Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 51


__ADS_3

BOOOM!


Siluet anak panah jumbo tersebut tepat mengenai Varen dan meledak. Ledakannya menciptakan kepulan cahaya yang membentuk siluet jamur yang menjulang ke langit.


Namun saat kepulan asap itu mereda dan Veigas telah berpindah tempat di depan kepulan debu tebal yang menghalangi pandangannya dimana Varen terkena serangannya, Veigas terkejut setelah melihat Varen belum mati.


“Apa?! Mustahil?!” gumam Veigas membulatkan matanya.


Dia langsung melesat dengan menyeret pedang Dark Emperor di permukaan tanah. Saat sudah dekat dengan Varen, pedang berbilah ungu tersebut diayunkan dengan gagang dipegang oleh kedua tangan Veigas ke arah leher Varen.


KLANG!


Pedang besar tersebut berhasil menebas leher Varen, tapi tidak putus. Malah seperti menebas sebuah tiang besi yang memiliki kepadatan molekul diatas kepadatan molekul berlian yang sangat keras.


Merasa serangannya gagal, Veigas melompat mundur dengan menembakan aliran petir berwarna ungu dari telapak tangan kirinya, “Dark Thunder!”


BOOM!


Tubuh Varen kembali meledak dan mendapatkan luka bakar yang cukup serius. Tapi luka bakar dan semua luka-luka sebelumnya yang didapatkan oleh Varen, perlahan tapi pasti pulih.


Veigas langsung melebarkan mata jika tubuh Varen bisa meregenerasi dengan sangat cepat, “Mustahil?! Bagaimana bisa?!”


“Tidak ada yang mustahil di dunia ini,” balas Varen dan memegang Silverball lalu mengubahnya menjadi sebuah katana berbilah perak dengan gagang pedang berwarna hijau, “Hellheaven Divinity: Deathround!”


Varen langsung melesat secepat kilat dan hanya dalam satu detik sudah tiba di depan Veigas dengan tatapan dingin sambil menebaskan pedang katana tersebut.


TRANG! TRANG!


Veigas menangkis setiap tebasan cepat Varen dengan bersusah payah dan menimbulkan percikan api setiap kali kedua pedang itu bergesekan.


Namun karena pedang Varen dibanding pedang milik Veigas yang harus digenggam dengan kedua tangannya. Veigas terkena beberapa tebasan dan Varen berhasil memotong kedua sayap serta ekornya.


SLASH! SLASH!


Veigas memekik kesakitan dan dipenuhi tanda tanya besar, “Aaaakh! Bagaimana bisa kamu setara denganmu tolol?”


Varen tidak menggubris pertanyaan Veigas yang dianggap lemah di depan matanya. Karena berkat menyatukan Blackball dengan kelima pedang yang dimiliki Dragon Prime, Varen mendapatkan sebuah kekuatan yang sangat dahsyat.


Selanjutnya Varen menebas kedua tangan Veigas, hingga menjatuhkan pedang Dark Emperor yang langsung terserap ke dalam Silverball dan menjadikannya koleksi keenam pedang Hellhound Divinity.


“Cyborg Regeneration!” seru Veigas.


Akan tetapi Veigas berhasil menumbuhkan kedua tangan, ekor dan kedua tangannya secepat kilat. Saat itu pula Veigas merubah dirinya menjadi seekor Naga yang memiliki enam sayap dari skill Dragon Stance: Azulong Second Gear.


Varen yang merasakan firasat buruk langsung mengganti pedang katana yang dipegangnya menjadi dua bilah belati sepanjang satu meter berbilah silver dengan gagang berwarna biru.

__ADS_1


SHUA!


Veigas melesat sangat cepat, hingga gerakan tubuhnya tidak dapat ditangkap oleh kedua mata Varen, karena saking cepatnya.


Tiba-tiba Veigas muncul di belakang sambil melayang dan melakukan cakaran bertubi-tubi.


SLASH! SLASH!


Punggung Varen dipenuhi siluet garis-garis putih secara acak dan bersamaan itu pula cairan merah menyembur dari punggung Varen.


Varen meringis kesakitan, tapi dia tahan agar sampai tidak memekik. Sekali dia memekik maka konsentrasi dan fokusnya akan hilang saat melawan Veigas yang tiba-tiba sangat cepat.


“Arc Of Divination: Scarlet Eyes!” seru Varen mengubah manik matanya menjadi warna merah darah.


[Skill pasif Eternal Regeneration telah memulihkan semua luka fatal tuan]


Saat lukanya sembuh dan Veigas sudah agak kelelahan sehabis mencabik-cabik punggung Varen. Pria berambut acak tersebut membalikan badan dan dengan memutar kedua pedangnya untuk menebas leher Veigas.


TRANG! SLASH!


Akan tetapi kedua tebasan belatinya berhasil ditepis oleh kedua cakar Veigas dan hanya berhasil menyerempet 1 cm leher Veigas.


Pria Naga bersayap enam tersebut terbang mundur sambil menyerang balik dengan menembakan sinar laser berwarna merah kebiruan, Shining Buster!"


SWUSH!


"Flying Thunder God!" seru Varen tak sengaja mengucapkan kata-kata tersebut. Dia tak menyangka jika semua skill yang dahulu telah dihapus dan membuat tubuhnya berkedip dan muncul dibelakang Veigas, "Infinity Slash!"


SLASH! SLASH!


Varen menebas dengan kedua belatinya dengan sangat cepat untuk memotong keenam sayap yang dimiliki oleh Veigas.


Alhasil keenam sayapnya terpotong dan ekornya juga terpotong. Tapi saat tubuhnya beregenerasi lagi, Varen mengganti matanya dengan Devastation Eyes, “Manipulation Molecule: Petrify!”


KRAK! KRAK!


Varen memegang punggung Veigas dan mengubah tubuhnya dengan perlahan menjadi batu.


“Tidak! Jangan lakukan ini! Ampun!” pekik Veigas dengan tubuh yang semuanya sudah menjadi batu dan hanya menyisakan kepalanya saja.


Varen memutari tubuh Veigas dengan raut muka menyeringai dan sangat senang orang yang telah membunuh kedua orang tuanya sebentar lagi akan mati di tangannya dan sudah tak berdaya.


“Mengampunimu? Lalu kau saat menembakan sinar laser di pemukiman kumuh ras imperium di zona Warlord apakah ada rasa kasihan? Hah!” geram Varen dan menghunuskan kedua belatinya tepat di leher Veigas yang perlahan mengeras menjadi batu.


Saat mengatakan hal tersebut, tubuh Veigas sudah menjadi batu sepenuhnya dan menjatuhkan sebuah lotus kristal berwarna hitam legam bernama Valiant Core.

__ADS_1


Merasa Valiant Core sangat penting, Varen segera menyimpannya di inventaris sistem untuk percobaan selanjutnya menggabungkan semua Core yang didapatkan dari pasukan elit Dragon Prime.


[Ding dong! Selamat, tuan telah membunuh monster rank Legendary bintang lima dan mendapatkan 3.000.000 poin pengalaman]


[Ding Dong! Misi Devil Bingo Hunter]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Nama BUronan: Veigas Stark]


[Ras: Dragonoid]


[Rank: Legendary ⭐5]


[Poin pengalaman: 10.000.000]


[Harga buronan: 100.000.000 Pearl]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^<>


[Ding Dong! Misi tersembunyi telah sukses diselesaikan]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Misi tersembunyi: Menyelamatkan kota Nizwa dari sergapan tentara zona Dracones]


[Batas waktu: 4 jam]


[Hukuman: Semua penduduk kota Nizwa tewas diibantai oleh tentara zona dracones]


[Hadiah: 1 juta poin skill, dan 10 juta pearl]


<>^^^^^^^^^^ ¤^^^^^^^^^^^^<>


[Ding Dong! Semua hadiah telah ditransfer ke inventaris sistem]


Kedua belati berwarna perak tersebut berubah menjadi Silverball dan Varen kehabisan semua energi Burst miliknya.


Dia melangkahkan kakinya tertatih ke arah kota Nizwa yang berjarak 5 km dari tempatnya berdiri.


"Huff … huff …. Pertarungan ini sagat melelahkan," gumam Varen sambil menyimpan Silverball ke dalam inventaris sistem.


Dengan sisa-sisa tenaganya, Varen melangkahkan kakinya agak cepat dan dapat melihat dari jauh tidak ada lagi kubah medan pelindung yang melindungi kota Nizwa.


Hujan salju ringan pun turun bersama rasa kesedihan yang dialami hatinya sekarang. Padahal kondisi ekonomi kota sedang ambruk, karena menghabiskan banyak biaya untuk membangun kota.

__ADS_1


Ditambah lagi sekarang dia harus memperbaiki medan pelindung yang membutuhkan banyak Burst Core yang memiliki kepadatan molekul 1 juta partikel.


Serasa dirinya sudah jatuh ketiban tangga dan harus berpikir keras di tengah himpitan kelima zona yang selalu mengancam untuk menduduki kota Nizwa.


__ADS_2