
“Blizzard Spike!”
Varen mengalirkan energi Burst ke pedang Frostmourne yang masih di tertusuk di permukaan tanah.
Sejurus kemudian keluar duri-uri es raksasa menusuk tubuh Venom dan membekukannya.
ZRASH!
Venom tewas dan menjatuhkan Venom Core,juga pedang Vengeful. Serangan Varen tidak berhenti disitu, dia menarik ketiga Dragon Prime yang masih hidup ke arahnya, “Pull Of Universe!” serunya.
Tubuh Omega, Barmov, dan Storm tertarik ke arah Varen. Omega menyemburkan gelombang cairan lahar dari mulutnya untuk menggempur dinding es, dan hasilnya sama saja. Gelombang cairan lahar tersebut langsung menguap saat menyentuh dinding es yang mengelilingi tubuh Varen.
“Shining Buster!”
“Omega Blaster!”
“Jungle Fury!”
Barmov mengeluarkan akar-akar untuk menjerat tubuh mereka bertiga, agar tidak tertarik ke arah Varen yang sedang mengeluarkan duri-duri kristal es abadi.
Sedangkan Storm dan Omega menembakan serentak menembakan sinar laser merah dan biru ke arah Varen untuk menghancurkan duri-duri kristal es yang bergerak cepat ke arahnya.
“Blizzard Mirror!” seru Varen menciptakan ribuan cermin setinggi 3 meter untuk memantulkan sinar-sinar laser tersebut yang mendorong tubuh Omega dan Storm menjauh darinya.
Kedua sinar laser raksasa tersebut terpantul menengai ke berbagai cermin dan pada akhirnya kembali lagi ke ketiga Dragon Prime.
BOOM!
Kepulan cahaya, debu dan asap menjulang ke langit membentuk siluet jamur, hingga bisa dilihat oleh Prananda, Ayudisha dan semua warga yang berada di pasar Trac Thung.
Bersamaan itu pula Barmov, Omega dan Storm terluka parah, sehingga tubuh mereka terkapar dan tak bisa digerakan lagi.
“Drago Prime Regeneration!” seru Barmov menciptakan motif wajik berwarna hijau di dahinya, dan berfungsi untuk meregenerasi sel-selnya dengan sangat cepat.
Varen menyadari itu dan langsung menyimpan Frostmourne ke inventaris sistem. Lalu menarik tubuh menciptakan bola berwarna hitam seukuran bola baseball, “Planetary Devastation!”
__ADS_1
Bola hitam itu dilemparkan ke arah BArov dan menarik tubuh ketiga Dragon Prime ke bola gravitasi yang berada di udara.
Bersamaan itu pula permukaan tanah yang tandus dan membentuk cekungan kawah di berbagai tempat juga ikut tertarik ke raha bola gravitasi dan membentuk sebuah bola yang sangat besar.
“Tidak!” Ketiga Dragon Prime berteriak karena tubuh mereka tertarik dan terkubur di reruntuhan permukaan tanah yang sudah membentuk bola seperti planet tersebut.
“Uhuk!” Varen berlebihan dalam menggunakan energi Burst dan memuntahkan darah.
Dari kedua kelopak matanya juga mengalirkan darah dan dia kembali ke mode manusia normal karena kehabisan energi Burst.
Sudah tidak ada lagi suara teriakan lagi dari ketiga Dragon Prime yang sudah terkubur dalam-dalam di dalam sebuah planet yang sangat besar tersebut dan dapat dilihat oleh semua orang baik di Desa Renaga maupun di pasar Trac Thung.
“Mati!”
Varen dengan sisa-sisa tenaga dan energi Burst miliknya menggenggam erat kepalan tangan kanannya untuk meledakan planet kecil tersebut.
BOOOM!
Inti bola hitam di dalam planet kecil tersebut meledak, dan menimbulkan suara dentuman yang sangat dahsyat, hingga memekakan telinga.
Mereka mengira telah terjadi perang di wilayah Altelier yang berbatasan dengan Desa Renaga dan pasar Trac thung.
Gelombag kejut disertai gempa menghemapskan permukaan tanah dalam radius 1 km.
Ayudisha terbang secepat mungkin ke arah ledakan karena sangat khawatir dengan Varen.
Para prajurit ras Angel di pasar Trac Thung pun segera menuju tempat kejadian perkara bersama para pasukan balai pusat perdagangan dan keluarga Elgrand untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Varen berjalan tertatih ke arah Storm Core, pedang Buster Blade, Lava Core, pedang Omega, pedang Fury, dan Warlord Core yang dijatuhkan oleh ketiga Dragon Prime.
Veigas Stark sangat marah setelah melihat Varen mampu membunuh pasukan Dragon Prime miliknya, dan bersiap turun dari pesawat induk yang sedang mengudara di ketinggian 3000 meter di atas permukaan tanah.
Akan tetapi setelah banyak prajurit dari zona Seravee datang, dia mengurungkan niatnya.
“Salan kau Varen!” geram Veigas ambil memukul sandaran kursi miliknya. “Kau selalu saja membuatku tambah marah! Tapi aku takan menyerah untuk mendapatkanmu dan mengekstrak skill milikmu itu!”
__ADS_1
Ayudisha datang dan langsung panik setelah melihat Varen yang sedang menyimpan Venom Core dan pedang Vengeful dalam keadaan wajah seputih kertas.
“Sayang!” teriaknya sambil memeluk Varen dan meneteskan air mata.
"A-aku tidak apa-apa. Aku hanya …." Varen sudah pingsan dalam pelukan Ayudisha.
Gadis berambut hitam tersebut langsung membawa Varen terbang ke rumahnya untuk dirawat. Sebab dia merasakan jika kondisi detak jantung Varen sangat lemah.
***
40 hari kemudian.
Varen masih dalam keadaan koma. Wilayah zona Seravee, Abyss, Warlord, dan Dracones sudah memasuki musim dingin.
Untung saja Prananda beserta para enginering yang dikirimkan oleh balai pusat perdagangan bahu membahu membangun kota yang diimpikan Varen.
Berkat Prananda ota yang belum diberi nama tersebut mampu menahan cuaca musim dingin yang begitu ekstrim di suhu minus 20 derajat. Sebab Prananda berhasil menciptakan lima generator Stantheim yang memiliki kegunaan masing-masing.
Kelima generator tersebut bisa menciptakan musim buatan, mulai dari musim dingin, musim panas, musim semi, musim gugur dan musim tanam khusus pohon Imperial.
Banyak ras Angel yang tinggal di dalam kota yang belum diberi nama tersebut dan melakukan transaksi perdagangan.
Ayudisha uga perempuan yang sangat pintar dan dibantu oleh Axel, Neo, juga Zero mendesain gedung hothouse yang bisa ditanami berbagai tanaman dari empat musim tersebut.
“Kak Ayu, apakah kak Varen masih belum siuman?” tanya Prananda yang sedang menciptakan drone-drone yang memiliki fungsi untuk merawat tanaman di berbagai gedung hothouse.
“Belum Nanda,” jawab Ayudisha dengan menggeleng pelan dengan tatapan sendu, ”Padahal kamu sudah menciptakan kapul regenerasi. Tapi tetap saja ia belum siuman.”
“Aku yakin kak Varen akan siuman kak Ayu,” kata Axel sambil menepuk kedua pundak Ayudisha dari belakang dan memijatnya pelan.
“Ya, tapi sampai kapan? Jika kita seperti ini terus. Kita tidak bisa mengatur regulasi yang jelas untuk kota ini dan juga ditambah lagi orderan kayu Pyron di musim dingin ini meningkat drastis. Tapi tidak ada satupun yang terealisasi. Tanpa Varen kita tidak bisa melakukan apa-apa,' kata Ayudisha menunduk sedih.
Ayudisha sebenarnya sangat khawatir pada Varen dan juga dengan tentara yang dipimpin veigas Stark yang sering menyerang desa Renaga.
Namun berkat Axel, Neo, dan Zero beserta Combat drone yang dibuat oleh Prananda beberapa kali tentara yang dipimpin oleh Veigas Starak yang ingin menguasai desa Renaga berhasil dipukul mundur.
__ADS_1
"Ya, kak. Meskipun kita dapat pemasukan yang besar, tapi pengeluaran kita juga besar untuk mebangun semua teknologi di dalam kota ini yang membutuhkan lebih dari 100 milyar pearl,” ipal Neo yang tiba-tiba muncul di belakan Prananda. “Kita masih berhutang banyak pada balai pusat perdagangan.”