Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 61


__ADS_3

***


Keesokan paginya, ruang pemeriksaan Akademi Magna.


Varen dan Giro diinterogasi oleh Samael, Albion, Evelyn, dan Dirgael terkait pelaporan Evelyn yang melihat Giro telah mati dihisap darahnya oleh Vercom..


“Arshael, apa yang kamu lakukan di hutan Mandrake bersama Giro?” tanya Dirgael dengan sorot mata yang tajam seperti manik mata Elang.


“Aku dan Giro sedang berlatih, lebih tepatnya aku mengajarkan Giro skill Charge dan skill Super Charge,” jawab Varen santai.


“Iya, master. Aku berlatih skill yang diajarkan oleh Arshael dan tidak melakukan hal-hal aneh,” timpal Giro yang tubuhnya dirasuki oleh Vercom, tapi 100% Vercom berhasil meniru semua hal yang dilakukan oleh Giro.


“Iya, Kepala pengawas, dan Kepala Akademi. Kemarin, Arshael meminta surat rekomendasi untuk keluar dari Akademi dan kau memberikannya waktu 3 hari untuk mengajari Giro skill yang membuat baju Master Samael porak poranda, pfft …,” timpal Kal-El yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.


“Kalau para Master menuduhku telah membunuh Giro. Ini Giro masih sehat-sehat saja. Giro coba tunjukan hasil latihan kamu! —”


“Omong kosong! Jelas-jelas aku melihat Giro tertidur dan dihisap darahnya oleh Vampir. Lalu si Vampir itu berubah menjadi kepulan asap hitam dan masuk ke dalam tubuh Giro dan sekarang yang berada di depan kalian itu bukan Giro tapi Vampir,” potong Evelyn berapi-api.


Varen dan Giro masih tetap santai, Tidak ada bukti yang mengarah padanya. Sebanyak apapun sebuah perkataan, kalau tidak ada bukti, maka semua perkataan itu batal dan tidak bisa dijadikan bukti.


“Charge!” seru Giro dan menyelimuti dirinya dengan aura hitam yang mendesis.


Tambah frustasi pula Evelyn setelah melihat Giro bisa melakukan skill Charge. Seharusnya orang yang sudah mati tidak mungkin melakukan sebuah skill yang tak mungkin belum dikuasai oleh jiwa yang belum menguasai skill tersebut.


“Super Charge!” sambung Giro dan membuat aura hitam yang mendesis itu tambah mendesis kuat, hingga gorden yang menutupi jendela ruangan pemeriksaan itu beterbangan.


“Bagaimana, Kepala Akademi, Master Samael, Kepala Pengawas?” tanya Varen dengan tersenyum licik, karena berhasil menyudutkan Evelyn.

__ADS_1


“Bagaimana kalau melakukan pendeteksian jiwa?” tantang Evelyn lantang dan mulai emosi, karena dia tidak bisa membuktikan jika Giro adalah Vercom.


Varen awalnya panik dan melebarkan mata. Tetapi dia tetap tenang dan menutup mukanya untuk mengaktifkan Darkness Eyes, supaya bisa menangkal pendeteksian jiwa pada tubuh Giro yang telah dirasuki oleh Vercom.


“Silahkan saja Master Evelyn! Kita lihat siapa yang nantinya akan terusir dari Akademi ini,” balas Varen dengan tersenyum licik dan sudah memasukan skill yang bisa menangkal pendeteksian jiwa pada tubuh Giro.


“Soul Detection!” seru Evelyn lalu memindai tubuh Giro dengan headset humagear yang diubah menjadi kacamata scouter yang terhubung dengan Neoburst.


Cahaya merah keluar dari kacamata scouter dan bergerak dari ujung kaki ke ujung kepala Giro yang sudah menormalkan skill Super Charge.


Semua orang begitu tegang, tapi tidak bagi Giro dan Varen yang sangat tenang. "Master evelyn, Giro adalah Giro bukan Vampir. Mana mungkin seorang Vampir bisa merasuki tubuh serang ras Angel?" sergah Kal-El.


"Diam Master Kal-El! Kau hanya mengganggu saja!" ketus Evelyn yang masih memindai tubuh Giro.


Setelah 5 menit, hasil dari pemindaian skill Soul Detection keluar dan menunjukan jika Giro adalah Giro, bukn seperti yang dituduhkan oleh Evelyn. Kalau Giro dirasuki oleh Vercom sang Vampir dari zona Abyss.


Varen mencopot headset humagear yang berada di kepalanya dan menaruh di meja, “Kepala akademi, Master Evelyn telah mengembangkan teknologi yang berbahaya dan ii buktinya. Silahkan Kepala Akademi boleh mengeceknya.”


Evelyn tambah kalang kabut dan tak bisa kabur lagi, lalu menyanggah, “I-itu bohong Kepala Akademi. Alat itu hanya alat pemindai seperti alat pemindai pada umumnya.”


“Master evelyn, sudah aku katakan seribu perkataan itu tidak berarti hanya dengan satu bukti,” sindir Varen dengan tersenyum licik.


Samael yang tadinya percaya pada Evelyn melihat semua bukti-bukti yang ditunjukan oleh Evelyn sendiri dengan tujuan menyudutkan Varen, malah kini berbalik membela Varen.


“Diam Master Evelyn! Semua bukti sudah membantah jika Varen tidak membunuh Giro melalui tangan ras Vampir.” Samael memegang headset humagear topeng Regalia dan memakainya, "Aaaaaargh!"


Samael langsung mengerang kesakitan, topeng tersebut menyerap semua energi Burst di dalam wadah Neoburst miliknya.

__ADS_1


Varen langsung menariknya dan berkata, “Lihatkan! Sungguh berbahaya bukan? Untung saja aku kasta Archangel yang memiliki banyak Burst. Jika tidak aku pasti mati, karena fungsi alat ini adalah mentransfer energi pengguna yang memakai topeng ini ke headset humagear yang dipakai oleh Master Evelyn.”


PLAK!


Albion geram dan langsung menampar Evelyn hingga memuncratkan darah di sudut bibirnya. Sehingga headset humagear yang dipakainya terlepas dan merubah wajah Evelyn yang begitu sangat cantik menjadi tua renta juga keriput.


“Hoeeek!” Varen langsung muntah, sebab teringat saat dirinya hampir saja bercumbu dengan Evelyn di mobilnya beberapa hari yang lalu. “Untung saja, hah ….”


“Jebloskan dia ke penjara!" geram Albion dan Dirgael langsung menyeret Evelyn menuju penjara bawah tanah Akademi Magna. “Terima kasih Arshael, jika bukan karena kamu, murid-murid disini semuanya pasti mati. Karena Evelyn bersikeras agar semua murid memakai headset humagear itu.”


“Sama-sama Kepala Akademi. Alat ini sebenarnya alat yang sangat berguna jika di program dengan efek positif. Tapi emang beberapa resiko, karena hanya bisa digunakan oleh monster yang memiliki kasta tertinggi saja.”


Varen kembali memakai headset humagear topeng Regali dan memberikan headset humagear milik Evelyn pada Albion.


“Apakah tidak berbahaya jika kamu memakai itu?” tanya Samael yang sangat trauma setelah memakai topeng Regalia.


“Aku akan memprogram ulang dan mungkin bisa digunakan secara massive, tapi tetap aman,” jawab Varen santai.


"Ya sudah. Aku dan Kepala Akademi albion menyerahkannya padamu. Tapi jika berbahaya lebih baik berikan saja pada kami untuk dihancurkan.” Samael mengacak-acak rambut Varen dan mulai timbul perasaan sayang seperti seorang ayah pada anaknya.


Samael tidak menyangka jika Varen bukan hanya jenius dalam hal penggunaan Energi Burst, tetapi juga jenis dalam memecahkan setiap masalh yang menyudutkannya.


Mereka berdua pun kembali ke kelas bersama Kal-El untuk melanjutkan pelajaran penggunaan dasar skill Charge dan skill Super Charge yang sudah diputuskan sebagai materi skill wajib yang harus dikuasai oleh semua murid kelas awal Akademi Magna.


“Vercom, gali semua informasi mengenai lokasi keberadaan pangkalan militer tersembunyi di Gorztel. Bila perlu dekati semua keluarga Cabanel dan buat mereka percaya padamu!” titah Varen melalui komunikasi telepati pada Vercom.


“Baik, tuan,” balas Vercom dengan wajah menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2