
"Ya sudah. Tunggu aku untuk membelah semua kayu —-”
Tanpa basa-basi Varen mengeluarkan Soluna dan memotong semua kayu bakar yang akan dikirim ke pasar Trac Thung. Sebab hanya dari kayu bakar para penduduk desa bisa menggantungkan hidupnya dan menjualnya di pasar yang dikuasai oleh zona Seravee.
Ayudisha dan Satya melongo saja, melihat Varen membelah semua kayu. Baik yang bongkahan besar maupun bongkahan sedang hanya dengan beberapa kali ayunan pedang Soluna.
“Luar biasa kamu nak. Kamu kuat sekali seperti para manusia-manusia itu,” puji Satya dengan melebarkan mata.
“Manusia-manusia itu? Maksud bapak?” Varen kebingungan dengan apa yang dituturkan oleh Satya mengenai ras Asmodians, ras Primordial dan jug ras Immortal.
“Sudahlah, kamu juga akan tahu.” Satya langsung mengambil bongkahan-bongkahan kecil kayu yang sudah dibelah oleh Varen dan memasukkannya pada mobil truk kecil.
Varen juga ikut membantu dan membuat Satya serta Ayudisha heran. Orang baru pulih dari koma tapi bisa langsung sehat walafiat.
setelah 1 jam, Varen dan Satya sudah memasukan semua kayu bakar ke dalam mobil truk kecil.
Varen dan Satya masuk ke dalam mobil truk tersebut untuk berangkat menuju pasar Trac Thung.
Satya pun tidak takut jika harus melewati hutan tidak bernama karena ada Varen yang menghajar para bandit yang selalu mengganggu penduduk Desa Renaga yang akan mengantar kayu bakar.
Selang 30 menit mobil truk yang membawa aku bakar tersebut memasuki tiga perempat hutan tidak bernama. terdengar suara siulan dari dalam hutan dan itu pertanda jika bandit yang dipimpin oleh salah seorang ras Imperium tersebut akan menghadang perjalanan Satya dan Varen.
“Nak, sepertinya kita dihadang oleh para bandit-bandit daerah sini,” kata Satya dengan raut muka kesal.
“Wajar saja pak.Kondisi daerah disini kekurangan makanan. Kemungkinan mereka mengambil apa yang kita bawa ini untuk mereka jual dan membeli makanan,” balas Varen dengan jawaban yang menurut Satya ada benarnya juga. “Lalu bagaimana ini?”
“Tentu saja kita lawan dan tagap mereka semua. Tapi kita tanya dulu alasannya kenapa mereka melakukan perampokan,” jawab Varen dan meminta Satya menghentikan mobilnya, “Tolong berhenti pak dan Bapak jangan keluar dari dalam mobil.”
__ADS_1
Tubuh Varen berkedip dan berpindah tempat ke depan lima orang bandit yang memakai pakaian hitam-hitam dan menutupi muka mereka dengan cadar seperti ninja.
“Cepat tinggalkan mobil kalian!” teriak salah satu bandit dengan nada yang mengancam.
“Lebih baik kita bicara. Sesama ras Imperium seharusnya bekerja sama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, bukan saling menyerobot dan menjatuhkan —”
“Diam! Bukan urusanmu! Pergi tinggalkan mobil kalian atau kami bunuh kalian berdua!” potong salah satu bandit yang menjadi pemimpin kelompok bandit Naga Hitam.
“Kalian memang tidak bisa diajak negosiasi. Padahal aku akan memberikan kalian banyak makanan dan kalian tak perlu merampok lagi.” Varen mengeluarkan bola petir di telapak tangan kanannya dan hanya berniat melumpuhkan mereka saja bukan untuk membunuhnya, “Arc Of Elemental: Electric Surge!”
ZRRT!
Bola petr di telapak tangan varen mengeluarkan aliran listrik berwarna biru dan menyambar mereka berlima.
Aliran listrik terus menyebar sejauh radius 200 meter, untuk melumpuhkan juga 25 anggota bandit Naga Hitam lain yang sedang bersembunyi di semak-semak maupun balik pepohonan.
Tubuh mereka lumpuh sementara dengan tubuh gosong dan rambut berdiri. Varen segera kembali masuk ke dalam mobil dengan berteleportasi dan meminta Satya meninggalkan mereka.
“Pak, ayo jalan!” seru Varen.
“Apakah tidak apa-apa jika meninggalkan mereka dalam keadaan seperti itu? Mereka tidak mati kan?” tanya Satya khawatir terhadap mereka.
Dia khawatir takutnya jika mereka mati atau ketika sadar, maka Desa Renaga yang akan jadi incaran mereka selanjutnya.
“Tidak apa-apa pak. tenang saja. Aku yakin setelah ini mereka kapok. Jika mereka berani mengincar desa, maka aku sendiri yang akan menghabisinya,” jawab Varen tegas dengan sorot mata yang sangat tajam.
Satya langsung melajukan mobilnya secepat mungkin. Dia sudah terlambat dan bisa dimarahi habis-habisan oleh pelanggan tetap kayu bakarnya.
__ADS_1
Sesampainya di dinding perbatasan zona Seravee yang terbuat dari batu kristal Adamantite yang begitu berkilau.Sebab zona Seravee merupakan zona wilayah mengedepankan nilai artistik dan harus kemilau.
Satya menunjukan sebuah kartu pelancong yang dimilikinya pada penjaga ras Angel yang memiliki dua sayap, membawa perisai emas dan pedang emas
Dua penjaga di pintu perbatasan yang langsung masuk ke dalam pasar Trac Thung tersebut, hanya menganggukan kepala setelah melihat kartu tanda pengenal yang dimiliki oleh Satya.
“Disini sangat ketat. Tapi kita juga bisa memiliki akses masuk asal punya kartu ini. Apalagi memiliki kartu khusus pedagang besar, maka kita bisa keluar masuk tanpa harus diperiksa,” jelas Satya dan otak varen langsung menemukan ide.
“Lalu bagaimana cara aku bisa membuat kartu tersebut,” tanya Varen.
“Di balai asosiasi pedagang Ehrim. Untuk membuat kartu pelancong hanya membutuhkan 1000 pearl dan itu sangat mahal,” jawab Saya dan memberhentikan mobilnya di depan sebuah kios sembako.
Pria dengan kumis melintang sudah berkaca pinggang dengan raut muka merah padam dan memiliki dua sayap kecil di punggungnya, “Goblok kau Satya! Lama sekali kamu!”
“Maaf tuan Eldrim. Kami dicegat oleh bandit.” Satya keluar dari dalam mobil dan langsung bersimpuh di depan Eldrim sang pemilik toko tersebut. ”Mohon jangan dipotong bayarannya tuan Eldrim.”
“Aku tak peduli!” Eldrim menampar Satya, tapi ditahan oleh Varen. “Berani kau ikut campur? Hah!”
“Berani,kenapa tidak berani pada kau orang yang bertindak semena-mena.” Varen mendorong tangan kanan Eldrim Hingga tubuhnya juga ikut terdorong dan terjungkal. “Pak, berapa biasanya si tolol ini membeli satu truk kecil kayu bakar ini.”
“100 pearl,” jawab Satya dengan raut muka pucat pasi dan gemetar ketakutan. Dia takut Varen akan memuat masalh dengannya.
“Aku beli 10 kali lipat.” Varen mengeluarkan uang 1000 pearl dari saku celananya yang terhubung dengan inventaris sistem dan memberikannya pada Satya. “Kita tak perlu menjual kayu bakar pada dia. Aku yakin musim dingin sebentar lagi akan datang dan dia pasti membutuhkannya.”
"Terima kasih nak. Tapi selanjutnya bagaimana?" tanya Satya kebingungan dengan mata pencaharian dirinya yang telah hilang karena eldrim pasti tidak mau lagi membeli kayu bakar pada Satya.
"Kita akan menjualnya secara langsung." Varen memberikan lagi uang 10000 pearl pada Satya. "Belikan semua bahan makanan dan bapak langsung pulang. Aku akan tinggal disini sehari untuk mengurus izin perdagangannya."
__ADS_1
"Ba-baik." Satya gemetar menerima uang yang menurutnya sangat banyak itu dan baru pertama kali dia menerima uang 10.000 pearl. Jadi wajar saja jika dia sangat gemetar.