Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 49


__ADS_3

Suara dentuman meriam menggema sangat keras disertai kepulan debu dan asap yang menjulang ke langit.


Suara itu terdengar sampai wilayah pasar Trac Thung dan membuat tanahnya juga ikut bergetar. Semua penduduk yang sedang bertransaksi di saat musim dingin langsung pontang panting kabur tak karu-karuan.


Pradana yang sedang menjaga monitor yang terhubung oleh alat berbentuk helm yang menggerakan seluruh Combat Drone. Dapat melihat para ras Dragonoid yang memiliki kasta Wyvern sedang terbang berhamburan ke arah kubah medan pelindung yang dikelilingi oleh Combat Drone.


Para manusia Naga tersebut merubah bentuknya menjadi seekor Naga dengan kedua sayap yang sangat lebar. Kemudian membombardir kubah medan pelindung yang melindungi kota NIzwa.


Bola lima elemen dari setiap mulut Naga ditembakan untuk meruntuhkan lapisan kubah medan pelindung.


BOOM! BOOM!


Suara rentetan ledakan menggema di atas wilayah kubah transparan berwarna ungu disertai kepulan cahaya yang saling bersahutan tanpa henti.


Untung saja Pradana meningkatkan pertahanan medan pelindung tersebut sampai tingkat rank Legendary bintang lima, walaupun harus mengeluarkan banyak Burst core yang memiliki kepadatan 1 juta partikel energi Burst.


Penduduk dari berbagai zona pun yang berada di dalam kota Nizwa pun ketakutan.


[Skill pasif Eternal Regeneration diaktifkan dan memulihkan semua luka tuan]


Setelah mendengar suara mekanis sistem yang memberitahukan tubuhnya yang pulih. Varen segera mengeluarkan Blackball, “Arc Moon: Composite Bow! Void Shot!”


Tali busur yang terbuat rai energi Burst tersebut ditarik dan mengeluarkan satu anak panah berwarna ungu pekat. Kemudian melesat masuk ke dalam lubang warp dan keluar dar lingkaran sihir berwarna ungu yang berada di atas langit.


BOOM!


Anak panah itu meledak dan menciptakan lubang hitam yang terus meluas dengan hisapan yang sangat kuat.


Akibatnya energi Burst milik Varen langsung habis, dan membuat pandangannya buram, hingga hampir pingsan.


Semua orang mendongakan kepala melihat ribuan pasukan Wyvern terhisap masuk ke dalam lubang hitam.


Lubang hitam tersebut semakin melebar dan daya hisapnya semakin kuat setiap kali satu Naga Wyvern masuk ke dalam lubang tersebut.


Bola-bola elemen yang menghantam medan pelindung semakin lama semakin hilang, sebab pasukan Naga Wyvern tersebut hanya dalam beberapa detik terhisap lubang hitam dan melenyapkannya dengan mengubah tubuh para Naga Wyvern tersebut menjadi Wyvern Core.

__ADS_1


[Ding Dong! Selamat, tuan telah membunuh monster Rank Mega bintang sembilan dan mendapatkan 300 poin pengalaman]x5000


[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Ultimate bintang enam dan mendapatkan 1000 poin skill]


Neo dan ayudisha yang akan keluar dari medan pelindung untuk mengamankan kota langsung dicegah oleh Varen, “Jangan keluar! Kita disini lebih aman. Biarkan masalah pertahanan kota serahkan saja pada Pradana beserta semua Drone miliknya.”


Setelah mengatakan hal tersebut Varen langsung terkapar dan membuat Ayudisha juga Neo khawatir.


Yoran yang melihat semua pasukan sekutu Naganya hilang dalam sekejap oleh lubang hitam milik Varen langsung ketar-ketir. Mereka berdua langsung kabur ke dalam lubang warp dan berpindah tempat ke pulau apung Ten Principles.


"Mas, kamu tidak apa-apa?" tanya Ayudisha sambil memeluk Varen seperti orang yang sedang sekarat dengan meneteskan cairan bening yang sangat banyak, "Hiks-hiks …. Jangan mati mas!"


“Biar aku sembuhkan kak. Heal Bite!” Neo langsung menggigit lengan kiri Varen untuk menyalurkan energi Burst miliknya untuk menyembuhkan Varen. “Aaaakh!”


Sesaat setelah menyalurkan energi Burst, Neo langsung memekik, sebab semua energinya tersedot ke dalam Neoburst milik Varen dan membuatnya langsung pingsan.


Veigas dalam mode kasta Dracones tersebut bergerak cepat dengan tubuh meliuk-liuk ke arah kota NIzwa untuk menghancurkannya.


Naga bertubuh biru transparan yang memiliki empat kaki, dan kedua sayap yang sama warnanya dengan warna tubuhnya tersebut. Menembakan rantai yang menyelubungi tubuhnya ke arah pusat titik tengan kubah medan pelindung kota.


Rantai berwarna perak tersebut menjulur cepat dengan ujung rantai memiliki kepala Naga dan langsung mencengkram lapisan medan pelindung saat menyentuhnya.


Para pelancong dan penduduk kota Nizwa langsung masuk ke dalam salah satu gedung yang memang dibangun untuk keperluan evakuasi penduduk.


Gedung tersebut memiliki lantai bawah tanah terdiri dari 20 lantai yang tersusun ke bawah tanah.


Di permukaan kota hanya ada Varen, Arven, Axel, Neo, Zero, Ayudisha dan Pradana.


“Ayudisha dan Axel, cepat bawa Zero, Neo, dan Arven ke dalam gedung evakuasi!” titah Varen dan melanjutkan, “Biar aku dan Pradana yang mengahalu Naga sialan itu!”


Tanpa pikir panjang lagi, Ayudisha segera memindahkan Axel, Zero, Neo, dan Arven ke gedung evakuasi menggunakan skill teleport massal, “Dimensional Teleportation!” serunya.


Pradana meminum banyak Burst Potion untuk menggerakan 1 juta Drone yang diterbangkan dari dalam ruang bawah tanah yang dijadikan pangkalan militer khusus Drone.


Kawanan Combat Drone yang memiliki berbagai jenis senjata tersebut terbang dengan cepat ke arah Veigas.

__ADS_1


Saat Drone mau menyentuh lapisan medan pelindung, Varen memindah semua drone tersebut secara massal keluar dari dalam kota, “Psycho teleportation!”


1 juta Combat Drone tersebut langsung mengepung Naga Veigas dengan moncong senapan terarah padanya.


Tubuh Veigas dibombardir berbagai serangan, mulai dari sinar laser, proyektil, aliran listrik, hingga bom.


BOOM! BOOM!


Tubuh Naga Veigas diselimuti kepulan cahaya disertai suara ledakan beruntun yang terus terdengar tanpa henti selama 5 menit.


Namun itu tidak merusak atau melukai sedikitpun kulit Naga Veigas yang sangat keras.


“Dracones Explosion!”


Veigas meledakan diri dan mengeluarkan ledakan berbentuk bola berwarna biru pucat dari tubuhnya, hingga gelombang kejut ledakan tersebut terus menyebar dan menghancurkan semua Combat Drone dalam radius 200 meter.


SWUSH! BOOM!


Langit kembali terang dengan kepulan cahaya yang dihasilkan oleh hantaman ledakan gelombang kejut yang menghancurkan 800 ribu Combat Drone.


BOOM!


Akibatnya helm yang dipakai oleh Pradana meledak dan membuat Pradana langsung terkapar pingsan.


Kini hanya tinggal Varen seorang diri yang melindungi kota Nizwa. Dia merasa gemetar ketakutan melihat Naga Veigas yang tubuhnya semakin panjang dan besar.


PRANG!


Ratusan rantai yang menusuk pusat kubah medan pelindung hancur berkeping-keping. Sesaat sebelum Pradana pingsan, dia mengaktifkan menyerang balik dengan mengaktifkan mode pertahanan absolut yang bisa membalikan serangan target.


Kejadian tersebut menguatkan hati Varen yang sempat gentar, bahwa medan pelindung kota yang dibuat oleh Pradana memang memiliki pertahanan kuat dan juga bisa menyerang balik para penyerangnya.


Akan tetapi masalahnya belum selesai, Veigas mengumpulkan energi Burst di depan mulutnya, untuk membentuk bola energi sebesar 10 meter, dan terus membesar menjadi 100 meter.


“Death Devastation!” serunya.

__ADS_1


Bola berwarna ungu pudar itu diselimuti petir berwarna ungu pudar juga, dan menciptakan fluktuasi udara berupa eru angin yang sangat kencang, hingga menggetarkan lapisan kubah medan pelindung.


__ADS_2