanah.”


Setelah mengatakan hal tersebut, tubuh Varen berkedip untuk berpindah tempat ke tempat kemarin dia bertempur dengan pasukan zona Warlord.


“Dasar gadis bodoh! Aku memberikannya kesempatan untuk berdamai, tapi malah mau menyerangku. Maka aku takan sungkan lagi untuk menghabisi semua prajurit di dalam kamp air terjun.” Varen mengeluarkan Blackball dan mengubahnya menjadi kedua belati berbilah hitam, “Arc Moon: Black Dagger! Hyper Sonic Step!”


Dengan kecepatan super dewa yang melebihi kecepatan kilat, Varen melesat ke arah amp air terjun pasukan zona Warlord yang memiliki 1000 anggota tentara.


Varen sudah menganalisis mereka semalam dari jarak jauh menggunakan persepsi pandangan Blue Eye yang telah diperluas jaraknya. Di dalam kamp hanya satu orang yang memiliki rank Elit bintang 5 dan itu adalah komandan pasukan di kamp tersebut.


Formasi yang digunakan untuk menekan radiasi negatif Burst Core itu menyelubungi wilayah dalam cakupan 1 km tersebut, dan membutuhkan banyak kristal Burst Core setiap harinya, untuk mengaktifkan formasi pelindung.


Akan tetapi, formasi medan pelindung tersebut hanya digunakan untuk menahan radiasi energi negatif. Bukan untuk menahan para penyusup atau para penyerang yang akan masuk mengambil pusat wilayah tersebut.


“Arc Divination: Blue Eye!” seru Varen yang sudah berhenti di depan lapisan medan pelindung berwarna ungu transparan. “Aku akan memastikan sebelah selatan ini dijaga berapa banyak tentara zona Warlord.”


[Ding Dong! Terdeteksi salah satu buronan di fitur bingo hunter devil]


<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Nama: Varen Arsha]


[Umur: 43 tahun]

__ADS_1


[Burst Point: 21000/21000]


[Rank: Elite ⭐5]


[Ras: Warbeast (Kasta Verlion)]


[Elemen: Wind]


[Job: Prime Knight]


[kondisi: Sehat, mata kanan buta]


[poin pengalaman: 10.000 poin]


[Harga buronan: 1.000.000 pearl]


<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


Varen melesat cepat setelah mendapatkan pemberitahuan tentang buronan yang harus dibunuhnya. Tapi dia bukan orang yang gegabah, walaupun hanya terpaut satu level, tetap saja bukan tandingan Varen saat ini.


Maka dari itu dia akan memburu tentara yang berada di dalam wilayah kamp air terjun. Lagipula dia berniat mengambil amp tersebut untuk dimanfaatkan airnya untuk dialirkan ke kamp bawah tanah. Supaya secepatnya bisa melakukan penanaman bibit pohon Imperial.


SLASH! SLASH!


Varen memenggal kepala tentara zona Warlord yang dia temui. Dia bergerak sangat lincah melompati dahan pohon ke dahan pohon yang lain. Lalu ketika bertemu dengan tentara yang sedang berpatroli langsung ditebas lehernya hingga putus.


[Ding Dong! Selamat, tuan berhasil mengevolusikan job Assassin menjadi job Dark Assassin. Senjata Black Dagger telah dikonversi menjadi senjata Gauntlet Dark Claw dan semua skill job Assasin telah dihapus]


[Ding Dong! Selamat, tuan telah menguasai job dan mendapatkan skill Flying Lightning God, Spacial Divide, Invincible, dan Fatal Strike]


[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan 200 poin pengalaman karena telah menghabisi monster rank Elite 3]x9


Black Dagger yang dipegang oleh varen berubah bentuk menjadi sarung tangan yang memiliki tiga cakar atau Gauntlet Dark Claw. Dia tersenyum puas dengan skill yang didapatkan dari job Dark Assassin.

__ADS_1


Pasalya ada salah satu skill yang bisa membuat tubuhnya tak terlihat atau transparan, yakni Invincible dan itu mempermudah dirinya untuk menghabisi setiap tentara tanpa harus berkonfrontasi dengan mereka.


__ADS_2