
Varen pun bangkit agak lemas dan dibantu oleh Vivi dengan memapahnya, “Kamu tidak-apa-apa sayang?” tanya Vivi khawatir.
“Ti-tidak apa-apa. Tapi aku merasakan firasat buruk. Tolong katakan pada ayah, ada pesawat induk lain yang mendekat ke arah Altelier City dan tingkatkan keamanan kota,” jawab Varen dengan nafas terengah-engah. “Cepat!”
Vivi langsung membuka sayapnya yang berada di punggung, lalu memeluk Varen dan terbang bersamanya secepat mungkin menuju gedung Altelier Chief.
[Skill pasif Eternal Regeneration telah aktif otomatis dan segera memulihkan tubuh tuan dalam 5 detik]
Vivi yang membawa Varen terbang secepat mungkin dan akhirnya sampai di rooftop gedung Altelier Chief yang telah dibangun oleh Rothschild sebagai gedung tempat pemimpin Altelier City.
Vivi melesat duluan, karena harus menyampaikan berita penting pada Rothschild. Sedangkan Varen berdiri sambil mengeluarkan 1000 Burst Meta Core yang bisa dibuat banyak botol BP, botol EP, dan botol EVP.
“Shining Nova!” seru Varen dan energi Burst miliknya berkurang 30.000 poin sekaligus.
Muncul lingkaran sihir berwarna emas dan sangat terang. Kemudian tumpukan kristal Burst Meta Core tersebut terbelah dan setiap satu kristal terpecah menjadi 100 pecahan.
Vaaren langsung memasukkan semua 100.000 pecahan tersebut ke dalam lingkaran sihir.
Pertama dia membuat 30.000 botol BP, dan 30.000 botol EP. Lalu dicampur dengan 30.000 pecahan Burst Meta Core yang tersisa untuk meramu EVP. Langkah terakhir setelah selesai membuat 30.000 botol EVP, Varen membuat 5000 botol BP dan 5.000 botol EP.
Varen menyimpan 30.000 botol EVP, 5.000 botol EP, dan 5.000 botol BP pada inventaris sistem.
[Ding Dong! Status]
<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>
[Nama: Varen Arsha]
[Job:
Striker (882/1000)
Arch Ranger (48/1000)
Prime Knight (020/100)]
[Umur: 23 tahun]
[Burst Point: 8000/38000]
__ADS_1
[Rank Burst: Emperor ⭐9 (447.600/500.000)
[Skill:
Eternal Regeneration level Max: Max/Max
Awakening Drive level 1: 0/1000
Arc Of Element level 1: 0/1000
Arc Divination level 1: 0/1000]
[Weapon: Blackball: Arc Moon Dagger, Sword, Bow ⇒ level Gobi: 0/15.000]
[Inventaris: 1.010.000 pearl, 5.007 botol BP, 5.000 botol EP, 30.000 botol EVP, 2 pistol otomatis RE-75, 190 Burst Meta Core, 1 Verlion Core]
<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>
Varen menenggak botol cairan merah yang diberikan oleh akademi militer Enerkyl, untuk memulihkan 30.000 poin energi Burst miliknya.
Kemudian dia mengeluarkan Blackball yang sudah diubah menjadi senjata Great Bow. Dia bersiap 10 pesawat jet yang sedang mengarah ke Altelier City.
“Arc Divination: Eagle Eye! Arc Moon: Greaat Bow! Big Shot!” seru Varen.
Varen tersenyum licik, dan berkata, “Aku akan membalas dendam pada kalian yang telah membunuh keluargaku dan semua ras Imperium di pemukiman kumuh. Matilah!”
Anak panah itu dilepaskan dari tali busurnya, dan melesat secepat kilat ke arah pesawat induk yang dikelilingi 10 pesawat jet yang berjarak 5 km dari Altelier City.
Anak panah itu saking cepatnya menembus ruang hampa udara dan tak terlihat oleh radar pesawat induk.
Akan tetapi, saat menembus jarak 500 meter lagi dari pesawat induk tersebut, alarm bahaya di dalam pesawat induk berbunyi. Dengan sigap sang komandan pesawat induk langsung memutar kemudi ke arah kanan untuk menghindari hantaman anak panah yang memiliki ledakan setara bom nuklir dalam skala menengah.
BOOM!
Anak panah itu mengenai salah satu pesawat jet yang berada di belakang pesawat induk yang belum sempat menghindar, sementara pesawat induk berhasil menghindar.
Akan tetapi, gelombang kejut ledakannya menyebar membentuk siluet bola cahaya yang semakin membesar dan menghancurkan apapun yang dilewatinya.
BOOM! BOOM!
__ADS_1
9 pesawat jet yang lain juga meledak terkena gelombang kejut ledakan anak panah yang sudah meledak tersebut.
“Sial! Siapa yang berani menembak kapalku!” geram Veigas Stark sambil memukul kursinya.
“Maaf, tuan. Kami tidak bisa membaca arah serangannya. Aku hanya refleks menghindar sejauh mungkin. Serangan itu tidak bisa dilihat maupun dideteksi oleh radar, hanya bisa dideteksi oleh sinyal ancaman saja,” balas Komandan Major Briendfall.
“Percepat menuju Altelier Ci —”
BOOM!
Sebelum Veigas Stark melanjutkan titahnya, pesawat induk sudah terkena anak panah lanjutan yang dilesatkan oleh Varen dari atap gedung Altelier Chief.
Semua tentara dan awak pesawat induk tewas. Hanya menyisakan para petinggi yang berjumlah 9 monster yang selamat keluar dari pesawat induk menggunakan pesawat kapsul evakuasi.
Veigas Stark berhasil kabur. Dia terbang setelah pesawat mengalami gagal mesin dengan menghancurkan kaca jendela kokpit pesawat induk. Kemudian terbang dengan tubuh yang sangat luwes. Dia mengalami luka cukup serius terkena ledakan dan badan sebelah kirinya melepuh.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah membunuh monster rank Lord ⭐1 dan mendapatkan 100 poin pengalaman]x990
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Mega ⭐1 dan membutuhkan 458.600 poin pengalaman untuk naik ke rank Mega ⭐2]
Varen tersenyum lega karena berhasil menghabis pesawat induk milik Veigas Star, yakni pesawat induk yang telah menghancurkan pemukiman kumuh ras Imperium.
Debu, asap dan Cahaya ledakannya terlihat jelas dari pusat Altelier City yang berjarak 5 km dari sumber ledakan tersebut. Siluet jamur dari debu dan asap yang tebal menutup langit dalam radius 500 meter.
Varen langsung kelelahan. Energi Burst miliknya berkurang sangat banyak, yakni 36.000 poin Burst. Hanya untuk menembakkan dua anak panah berdaya ledak nuklir tersebut.
Varen berjalan sempoyongan menuju lift. Dia harus segera menuju ruangan utama untuk bertemu dengan Vestral Dylandy.
Sesampainya di ruang utama pertemuan, Varen berjalan aga limbung dengan raut muka seputih kertas. Vivi berlari cepat mendekati Varen dan langsung memapahnya.
“Apa yang terjadi?” tanya Vivi Khawatir.
“Tidak apa-apa. Aku sudah membereskan para penyerang itu,” jawab Varen dan langsung menatap tajam Vestral.
Varen mengira jika Vestral sengaja menyerang ke Altelier City dengan menyiagakan pesawat induk milik Archduke Veigas Stark.
Vestral yang ditatap tajam oleh Varen merasa tidak nyaman, “Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu pada pemimpinmu, hah?” bentaknya.
“Pemimpin? Aku tidak pernah menganggap pemimpin zona mana pun sebagai orang yang harus dipatuhi perintahnya. Kalau Anda ingin tahu jawabannya, cari sendiri puing-puing pesawat induk yang baru saja aku ledakan. Pesawat induk itu bukankah suruhanmu yang mau menginvasi Altelier City?” sindir Varen dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
“Omong kosong. Aku datang kemari seorang diri dan atas nama pribadi. Aku tidak membawa pesawat induk mana pun,” jawab Vestral kebingungan dengan penuturan Varen.
“Maaf, sahabatku. Apa yang dikatakan Varen benar. Apakah kau tidak menyadarinya. Itu adalah pesawat induk milik Archduke Veigas Stark. Aku sudah melihatnya dengan persepsi pandangan skill Divine Perception,” sergah Rothschild dan membuat suasana ruangan utama pertemuan semakin memanas.