
Varen keluar dari dalam lubang warp dan tiba tepat di bibir danau Renaga. Kemudian melucuti semua pakaian Ayudisha yang penuh dengan darah untuk dibersihkan tubuhnya.
Setiap kali melihat lekuk tubuh indah tersebut, Varen selalu meneguk salivanya dalam-dalam.
Bagaimana tidak, tubuh Ayudisha sangat sempurna dengan kulit putih mulus, lekukan tubuh bagai gitar spanyol dan memiliki dua gunung kembar yang begitu besar.
Varen saja dibuat mabuk kepayang setiap kali dirinya mengingat keindahan tubuh Ayudisha.
Akan tetapi kali ini dia harus menahan hasratnya untuk bermantap-mantap dengan Ayudisha yang sedang dalam keadaan lemah dan tak mau membuatnya sakit lebih parah jika memaksanya melayani Varen dalam keadaan pingsan.
Tubuh itu digosok perlahan dengan sentuhan lembut menggunakan telapak tangan kanannya yang sudah menciduk sedikit air.
Varen belai lembut rambut Ayudisha dan sesekali mencium bibirnya yang begitu ranum berwarna merah muda berkilau. Walaupun tidak menggunakan lip gloss ataupun gincu.
Setelah selesai, Varen menggendong Ayudisha ala bridal style dan membawanya ke rumahnya untuk dipakaikan pakaian yang masih tertinggal di dalam rumah lamanya tersebut.
Varen membaringkan tubuh Ayudisha dan menyelimutinya dengan selimut yang tebal.Kemudian mengobatinya, “Eternal Regeneration!”
Luka Ayudisha secara cepat langsung pulih dan Varen tidak khawatir lagi. Kemudian meninggalkannya seorang diri di dalam kamar untuk beristirahat dan meregangkan otot-ototnya.
Varen sendiri berteleportasi kembali ke markas utama Fallen Prime yang telah ambruk. Dia tertarik dengan Fallen Core yang dijatuhkan oleh para prajurit Fallen Prime yang telah dibantai oleh Ayudisha.
“Awakening Drive!” seru Varen sambil mengacungkan tangan kanannya.
Muncul lingkaran sihir berwarna merah di permukaan tanah dan di atas langit, serta tidak bisa terukur.
Semua Fallen Core beterbangan cepat ke arah Varen, lalu masuk ke dalam tubuhnya dan diteruskan ke dalam inventaris sistem.
Varen menyerap semua pengetahuan berisi informasi tentang Fallen Core dan tersenyum licik, “Aku bisa membuat tanaman baru yang memiliki buah Fallen Core dan membuat senjata dari Fallen Core tersebut. Tapi aku membutuhkan Blacksmith atau skill yang bisa membuat senjata.”
__ADS_1
Semua Fallen Core sudah terserap masuk ke dalam tubuh Varen. Selanjutnya dari lingkaran sihir berwarna merah darah di atas langit yang mengeluarkan uap, dan debu yang memiliki energi Vilom.
Varen sengaja melakukannya untuk meracuni wilayah markas utama Fallen Prime agar tidak ada yang mendekati dan menyelidiki pembantaian prajurit Fallen Prime yang dilakukan oleh Ayudisha.
Seluruh area dalam radius 500 meter telah diracuni energi Vilom dan siapapun yang masuk wilayah tersebut akan langsung mati.
Varen pun segera masuk ke dalam lubang warp yang telah diciptakannya dan menuju kediaman Elgrand untuk melaporkan hasil buruannya, yakni kepala Alexander Cabanel.
Enel, Elgrin, dan Rivan yang sedang duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Varen, wajahnya mereka tampak sangat cemas. Mereka bertiga takut jika Varen akan mati dibunuh oleh Alexander Cabanel musuh dari keluarga Elgrand dan hampir 95% para bangsawan di zona Seravee.
Varen tersenyum sumringah sambil menenteng kepala Alexander Cabanel yang sudah dikeluarkannya dari inventaris sistem,”Lihat! Apa yang aku bawa?”
Enel, Elgrin dan Rivan yang sedang duduk langsung tersentak kaget. Mereka bangkit berdiri dengan cepat sambil menjatuhkan rahangnya, ”Apa?! Itu bukankah kepala Alexander Cabanel?!”
“Ya, ini kepala milik si bangsat itu. Aku telah membunuhnya beberapa menit yang lalu,” jawab Varen enteng.
Kemudian dia melanjutkan, “Ancaman kita sudah tidak ada. Maka dari itu kita lanjutkan bisnis kita.”
Elgrin, Enel, dan Rivan masih melongo. Mereka bertiga masih tidak percaya jika Varen berhasil membunuh Alexander cabanel yang terkenal sangat kuat dan bengis.
Maka dari itu Vaaren langsung mengeluarkan 20.000 Burst Meta Core, dan meramunya menjadi 20 juta Burst Potion dengan efektifitas 50% di depan semua keluarga Elgrand, ”Shining Nova!” serunya.
Mereka bertambah lemas dan terduduk di kursi masing-masing melihat keajaiban Varen dalam meramu cairan merah yang sangat banyak.
Semua botol cairan merah tersebut disimpan Varen ke dalam kartu Horcrux dan kartu tersebut ditaruh diatas meja beserta kartu keanggotaan balai pusat perdagangan yang sudah berlevel B.
Enel tersadar dan bertanya, "Berapa banyak jumlah Burst Potion di dalam kartu itu?'
"20 juta botol dan aku hanya mau bertransaksi semuanya dengan anda tuan Enel," jawab Varen dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Sungguh keberuntungan besar!" Enel sangat sumringah dan matanya berbinar-binar sambil mencium kartu horcrux berwarna emas tersebut. "Elrin bayar semua Burst Potion ini!"
Elgrin yang masih syok langsung tersadar dan menyahuti Enel dengan nada terbata-bata, “Ba-baik, Ayah.”
Malaikat bersayap enam tersebut langsung menempelkan kartu keanggotaan balai pusat perdagangan miliknya ke kartu milik Varen, lalu mentransfer uang 1,8 miliar Pearl.
[Ding! Selamat, tuan Varen Asha telah menembus omset level A, yakni 50 juta pearl]
[Ding! Selamat, tuan Varen Asha telah menembus omset level S, yakni 500 juta pearl]
[Ding! Selamat, tuan Varen Asha telah menembus omset level SS, yakni 1 miliar pearl dan dibutuhkan omset 9,75 miliar pearl lagi untuk naik ke level SSS]
Kartu keanggotaan balai pusat perdagangan milik Varen langsung berubah warna menjadi warna hijau giok yang sangat berkilau.
Semua keluarga Elgrand pun langsung berlutut satu kaki di depan Varen dan bersumpah setia pada Varen, “Kami keluarga Elgrand akan mengabdi dan setia pada tuan Varen Arsha.”
Kartu giok tersebut menunjukan status Varen dimata zona pemerintahan Seravee dan setara dengan seorang bangsawan Archduke. Karena memiliki total kekayaan diatas satu miliar pearl dan seorang alkemis.
Varen bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat semua anggota keluarga Elgrand yang memiliki jabatan Duke menaruh hormat yang sangat tinggi padanya.
Dia langsung kabur setelah mengambil kartu keanggotaan miliknya. Sebab dia tak suka dihormati secara berlebihan oleh keluarga yang sudah dianggap oleh Varen sebagai saudaranya itu.
Varen pergi ke gedung balai pusat perdagangan untuk mengajukan Fallen Core yang digunakan sebagai pengganti Burst Core yang gagal didapatkan oleh Varen di Altelier City.
"Halo Nona Dintessa!" sapa Aren dengan melambaikan kedua tangannya dan tersenyum ramah.
Dintessa pun heran melihat Vaaren yang begitu sumringah. Padahal kabar mengenai semua saudaranya yang dibantai oleh pasukan Fallen Prime telah sampai ke telinganya.
Bukan hanya kabar itu, tapi kabar mengenai Altelier City juga telah sampai ke seluruh masyarakat zona Seravee.
__ADS_1
Akan tetapi Dintessa tidak mau ikut campur dan langsung melayani Varen dengan tersenyum ramah, "Bagaimana tuan VAren? Apakah tuan berhasil mendapatkan Burst Core?" tanyanya.