
Varen pun diantarkan oleh Satya ke balai pusat perdagangan. Setelah Satya membeli semua bahan makanan dan bibit, juga semua bongkahan kayu kecil tersebut disimpan ke dalam inventaris sistem milik Varen.
Kemudian Varen ditinggalkan seorang diri di depan gedung balai pusat perdagangan. Semua ras Angel berbagai kasta menatap sinis Varen yang masuk ke dalam balas pusat perdagangan.
Mereka menganggap semua ras Imperium itu bodoh, lemah dan miskin serta tak bisa apa-apa.
Varen mendekati seorang ras Angel yang berkasta Dominion, yakni kasta terendah yang diukur dari jumlah sayapnya yang hanya memiliki dua sayap.
“Maaf, Nonna. Aku seorang ras Imperium ingin mendaftarkan kartu menjadi perdagangan besar,” pinta Varen dan langsung ditertawakan semua monster dari berbagai ras yang berada di dalam lobi balai pusat perdagangan.
“Tolol, kamu itu tolol. Mana mungkin ras Imperium punya barang yang bagus untuk dijual?”
“Lebih baik kau pulang daripada mempermalukan dirimu sendiri yang ingin menjadi pedagang besar.”
“Ya,benar. ras Imperium itu paling-paling juga dapat kartu pelancong untuk menjual kayu bakar, hahahaha ….”
“... ….”
Varen tidak memperdulikan mereka dan bertanya lagi, “Apakah harus ada syarat, agar aku bisa mendapatkan kartu anggota asosiasi pedagang besar?”
“Ada. Barang apa yang ingin anda jual, tuan? Jumlah barangnya juga harus banyak. Masalah harga anda bisa menentukannya sendiri,” jawab Dintessa dengan tersenyum ramah dan tetap menghormati Varen, walaupun berbeda ras dengannya.
“Baiklah.” Varen mengeluarkan satu bongkahan kayu bakar dan lagi-lagi Varen ditertawakan oleh semua monster dari berbagai ras, kecuali Dintessa. “Nona, kayu ini bisa mengisi ulang energi Burst di wadah energi kalian. Lihatlah! Awakening Drive! Arc Of Elemental: Scarletfire!”
Varen mengalirkan energi Burst miliknya ke bongkahan kayu dan molekul bongkahan kayu tersebut telah tercampur dengan energi Burst. Akan terpicu jika dibakar oleh api dan Varen membakar bongkahan kayu tersebut dengan api merah yang dibuatnya di telapak tangan kanan.
Bongkahan kayu evil tersebut langsung menguap membentuk partikel-partikel energi Burst dan mengisi semua energi Burst semua monster yang berada di dalam lobi balai pusat perdagangan.
__ADS_1
Mata semua monster langsung membelalak. Mereka tak menyangka jika kayu tersebut bisa mengisi energi Burst mereka sebanyak 25%.
“Aku membakarnya dengan api yang lebih panas dan jika dibakar di perapian dengan api biasa tentu pengisiannya akan jauh lebih lambat. Tapi setiap bongkahan kayu tadi bisa mengisi 25% energi Burst untuk 200 monster,” jelas Varen.
Para monster yang tadinya menghina Varen langsung diam dan langsung berubah pandangannya dari sini dengan pandangan kekaguman yang amat sangat.
"Baik, tuan. Kami akan memberikan kartu pedagang besar Kelas F dan level tuan akan naik selama tuan bisa memenuhi target omset yang ditentukan oleh balai pusat perdagangan melalui kartu tersebut,” jelas Dintessa dan melanjutkan, “Untuk setoran awal 100.000 pearl dan tuan akan mendapatkan ruko yang cukup strategis di pasar Trac thung ini.”
“Baiklah.” Varen mengeluarkan uang 100.000 pearl tanpa basa-basi lagi kepada Dintessa. “Apakah ada hal yang lain lagi? Namaku Varen Arsha, ras Imperium”
“Tidak ada tuan. Terima kasih. Aku akan memproses kartu tuan dan tunggu sebentar.”
Dintessa segera mendaftarkan nama Varen Arsha pada komputer yang terhubung dengan database semua anggota balai pusat perdagangan di seluruh zona monster.
Para pedagang monster dari berbagai ras dan berbagai level pedagang yang tadinya menganggap remeh Varen. Mereka semua berbondong-bondong mendekati Varen untuk mendapatkan bongkahan kayu kecil yang akan dijual oleh Varen.
Dintessa telah selesai mendaftarkan Varen dan memberikan kartu keanggotaan balai pusat perdagangan pada Varen, "Ini tuan. Nama tuan sudah terdaftar dan juga letak tempat jualannya sudah ada di dalam kartu tersebut."
"Terima kasih Nona. Ini untukmu." Varen tersenyum lebar dengan menunduk hormat dan memberikan uang 1000 pearl pada Dintessa sebagai rasa terima kasih.
Kemudian dia berkata pada semua pedagang yang berada di dalam lobi balai pusat perdagangan, "Aku sudah resmi menjadi pedagang besar. Jika kalian ingin membeli kayu Pyron itu, datanglah ke tempatku!"
Varen pun meninggalkan balai pusat perdagangan dengan tersenyum licik dan para pedagang besar yang sedang mencari kayu bakar biasa.
Antusias mereka berubah setelah melihat Varen, mereka ingin membeli kayu Pyron yang memiliki dua kegunaan, menghangatkan badan dikala musim dingin datang dan mengisi energi Burst di wadah energi mereka.
Varen berjalan ke arah pintu perbatasan zona Seravee. Kios yang akan digunakannya di pasar Trac Thung ternyata dekat dengan dinding pembatas zona Seravee, yakni di sebelah selatan.
__ADS_1
Sesampainya di ruko dua lantai tersebut, Varen menggesek kartunya pada mesin pemindai dan rolling door ruko tersebut terbuka perlahan.
Di dalam ruko sudah bersih dan terdapat etalase-etalase yang memiliki pembatas kaca yang terbuat dari berlian. Bisa dikatakan ruko yang ditempati oleh Varen merupakan ruko yang cukup mewah di pasar Trac Thung sesuai dengan harga beli yang harus dibayarkan oleh Varen.
Varen segera mengeluarkan semua kayu bakar dari inventaris sistem dan menyusunnya dengan sangat rapi di rak-rak yang menempel di dinding-dinding ruko.
Kemudian menggunakan skill Awakening Drive untuk memasukan partikel energi Burst dan menjadikannya kayu yang disebut oleh Varen sebagai kayu Pyron.
Varen juga mengeluarkan satu Burst Meta Core dan memecahnya menjadi 10000 pecahan, “Shining Nova!” serunya.
10000 pecahan Burst Meta Core tersebut berubah menjadi 10000 botol Burst Potion yang memiliki efektifitas 50%. Varen sengaja melakukannya agar mudah diterima oleh para monster, karena akan dijual dengan harga yang cukup murah, yakni 100 pearl.
Padahal harga sesungguhnya di pasaran, Burst Potion dengan efektifitas 50% itu dijual dengan harga minimal 1000 pearl.
Varen langsung mengisi semua etalase yang masih kosong dengan botol-botol cairan merah.
Para pedagang-pedagang yang berada di dalam lobi kini sudah mengantri di depan ruko milik Varen dan berjumlah 100 pedagang besar.
Mereka ingin membeli kayu Pyron untuk keluarga sebagai persiapan menyambut musim dingin yang satu minggu lagi akan datang.
“Tuan Varen. Tolong berikan aku 1000 bongkahan kayu Pyron!” pinta Enel ras Angel ang berkasta Ophanim yang memiliki 6 sayap tapi disembunyikannya di dalam punggungnya.
“Maaf, aku boleh berkenalan dengan anda tuan —”
“Enel Nikamisa, itu namaku,” otong enel sambil tersenyum ramah dan menyodorkan tangannya ke arah Varen.
Pria berambut panjang tersebut menyambut tangan Enel untuk berjabat tangan, “Nama Varen Arsha. Tapi sebelum tuan Enel membeli kayu ini, silahkan minum ini dan rasakan. Jika menurut anda kurang bagus, maka aku akan memberikan 1000 bongkahan kayu Pyron gratis.”
__ADS_1