
Varen yang menguasai banyak skill penguatan partikel suatu benda menggunakan energi Burst unjuk gigi dengan skill penguatan yang paling dasar, tapi belum pernah diajarkan di Akademi manapun.
“Charge!” seru Varen mengalirkan energi Burst ke pensil yang dipegangnya dan menyelimuti pensil tersebut dengan aura berwarna putih.
“Sampah, masa menggunakan skill yang tidak terdaftar di akademi manapun, hahaha ….”
“Ya, kasta Archangel apa-apaan. Si tolol ini hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.”
“Cih, paling-paling pensil itu sudah jatuh ke lantai sebelum sampai, hahaha ….”
“... ….”
Semua rekan-rekan Varen termasuk gadis-gadis yang menyukainya pun terprovokasi oleh Giro, untuk mencemooh Varen yang dianggapnya menggunakan skill penguatan benda yang tidak terdaftar di data dasar Akademi manapun.
Lalu pensil tersebut dilemparkan oleh Varen ke arah pintu besi dan hanya tertancap tapi tidak bisa menembus pintu besi tersebut.
“Hahaha …. Sampah kasta Archangel sampah, hahaha ….”
“Master Kal-El eliminasi saja si tolol ini dari asrama Archangel. Dia tak pantas masuk asrama Archangel, hahaha ….”
“... ….”
Semua teman-teman Varen menertawakannya dan Master kal-El juga menertawakannya. Sang Master merasa sangat puas mempermalukan Varen di depan rekan-rekan satu kelasnya.
Akan tetapi Semua mata rekan-rekan satu kelas Varen membelalak, begitu juga dengan Master Kal-El. Saat Samael masuk ke dalam kelas dengan raut muka yang garang dengan baju compang-camping, dan kaca jendela di belakangnya hancur berkeping-keping.
“Siapa yang melakukannya?” geram Samael dengan raut muka garang.
“A-aku, master,” jawab Varen gugup dengan raut muka seputih kertas.
Rupanya saat Varen melemparkan pensil yang sudah diselimuti aura energi Burst, Samael sedang berjalan melewati pintu kelas awal dan terkena gelombang kejut dari pensil yang menghantam pintu besi kelas awal saat dirinya berjalan di depan pintu besi tersebut.
Samael langsung melirik tajam ke arah Master Kal-El, “Master, apakah anda menyuruh Arshael untuk mempraktekan penguatan benda menggunakan skill-skill umum di Akademi Magna?”
__ADS_1
“I-iya, tapi Arshael tidak menggunakan skill-skill yang diajarkan di Akademi Magna. Lagipula dia ini kan murid baru, dan belum aku ajarkan satu skill penguatan benda yang dimiliki oleh ras Angel di zona Seravee,” jawab Kal-El gugup dilirik tajam oleh Samael yang selalu berwajah garang.
Samael melebarkan matanya sesaat. Dia begitu terkejut dengan kesaksian Master Kal-El yang mengatakan hal tersebut.
“Arshael, ikut aku!” seru Samael dengan sorot mata yang sangat tajam pada Varen.
Entah kenapa setiap kali berdekatan dengan Samael Varen merasakan ketakutan seperti ada suatu kekuatan yang menekan jiwanya. Ini membuktikan bahwa masih ada monster-monster yang lebih kuat dari dirinya, seperti pepatah dilangit masih ada langit.
Tentu saja membuat hati Vren semakin bersemangat untuk belajar dan belajar. Sekaligus mencari keberadaan pangkalan militer tersembunyi yang berada di Groztel, seperti kata pepatah satu kali dayung dua, tiga pulau terlampaui.
Rekan-rekan Varen sangat senang melihat Varen dipanggil oleh Samael. Mereka menganggap Varen pasti akan dihukum oleh Samael. Karena telah berhasil membuat properti Akademi hancur, dan juga membuat sang Master yang terkenal sangat Killer tersebut bajunya compang-camping.
Namun tidak bagi Kal-El. Dia menganggap Samael ingin memastikan sesuatu dari Varen yang mungkin membuatnya tertarik.
Sebab dari pengamatannya setelah diteliti secara mendalam, Varen memang murid yang berbakat, dan mungkin terlampau jenius. Varen mampu menggunakan skill penguatan objek yang terlalu kuat, walaupun itu di level dasar kill penguatan suatu objek.
Samael berjalan menuju lapangan latihan atau field dengan Varen terus mengekor di belakangnya dengan perasaan yang sangat ketakutan.
"Apakah aku begitu menakutkan?" tanya Samael yang tiba-tiba berhenti, membalikan badan dengan tersenyum lebar ke arah Varen dan melanjutkan, "Aku hanya seorang guru atau master. Sangat wajar jika harus serius dalam mendidik murid-murid disini agar tidak kalah bersaing dari zona-zona yang lain."
"I-iya Master. Lalu kenapa Master membawaku kemari?" tanya Varen yang masih bingung.
"Apakah salah jika aku ingin melihat potensi dirimu yang terlalu diagung-agungkan oleh Kepala Akademi Albion yang percaya dengan ramalan Anamael." Samael tiba-tiba mengambil sebuah ranting dan mengaliri dengan energi Burst. “Blessing Power!”
Ranting sepanjang 1,5 meter tersebut ditusukan bertubi-tubi ke arah Varen, dan tentu saja tubuh Varen reflek secara otomatis dengan mengaktifkan Scarlet Eyes. Menghindari setiap tusukan ranting yang dipegang oleh Samel dengan sangat-sangat mudah.
“Energy Blade! Charge!”
Varen menekan headset humagear yang berada di telinga kiri dan memunculkan sebuah gagang pedang saber.
Ketika dipegang gagang pedang saber itu dipegang oleh Varen, memunculkan bilah pedang saber berwarna abu-abu dengan aura mendesis berwarna abu-abu juga.
DANG! DANG!
__ADS_1
Ranting yang dipegang oleh Samael beradu dengan pedang saber yang dipegang oleh Varen. Gerakan keduanya sangat cepat, bahkan tidak bisa ditangkap dengan mata biasa.
Hanya dalam satu menit ribuan gerakan jurus mereka peragakan untuk menyerang satu sama lain.
Akan tetapi Samael tidak sadar jika ranting yang dipegangnya sudah berkurang 50 cm setiap kali beradu dengan pedang saber yang dipegang oleh Varen.
Dalam pertarungan dengan Samael ini, Varen hanya menggunakan semua skill yang diajarkan oleh topeng Regalia yang telah diupgrade.
Varen tidak menggunakan semua kemampuannya dari job Scarlet Striker, sebab dan diketahui oleh Samael.
Jadi sebisa mungkin Varen menyembunyikan semua kekuatannya dari semua rekan-rekan dan Masternya.
“Void Blade!”
Varen melompat ke belakang dengan posisi salto beberapa kali dan melemparkan tebasan yang membentuk siluet shuriken raksasa ke arah Samael.
Pria paruh baya tersebut melebarkan matanya melihat serangan yang dilontarkan Varen yang bertubi-tubi. Sebab hanya dalam waktu 1 detik dia bisa melepaskan 10 siluet fuma shuriken berwarna putih dan sangat besar.
BOOM! BOOM!
Sepuluh siluet fuma shuriken tersebut satu persatu berhasil menghantam Samael yang tak bisa menghindar.
Tubuh Samael tertutupi kepulan cahaya, debu, dan asap yang sangat tebal. Pandangan Varen terhalangi dan mengganti persepsi pandangannya dengan persepsi pandangan Blue Eyes yang dapat menembus apapun. Untuk memastikan keberadaan Samael apakah baik-baik saja, atau malah terluka parah.
“Apa?!” Varen membulatkan mata sebulat-bulatnya.
Pasalnya dia melihat Samael tubuhnya berlumuran darah dengan tersenyum lebar ke arah Varen.
“Aku sudah tahu kemampuanmu cukup dengan sekali lihat. Jadi tenang saja, tidak usah mengkhawatirkanku, Guardian Protection!”
Hanya dalam sekejap mata luka serius yang dialami oleh Samael langsung sembuh tak berbekas. Semakin gemetar pula Varen melihat kejadian nyata tersebut.
“Fyuh, bagaimana jika suatu saat melawan Master Samael? Kalau tidak mati ya aku pasti akan babak belur. Aku harus bertambah kuat dengan Evolution Potion, supaya lebih kuat dari Master Samael,” batin Varen dengan menghela nafas panjang.
__ADS_1