
“Ternyata skill penguatan yang kamu gunakan sepuluh kali lipat dari skill dasar penguatan yang diajarkan oleh Akademi Magna,” puji Samael dengan tersenyum puas ke arah Varen dan dia melanjutkan, “Aku tidak memintamu untuk mengajarkannya pada murid-murid akademi. Karena kau yakin setiap petarung punya skill rahasia yang mereka pergunakan.”
Varen merasa tidak enak hati dipuji seperti itu, walaupun yang memuji adalah pihak yang telah membuat banyak saudara-saudaranya tewas. Karena telah menerima Yoran Cabanel sebagai Emperor Lord di zona Seravee.
Samael menyadari dengan sangat seksama jika skill Charge yang Varen gunakan itu telah melampaui rank Legendary bintang lima yang telah dicapainya.
Artinya, jika Varen bertarung dengan Samael menggunakan skill Charge, berarti Varen setara dengan rank Legendary bintang enam dan itu lebih kuat dari Samael.
“Cih, dia sengaja melakukan pernyataan tersebut agar aku memberikannya pada Akademi. Tapi tak apalah, lagipula setelah pangkalan militer tersembunyi milik kalian aku temukan. Maka zona Abyss akan mengeksekusinya,” batin Varen tersenyum licik.
Samael pun berkata tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh Varen, “Aku sebenarnya tak peduli dengan zona Seravee yang telah berubah. Aku sekarang memutuskan untuk mempercayai apa yang dipercayai oleh Albion mengenai ramalan seorang malaikat bersayap sepuluh dengan warna merah.”
Varen pun ditinggalkan oleh Samael dengan raut muka penuh kebingungan dan berpikir tentang maksud yang dikatakan oleh Samael.
“Malaikat bersayap merah?” pikirnya.
Bel istirahat pun berbunyi dan semua murid keluar dari kelas masing-masing. Mereka semua berjalan cepat berduyun-duyun ke arah kantin Akademi. Tapi tidak bagi Varen yang berjalan menuju ruangan para Master dan ingin menemui Master Kal-El.
Sesampainya di depan ruangan para Master, ternyata Master Kal-El mau beranjak masuk ke dalam ruangan.
“Arshael, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Kal-El bingung tiba-tiba melihat Varen berada di samping pintu masuk ruangan para Master.
“Master, aku ingin memberikan skill yang aku lakukan di kelas untuk diajarkan ke para murid. Tapi aku harap Master merahasiakannya dan Master yang harus mengakui, bahwa skill tersebut adalah milik Master,” jawab Varen dengan suara berbisik.
“Baik, aku akan melakukannya. Tapi kamu harus bisa mengajari Giro skill ini sampai bisa. Maka aku akan melakukan sesuai apa yang kamu inginkan,” balas Kal-El dengan tersenyum licik.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, Varen langsung punya kesempatan untuk membunuh Giro dan mengambil alih tubuhnya untuk diserahkan pada Vercom.
“Begini saja Master. Aku pastikan Giro hanya dalam 1 hari bisa menggunakan skill Charge itu dengan sempurna. Tidak, skill yang lebih kuat dari skill Charge, yakni skill Super Charge dengan sempurna. Asalkan Master membiarkan kami berdua berlatih di luar kota Groztel, bagaimana?” bujuk Varen dengan tersenyum licik juga.
“Tentu saja.” Kal-El menyetujuinya, sebab dia punya maksud tersembunyi dengan Giro.
__ADS_1
Kal-El menginginkan keluarganya menjadi seorang Duke dan dengan cara menjilat Emperor Lord Yoran Cabanel melalui Giro Cabanel, yakni membina Giro menjadi ras Angel terkuat dengan tangannya sendiri, lalu melaporkannya pada Yoran.
Kal-El memberikan surat rekomendasi pada Varen agar bisa keluar dari Akademi Maga, tapi diberi waktu hanya 3 hari.
“Terima kasih Master,” kata Varen menerima surat rekomendasi dari Kal-El dengan tersenyum lebar.
***
Keesokan paginya.
Varen pun pagi-pagi pergi ke asrama Fallen Angel untuk membawa Giro keluar dari kota Groztel.
Namun saat sampai di depan pintu gerbang asrama Fallen Angel, Vare langsung dihadang oleh semua murid dari kelas awal, menengah, dan puncak yang sangat tidak menyukai Varen.
Tanpa basa-basi lagi mereka langsung mengeroyok Varen dengan melayangkan tendangan dan pukulan ke arahnya.
“Energy Field!” seru Varen menyelimuti dirinya dengan bola pelindung berwarna putih.
BAM! BAM!
“Chain Energy!”
Dari lapisan luar bola pelindung keluar siluet rantai dengan ujung bilah tombak dan jumlahnya sangat banyak. Lalu menjerat semua murid-murid asrama Fallen Angel.
Giro yang baru keluar dari kamarnya melihat hal itu langsung marah dan menebalkan bulu-bulu hitam yang sangat tajam ke arah Varen, “Darkness Fallen Feather!”
“Reflecting Energy!” seru Varen memperkuat bola pelindung yang melindungi tubuhnya.
Bulu-bulu hitam yang tajam itu malah terpantul setelah menyentuh lapisan luar bola pelindung dan mengenai teman-teman Giro yang terkena jeratan siluet rantai.
JLEB! JLEB!
__ADS_1
“Aaaakh!” Semua murid asrama Fallen Angel memekik kesakitan dengan tubuh dilumuri darah.
Varen malah terkekeh pelan melihat kebodohan yang dilakukan oleh Giro yang telah melukai rekan-rekannya sesama murid Fallen Angel.
Bukannya sadar, malah Giro semakin geram dan menembakan bola-bola hitam yang diselimuti petir hitam ke arah VAren bertubi-tubi, ” Fallen Ball!”
Valen membiarkannya bola-bola energi itu mengenai lapisan bola pelindung, sedangkan dia fokus untuk menyembuhkan luka serius yang dialami oleh rekan-rekan Giro, “Healing energy!”
Siluet rantai yang menjerat 30 murid asrama Fallen Angel itu menyalurkan energi penyembuh dari tubuh Varen.
Alhasil luka fatal semua murid itu sembuh dan energi penyembuh Varen juga berhasil menghilangkan racun yang cukup mematikan dari bulu-bulu yang tertancap di tubuh mereka.
Semua murid yang tadinya sangat hormat pada Giro kini malah membencinya, karena bertindak sembarangan dan hampir saja membuat nyawa mereka melayang.
Varen melepaskan siluet rantai dari tubuh mereka semua. Dengan begini mereka sadar iapayang seharusnya dibela dan siapa yang seharusnya dijauhi.
“Berhenti!” teriak Enoil melesat ke arah Giro dan menghantamkan pukulan, hingga membuat tubuh Giro terpental menabrak dinding.
BRAK!
Dinding itu retak dan mencetak tubuh Giro, hingga memuntahkan darah yang cukup banyak. “Uhuk-uhuk …. Enoil, apa yang kau lakukan? Berani kau memukulku, apakah kau tidak takut terhadap ayahku, hah?”
Varen pun melerai mereka dan berkata, “Sudah, semua ini salah paham. Aku datang kemari hanya untuk menunjukan surat dari Master Kal-El untuk Giro yang harus ikut denganku berlatih skill penguatan dasar bersamaku. Energy Healing!”
Tubuh Giro diselimuti aura putih dan dalam sekejap mata luka yang diterimanya dari pukulan Enoil langsung sembuh.
Tindakan Varen yang bijak ini telah menggugah hati mereka termasuk Giro. Kebenciannya terhadap Varen mulai luntur dan tak menyangka seharusnya Varen bisa membunuhnya saat ini, saat dirinya terdesak oleh Enoil.
“Terima kasih Arshael,” ucap serentak Enoil, Giro beserta 29 rekan-rekannya.
“Sudah, aku perlu berterima kasih. Aku berjanji pada kalian akan melatih kalian juga setelah berhasil melatih Giro. Aku harap kita semua bisa berteman, walaupun kita berbeda kasta, ok?” pinta Varen dengan tersenyum tipis dan dibalas oleh senyuman lebar oleh murid-murid asrama Fallen Angel.
__ADS_1
"Tentu Arshael, tentu. Kami akan sangat senang jika kamu mau melatih kami yang selalu tersingkirkan di Akademi Magna ini," ucap Enoil terharu dan merupakan murid kelas puncak,.
Namun selalu saja didiskriminasi oleh murid-murid dari asrama lain. Sebab Enoil dan rekan-rekannya dari kasta Fallen Angel.