
Hanya dalam satu jam, pasukan zona Cybertron menguasai semenanjung Yggdrasil.
Akan tetapi saat pasukan tersebut memasuki kawasan Devourin, semua tentara tersebut dijatuhi bola energi raksasa berwarna merah oleh Emperor Lord Vestral yang tiba-tiba muncul di atas langit. Dia geram karena pasukan Archduke Veigas Stark berhasil dikalahkan.
BOOOM!
Kepulan asap dan debu menjulang ke langit membentuk siluet jamur, sehingga menyebar ke berbagai arah sejauh radius 5 km.
Dalam serangan tersebut juga, banyak warga ras Dragonoid tewas bersamaan tewasnya pasukan ras Cybertron.
Tiba-tiba jantung Varen merasakan sakit yang tak bisa ditahan olehnya. Burst Meta Core beterbangan ke arahnya, dengan jumlah yang sangat banyak. Pandangan matanya gelap dan seketika itu langsung pingsan.
***
Satu tahun kemudian.
Varen tersadar di sebuah pemukiman yang belum pernah sama sekali dia kenali, "Dimana aku?" pikirnya sambil matanya berkeliling mengamati sudut-sudut ruangan rumah yang beratapkan genteng.
"Kamu sudah bangun?" Sosok gadis berambut hitam menjatuhkan ember air dibawanya karena terkejut melihat Varen telah siuman dari komanya selama satu tahun lebih.
Varen hanya duduk termangu dan tak bisa mengingat siapa dirinya. Bahkan mengingat siapa namanya saja dia sulit, "I-iya, dimana aku sekarang?"
Gadis berambut hitam tersebut diam dan tidak menjawab sebab saking senangnya akan Varen yang sudah siuman dengan senyum-senyum sendiri memandang Varen. Varen tidak melanjutkan pertanyaannya, tapi langsung berdiri dan kakinya langsung gemetar.
Ayudisha langsung berlari cepat ke arah Varen untuk menopang tubuhnya, supaya tidak terjatuh ke permukaan tanah. Rumah Ayudisha hanya rumah biasa dan dia berada di pemukiman baru wilayah Altelier 100 km dari sebelah utara Altelier City yang berbatasan dengan zona Seravee.
Di dalam pemukiman yang dinamakan Desa Renaga tersebut dihuni empat ras, yakni ras Imperium, ras Asmodians, ras Immortal dan ras Primordial yang memiliki bentuk hampir mirip dengan manusia.
Total penduduknya didominasi ras Imperium, ras Immortal hanya ada 3 orang, ras Asmodians hanya ada 5 orang dan ras Primordial hanya ada 4 orang.
Kepala desa mereka bernama Satya, ayah dari Ayudisha menemukan 3 ras tersebut jatuh dari sebuah pesawat luar angkasa ketika sedang bermigrasi dari zona Warlord.
Kmebali ke Ayudisha yang sedang memapah Varen keluar dari rumahnya untuk menemui Satya yang sedang membelah kayu bakar.
“Ayah! Ayah! Lihat dia telah sadar!” teriak Ayudisha memanggil Satya.
Satya pun mengentikan aktivitasnya dan berjalan cepat mendekati mereka berdua
“Siapa namamu?” tanya Satya.
“Entah, aku tidak ingt pak,” jawabVaren sambil mengggelengkan kepala.
__ADS_1
Otaknya terkena paparan radiasi Burst Meta Core yang berlebihan, saat Burst Core tiba-tiba terserap ke dalam tubuh Varen satu tahun yang lalu di atas dinding pembatas zona Dracones.
"Ayu, bawa dia kembali ke dalam dan perlahan kasih air kelapa ini. Kita tak bisa memaksanya mengingat namanya seperti manusia-manusia yang kita temukan di pesawat ruang angkasa di tempat yang berbeda,” pinta Satya.
“Ya ayah.” Ayudisha pun menuruti perkataan ayahnya dan membawa kembali Varen ke dalam rumah. Lalu mendudukannya di kursi ruang tamu.
[Ding Dong! Status]
<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>
[Nama: Varen Arsha]
[Job:
Striker (882/1000)
Arch Nova (Max/Max)
Prime Knight (20/100)]
[Umur: 24 tahun]
[Rank Burst: Mega ⭐1 (53.400/510.000)
—---------------------------------------
[Skill:
Shining Nova level Max: Max/Max
Eternal Regeneration level Max: Max/Max
Awakening Drive level 1: 0/1000
Arc Of Element level 1: 0/1000
Arc Divination level 1: 0/1000]
[Weapon: Blackball: Arc Moon Dagger, Sword, Bow ⇒ level Gobi: 0/15000]
—----------------------------------------
__ADS_1
[Inventaris: 1.010.000 pearl, 4998 botol EP, 2 pistol otomatis RE-75, 1 miliar Burst Meta Core, 1 Verlion Core]
<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>
Varen tersentak kaget setelah melihat panel hologram yang tiba-tiba muncul di depan matanya, dan Varen menyadari jika Ayudisha tidak bisa melihat panel hologram tersebut.
“Aku ingat, namaku Varen Arsha. Tapi selebihnya aku tidak ingat,” celetuk Varen dan membuat Audisha tersenyum lebar.
Sudah Lama Ayudisha menyukai Varen saat Satya menemukannya di luar dinding pembatas zona Dracones.
“Aku Ayudisha, ras Imperium. Nama ayahku Satya dan kepala Desa Renaga. Dia yang telah menemukanmu satu tahun lalu koma di luar dinding pembatas zona Dracones saat kami sedang mencari makanan,” balas Ayudisha dengan kedua pipi merah merona menatap Varen yang wajahnya lebih tampan dan rambutnya sangat panjang berwarna hitam. “Minumlah ini agar perutmu bisa menyesuaikan. Kami hanya punya ini untuk bertahan hidup.”
Varen minum air kelapa itu perlahan untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang masih lemah. Air kelapa itu bukan air kelapa biasa, tapi air kelapa yang sudah diberi energi Burst oleh Satya.
“Biar aku membantu ayahmu untukmencaari makanan.” Varen langsung berdiri dan mencoba berjalan perlahan, tapi masih aga tertatih.
Tubuhnya masih belum stabil dan akhirnya terjatuh, tapi ditangkap oleh Ayudisha, “Varen beristirahat saja! tidak apa-apa, biar kami yang mengurusnya.”
Varen ngotot dan tidak mau beristirahat dan mencoba berjalan lagi. Akhirnya dia mengeluarkan satu botol cairan ungu instingnamenatak jika cairan ungu tersebut bisa memulihkan semua kondisi tubuhnya yang masih lemah.
“Gluk!” Cairan ungu tersebut dikeluarkan dari inventaris sistem dan membuat mata Ayudisha melebar, karena dianggap Varen bisa melakukan sulap.
Varen lalu bertanya setelah tadi diluar mengamati kondisi desa Renaga yang sangat miris, “Dimana pasar terdekat untuk membeli bahan makanan?”
“Kamu masih belum pulih, jangan pergi jauh-jauh. Kita juga tidak ada uang untuk membeli bahan-bahan makanan tersebut,” sergah Ayudisha.
“Tenang saja. Aku punya banyak uang dan bisa menghasilkan banyak uang. Sebagai rasa terima kasihku pada kalian dan Desa ini yang telah sudi merawatku, aku berjanji membuat desa ini tidak kekurangan bahan makanan sedikitpun,” tegas Varen.
Ayudisha tidak bisa mencegah Varen untuk keluar dari desa mencari pasar terdekat, “Baiklah, aku antar kamu untuk izin ke ayah dan dia juga tahu wilayah pasar terdekat di zona Seravee.”
Dengan menghela nafas panjang, Ayudisha kembali mengantar Varen ke Satya yang masih membelah kayu bakar.
"Loh, kenapa tidak istirahat saja?" Satya menghentikan kembali aktivitas membelh kayu bakarnya yang akan dijual ke pasar Trac Thung di zona Seravee yang semakin bebas dengan perdagangan antar ras.
“Pak, biarkan aku membantu Desa ini sebagai rasa terima kasihku. Kebetulan aku punya beberapa Pearl yang bisa dibelikan bibit dan bahan makanan untuk menunjang kehidupan di desa ini,” kata Varen.
“Apakah kamu sudah pulih betul?” tanta Satya.
“Sudah pak. Aku sudah sehat dan punya obat mujarab yang bisa menyembuhkan segala penyakit,” jawab Varen dam membuat Ayudisha serta Satya terkejut setengah mati.
Varen hanya lupa tentang dimana dia berasal, tapi tidak dengan semua kemampuannya sebagai seorang Burster.
__ADS_1