
“Tuan Varen Arsha. Maukah anda berkenan datang ke kediaman Elfgard?” pinta Grindel dengan tersenyum ramah.
“Tentu tuan. Tapi aku haru pulang ke desaku di Desa Renaga. Ada hal yang penting aku harus siapkan untuk esok hari,” jawab Varen tersenyum ramah.
“Oh, ya. Aku mengerti. Aku juga tidak akan memaksa anda untuk datang ke kediaman kami. Tapi tolong hubungi aku dengan kartu ini jika anda sudah ada waktu luang,” kata Grindel dengan tersenyum ramah.
“Tentu, aku pasti akan datang dan mengabari tuan Grindel,” balas varen dan menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Grindel. “Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik.”
“Ya, semoga kita bekerjasama dengan baik.” Grindel pun menyambut tangan Varen dan menggoyangkan tangannya sebagai bentuk tana kerjasama vvaren dengan keluarga Elgrand.
Setelah Grindel meninggalkan toko Varen. Pria berambut hitam tersebut menutup tokonya dengan menggesek kartu pada mesin pemindai. Rolling door ruko milik Varen pun tertutup dan Varen pun masuk ke dalam lubang warp, “Flying Spatial God!”
Dia pun luar dari dalam lubang warp dan tiba di depan rumah Satya yang sedang mengumpulkan banyak penduduk yang hanya berjumlah 50 orang tersebut. Untuk dibagi-bagikan makanan dan juga bahan makanan.
Varen melihat tiga jenis manusia yang berbeda diantara 50 orang tersebut. Ada yang memiliki prisma kristal kecil berwarna ungu di dahinya dan mereka adalah ras Asmodians. Ada yang memiliki telinga panjang, berambut putih dan memiliki manik mata putih, dan mereka adalah ras Immortal. Ada yang memiliki rambut hitam menjuntai sampai tengkuk lutut seperti super saiyan 4 Gogeta, memiliki dua tanduk merah di kedua dahinya, ekor kera di pinggangnya, dan mereka adalah ras Primordial.
Varen mengetahui kesebelas manusia dari ras yang berbeda tersebut, dan kesebelas manusia tersebut dar ras Ancient, ras Immortal dan ras Primordial dari analisa sistem.
Satya dan Ayudisha tersentak kaget setelah melihat Varen keluar dari dalam lubanag warp. Begitu juga semua warga yang lain yang tak percaya seorang ras Imperium bisa melakukan teknik perpindahan ruang dan waktu.
__ADS_1
“Bagaimana semua saudara-saudara? Apakah ada yang belum kebagian bahan makanan dan makanan?” tanya Varen dengan tersenyum ramah. “Aku juga mendapatkan kabar baik untuk desa. Semua kayu yang saudara-saudara kumpulkan di hutan, aku akan membelinya dengan harga yang sangat mahal dan aku minta sudah dipotong dalam bongkahan kecil. Satu bongkahan kecil aku beli seharga 40 pearl.”
“Apa?!” Semua warga ricuh mendengar penuturan Varen yang tak masuk akal tersebut.
Bongkahan kayu kecil dibeli seharga itu. Mereka pikir Varen telah gila membeli bongkahan kayu kecil semahal itu. Padahal biasanya mereka menjual 1 truk kecil kau hanya seharga 80-100 pearl.
“Aku tahu kalian ragu dan aku dianggap gila.” Varen mengeluarkan kartu balai pusat perdagangan berlevel C dan membuat mata semua orang membola seperti mau keluar dari kelopak matanya. “Tapi ini bukti jika aku sebagai perwakilan Desa Renaga berhasil menjual sesuatu yang sangat berharga di pasar Trac Thung.”
Raut muka semua warga dipenuhi tanda tanya besar terhadap Varen.Mereka masih bingung pada Varen kenapa bisa mendapatkan kartu pedagang besar yang memiliki level yang cukup besar dengan bisa menjual barang menembus omset 8 juta pearl.
Mereka tidak bertanya lagi dan langsung pulang ke rumah masing-masing termasuk kesebelas ras monster dari tiga ras yang berbeda tersebut. Kesebelas manusia setengah monster tersebut kehilangan ingatan seperti halnya Varen. Jadi mereka tidak tahu jati diri mereka berasal.
Mereka diperlakukan sangat baik oleh Satya, seperti Satya memperlakukan para warga ras Imperium lainnya. Mereka bersebelas merasakan kehangatan dan kasih sayang dari semua warga ras Imperium yang berada di desa Renaga. Membuat mereka betah dan menghormati para penduduk asli Desa Renaga.
Varen meminum satu botol cairan merah untuk memulihkan energi Burst miliknya yang telah habis. Lalu merapal skill, ”Awakening Drive!”
Bongkahan-bongkahan kayu tersebut disuntikan partikel-partikel energi Burst dan membuat warna permukaan kayu tersebut dari warna abu-abu menjadi warna merah pudar. Proses pembuatan kayu Pyron di dalam 10 bak rk kecil tersebut telah berhasil.
Varen mengambil satu kayu Pyron dan mempresentasikannya pada semua warga, “Ini adalah kayu yang telah aku suntikan partikel energi Burst dan aku menyebutnya kayu Pyron. Jika dibakar bisa mengisi ulang energi Burst baik secara lambat maupun cepat. Arc Of Elemental: Fireball!”
__ADS_1
Bongkahan kayu kecil tersebut terbakar oleh api biasa dan Varen menaruhnya di permukaan tanah. Asap dari pembakaran kayu Pyron tersebut menyebarkan partikel energi Burst dan mengisi ulang energi Burst milik semua warga yang telah habis.
"Woah, kayu ini bukan saja menghangatkan. Tapi juga mengisi ulang energiku.”
“Ya, benar. Sangat hangat ditubuh dan energiku perlahan terisi.”
“... ….”
Semua warga tersenyum lebar dan sangat bangga pada Varen yang punya ide jenius pada bongkahan kayu yang tidak mempunyai harga dan mengubahnya menjadi sesuatu yang amat berharga.
Otak kesebelas orang dari tiga ras berbeda tersebut bereaksi dengan kekuatan Rainbow Core yang berada di dalam tubuhnya. Tiba-tiba kekuatan mereka kembali, walaupun hanya 25%.
Varen pun merasakan jika kesebelas orang dari ketiga ras berbeda tersebut mengalami fluktuasi energi di dalam wadah energinya. tetapi varen tidak menganggapnya sebagai ancaman.Padahal jika mereka bersebelas ingatannya pulih, maka Varen akan diburu mereka semua.
Waktu pun tak terasa sudah larut malam dan Varen memberikan uang 4 juta pearl pada Satya untuk dibagi-bagikan pada semua warga secara adil atas bongkahan kayu yang telah dijual pada Varen.
Setelah Satya membagi-bagikan uangnya secara adil pada 48 warga. Varen duduk di depan rumah Satya sambil membakar kayu biasa untuk ronda malam. Takutnya para bandit Naga Hitam itu akan menyerang desa Renaga.
“Maas Varen tidak tidur?” tanya Ayudisha yang tiba-tiba muncul di belakang Varen dan menyelimutinya. “Gak bagus begadang mas.”
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menjaga kayu-kayu ini. Takutnya para bandit itu datang dan merampok atau mengambil kayu-kayu ini. Aku tak bisa menyimpan banyak semua kayu ini di dalam kartuku,” Jawab Varen dan kepala Audisha bersandar di pundak kiri Varen.
"Terima kasih mas. Mungkin mas adalah manusia pilihan yang telah diramalkan oleh keluarga kami 50 tahun silam sebelum terjadinya Blood Moon. Ma udah membawa banyak perubahan pada desa kami dan juga semua warganya yang selalu pesimis menjadi optimis dalam menjalani kehidupan sebagai ras yang lemah,” kata Ayudisha dengan mata berkaca-kaca.