Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 46


__ADS_3

“Apa kesepakatan yang kamu inginkan?” tantang Michael Angelo.


“Aku ingin melakukan pertandingan sampai mati antara Nizwa dan Seravee. Cukup 5 lawan 5 secara bergilir, dan jika pihak kami kalah, maka aku akan memberikan kota Nizwa pada zona Seravee. Tapi jika kami yang menang, zona Seravee harus mengakui kedaulatan kota Nizwa dan menjadikannya sebagai sekutu,” jawab Varen dengan sangat tegas.


Semua pejabat tinggi dan Emperor Lord Michael Angelo langsung menyeringai mendengar jawaban yang memang mereka inginkan. Varen sudah masuk jebakan yang telah dipasang oleh emperor Lord Michael Angelo yang ingin menguasai Nizwa tanpa harus bersusah payah menaklukkannya.


“Kami setuju. Acaranya dimulai tiga hari lagi di Altelier,” kata Emperor Lord Michael Angelo dengan tersenyum licik.


“Baik, aku setuju,” balas Varen dengan sorot mata yang tajam.


Varen yang sudah kesal pada semua pihak zona Seravee langsung masuk ke dalam lubang warp yang memindahkan tubuhnya ke kota Nizwa.


Kedatangan Varen mengejutkan Ayudisha yang sedang menunggunya di dalam rumah yang sama sekali belum direnovasi dan masih dalam keadaan seperti sebelumnya.


“Ada apa sayang?” tanya Ayudisha yang melihat Varen menekuk mukanya.


“Kota Nizwa tidak diakui oleh zona Seravee dan kita harus bertarung untuk mendapatkan pengakuan tersebut. Tapi aku tidak mau melibatkanmu sayang untuk ikut bertarung —”


“Ssst! …. Aku pasti ikut bertarung demi kota ini yang telah diwariskan ayah kepada kita,” potong ayudisha dengan menaruh telunjuknya tepat di tengah bibir Varen.


Kemudian Ayudisha mencium bibir Varen dengan sangat lembut, hingga membuat hasrat Varen naik.


Tanpa basa-basi lai Varen langsung melucuti gadis yang sudah dianggapnya istri tersebut. Karena bagi ras Imperium menikah itu sangat susah, cukup dengan persetujuan kedua orang tua maka mereka sudah menikah.


Kesusahan secara pernikahan resmi itu juga dikarenakan ras Imperium selalu didiskriminasi dan tidak mendapatkan tempat di seluruh zona manapun.


Varen dan Ayudisha pun langsung melakukan perhelatan akbar untuk meredakan rasa depresi di pikiran mereka berdua yang setiap hari penuh dengan tekanan.


“Uuugh!”


Setelah satu jam melakukan perhelatan akbar dengan berbagai posisi, keduanya mencapai akhir dan sangat melegakan pikiran mereka.


Vaaren langsung memakai kembali pakaiannya dan meminta Ayudisha untuk memanggil Neo, Zero, dan juga Axel.


Ada sesuatu yang harus disampaikan, dan Ayudisha segera memanggil mereka bertiga untuk mengadakan rapat. Sedangkan Varen mulai membuat Evolution Potion yang digunakannya sebagai senjata terakhir untuk memenangkan kompetisi perebutan kota Nizwa tersebut.


Seminimal mungkin Varen harus menyembunyikan tentang keberadan Evolution Potion dari dunia luar.


Saat Neo, Axel, dan Zero masuk ke dalam rumah milik Ayudisha, Varen sudah membuat 1juta botol Evolution potion menggunakan skill Shining Nova. Bahan yang digunakan Varen adalah 2 juta Burst Meta Core.


Sebenarnya Varen tidak mau membuat Evolution Potion karena sangat boros dengan Burst Meta Core yang digunakan. Sebab membutuhkan Elixir Potion dengan efektivitas 100% dan satu Elixir potion membutuhkan satu Burst Meta Core utuh.


“Bagaimana kak? Apa yang terjadi?” tanya Axel.


“Sistem, analisa status mereka berempat!” titah Varen di dalam hatinya sambil menatap datar ke arah mereka Ayudisha, Neo, Axel, dan Zero satu persatu.


[Ding Dong! Analisa status]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>

__ADS_1


[Nama: Ayudisha Enoki]


[Ras: Chimera]


[Rank: Mega ⭐1]


[Poin pengalaman untuk naik rank selanjutnya: 100.000 poin pengalaman]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Nama: Neo]


[Ras: Primordial]


[Rank: Mega ⭐2]


[Poin pengalaman untuk naik rank selanjutnya: 200.000 poin pengalaman]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Nama: Axel]


[Rank: Mega ⭐2]


[Poin pengalaman untuk naik rank selanjutnya: 200.000 poin pengalaman]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Nama: Zero]


[Ras: Asmodians]


[Rank: Mega ⭐2]


[Poin pengalaman untuk naik rank selanjutnya: 200.000 poin pengalaman]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


"Duduk!" seru Vaaren sambil melambaikan tangan. Kemudian mengeluarkan 40 botol cairan emas dan diberikan pada mereka berempat, masing-masing 10 botol cairan emas. "Silahkan diminum! Tiga hari lagi kita akan bertarung dengan zona Seravee untuk mempertahankan kota kita.”


Tanpa basa-basi lagi mereka berempat segera meminum cairan emas tersebut satu persatu dan terjadi sebuah ledakan terendam di dalam wadah energi mereka berempat yang disebut Neoburst.


Mereka berempat perlahan naik saat tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Pada akhirnya merekaa berempat serentak menembus rank Ultimate bintang tiga.

__ADS_1


Itupun tubuh mereka berempat sudah gemetar dan tidak kuat, karena naik rank secara signifikan dengan waktu yang sangat singkat.


Kini giliran Varen yang mencoba meminum cairan emas tersebut, agar menembus rank Ultimate seperti mereka berempat. Dia mengeluarkan 10 botol cairan emas dan langsung menenggak semuanya.


BOOF!


Tubuh Varen meledak dengan suara ledakan teredam. Tapi 10 botol cairan tersebut hanya menaikan satu tingkat saja.


Varen benar-benar bingung, kenapa dirinya yang meminum 10 botol cairan emas, hanya menaikan satu rank saja.


Dia meminum lagi sepuluh botol demi sepuluh botol dan akhirnya hanya berhasil menembus rank Ultimate bintang sembilan. Tubuhnya sudah tak kuat menahan gejolak fluktuasi energi Burst di dalam Neoburst.


***


Tiga hari kemudian.


Emperor Lord Michael Angelo bersama 10 pejabat tinggi zona Seravee kini serentak menatap tajam ke arah Varen di Altelier yang sudah dipenuhi oleh permukaan salju.


Mereka sudah mengutus 5 prajurit mereka dari kasta Archangel yang menyembunyikan rank milik mereka dari kawanan Varen.


Akan tetapi kawanan Varen sama sekali tidak gentar, karena mereka berlima sudah mempersiapkan segalanya untuk menang.


“Sayang,kau maju terlebih dahulu!” seru Varen pada Ayudisha.


“Battle Stance: Chimera mode!”


Ayudisha langsung merubah tubuhnya yang memiliki keempat tanduk, ketiga sayap malaikat dan ketiga sayap iblis, ekor Naga, serta kedua cakar Naga di kedua kaki dan tangannya.


“Jormungand, kamu juga maju!” titah Archduke Yoran Cabanel yang menjadi pemimpin dalam pertempuran sampai mati antara pihak Nizwa dengan pihak Seravee.


Seorang malaikat dari kasta Fallen Angel yang memiliki keempat sayap berwarna hitam dan kedua tombak javelin maju ke depan.


Ayudisha dan Jormungand berhadap-hadapan seperti seorang petinju yang sedang memindai satu sama lain untuk mengukur kekuatan masing-masing.


Pihak zona Seravee juga begitu tenang dengan para prajurit andalan yang sudah dipilih langsung oleh kesepuluh pejabat tinggi mereka.


Arven menjadi seorang wasit dan berteriak sambil mengacungkan tangannya, “Aku Arven Vref Carl yang akan menjadi wasit pertandingan ini. Peraturannya tidak ada, hanya ada siapa yang masih hidup,maka dia yang akan menang. Mulai!”


Jormungand begitu agresif langsung menusuk Ayudisha dengan kedua tombak javelin berwarna hitam secara bergantian.


Ayudisha menghindari setiap tusukan tomba tersebut dengan sangat mudah, sebab gerakan kedua tombak milik Jormungand tersebut seperti gerakan lambat di hadapan matanya.


“Chimera Claw!”


Ayudisha secepat kilat mengayunkan kedua cakarnya untuk memotong kedua tombak javelin yang memiliki level Rokubi tersebut.


SLASH! SLASH!


Kedua tombak Jormungand di tebas oleh kedua cakar milik Ayudisha seperti memotong kertas dan menjadikannya beberapa bagian.

__ADS_1


__ADS_2