Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 39


__ADS_3

Varen terdiam dan ingat sesuatu tentang Ayudisha yang seorang ras Chimera, lalu berkata pada Neo, Axel, juga Zero, “Kita tidak usah khawatir pada Ayudisha. Nanti juga paling lama satu bulan dia akan pulang. Biar aku yang mencarinya dan memberikan pesanan keluarga Elgrand itu seorang diri sembari mencari siapa yang telah menculiknya.”


“Baik, kak.” Axel, Neo, dan Zero mengangguk pelan.


Kemudian Neo melanjutkan, “Maafkan aku kak, karena belum mengirimkan pesanan keluarga Elgrand. Barangnya juga dirampas oleh pemimpin yang menculik Ayudisha.”


“Sudah tenang saja.”Varen mengeluarkan bola api merah seukuran bola baseball dan dilemparkan ke arah tumpukan mayat saudara-saudaranya, ”Scarlet Fire!”


Dalam sekejap tumpukan mayat tersebut terbakar dan menjadi debu. Neo,Axel, dan Zero melebarkan matanya melihat hal tersebut, “Apa?! Api yang sungguh luar biasa?!”


“Kita akan mengendalikan dunia sebentar lagi.” Varen mengeluarkan 1000 Burst Meta Core dan memecahnya menjadi 20 juta pecahan untuk diramu menjadi Elixir Potion dengan efektifitas 20%, ”Shining Nova!”


20 juta botol cairan ungu sudah berhasil dibuat dan dimasukan ke dalam kartu Horcrux. Kemudian diberikan pada Neo, “Jual dengan harga yang sangat murah untuk penjualan grosir. Aku akan pergi ke kediaman keluarga Elgrand. Psycho Teleportation!”


Setelah menerima kartu keanggotaan balai pusat perdagangan dari Neo, tubuh Varen berkedip dan tiba di depan pintu gerbang keluarga Elgrand.


Akan tetapi Varen mendengar suara ribut-ribut di dalam dari dalam kediaman Elgrand.


Varen pun bergegas masuk setelah meminta izin pada para penjaga yang sudah bersiaga seperti siap menyergap seseorang yang berada di dalam kediaman Elgrand.


Saat Varen mendorong pintu, tampak seorang pria paruh baya yang menolak tua dengan kedua tanduk merah sedang mengancam Enel.


Pria itu tak lain dan tak bukan Alexander Cabanel, malaikat sesat yang telah menculik Ayudisha.


“Kalian tidak boleh menjual lagi Burst Potion yang didapatkan dari ras sampah itu kepada pemerintah zona Seravee. Kalau tidak seluruh keluarga kalian aku buat menderita,” ancamnya sambil menghunuskan pedang ke arah Enel.


Varen tertawa jahat, lalu seraya berkata, “Hahaha …. Berani sekali malaikat sesat sepertimu menyebutku sampah dan menculik calon istriku Ayudisha hanya demi mendapatkan diriku dana memanfaatkanku.”


Alexander tersentak kaget karena Varen mengetahui jika dirinya yang telah menculik Ayudisha.


“Fallen Prime melakukan apapun demi mencapai tujuannya dan kalian hanya sampah yang tidak ada harganya. Wajar saja jika aku mengorbankan kalian demi tujuan kami,” balas Alexander dengan perasaan tak bersalah sama sekali.

__ADS_1


“Kau itu memang bodoh dan tak tahu apa-apa tentang Ayudisha yang bukan seorang ras Imperium tapi ras Chimera. aku yakin semua prajuritmu sekarang sudah mati semua di tangan Ayudisha yang sedang mengamuk, hahaha …,” cibir Varen sambil tertawa sinis.


“Omong kosong!Kami adalah ksatria terkuat di zona Seravee. Mana mungkin bisa dibunuh oleh ras sampah seperti kalian!” teriak Alexander dengan urat otot di dahinya yang sudah menonjol besar.


Varen berjalan santai ke arah Enel dan berbisik padanya, ”Jangan takut. Aku pasti akan membunuhnya demi kalian. Lihatlah!”


Tanpa basa-basi lagi Varen mengeluarkan senjata Scarlet Strike, yakni pedang berbeda bentuk dengan bilah berwarna merah darah.


Kemudian bergerak cepat ke depan Alexander dan memindahkan tubuhnya ke langit bersama dirinya sendiri.


Alexander tersentak kaget dan langsung mengepakan sayapnya, “Apa-apaan ini?Jadi kau berani menantangku? Hah!”


“Bukan hanya menantangmu, tapi juga membunuhmu. Dimensional Fissure!”


Varen segera menebas secara diagonal ke arah ruang hampa dan kedua sayap Alexander langsung terpotong.


“Fallen Regeneration!” Alexander kembali menumbuhkan kedua sayapnya dengan sangat cepat dan bertambah dua pasang sayap lagi. Lalu menebas ke secara vertikal ke arah Varen, “Fallen Slash!”


SWUSH!


BOOM!


Siluet sirip hiu berhasil menghantam Vaaren dan menciptakan kepulan debu serta asap yang sangat tebal, sehingga menghalangi pandangan Alexander.


Malaikat sesat itu belum puas dan menembaki Varen dengan bulu-bulu sayapnya yang sangat tajam dan keras, “Darkness Fallen Feather!”


Namun saat kepulan asap dan debu itu mereda, tubuh Varen masih baik-baik saja dan tak ada goresan luka sedikitpun.


Alexander membulatkan mata,”Apa?! Mustahil?!”


“Tidak ada yang mustahil di dunia ini.” Varen mengeluarkan aura rank mega bintang 9 dan membuat Alexander langsung gemetar dengan raut wajah seputih kertas. “Angry Glory Dragon!”

__ADS_1


Varen menbeas secara diagonal dan membentuk huruf X ke arah Alexander dan siluet huruf X tersebut melesat ke arahnya.


Kemudian membentuk siluet Naga berbeda warna. Alexander ingin kabur dan masuk ke dalam lubang pusaran dimensi, “Warp Hole!”


Akan tetapi semua itu percuma. Sebab ketujuh siluet Naga tersebut juga masuk ke dalam lubang pusaran dimensi untuk mengejar Alexander yang sudah ditandai oleh Varen menggunakan skill Dimensional Fissure yang sebelumnya mengenai kedua sayap Alexander.


Alexander kabur ke markas utama Fallen Prime yang berada di sebelah selatan zona Seravee.


Benar saja semua prajurit Fallen Prime tewas dan markas utama Fallen Prime bersimbah lautan cairan merah. Alexander bertambah gentar dan tubuhnya semakin bergetar.


Saat dia mau masuk ke dalam lubang pusaran dimensi yang menuju kediaman Cabanel yang berada di pusat kota Throne yang menjadi pusat pemerintahan zona Seravee. Alexander dihantam ketujuh siluet Naga berbeda warna dan menimbulkan ledakan secara beruntun.


BOOM! BOOM!


Bersamaan itu pula markas utama Fallen Prime Hancur. Markas utama yang dipenuhi oleh mayat-mayat prajurit Fallen Prime yang berserakan, dan menjatuhkan Fallen Core itu ambruk.


Varen pun berpindah tempat ke bagian depan markas utama Fallen Prime dan menyaksikan runtuhnya markas utama tersebut.


Tampak seorang gadis bersimbah darah di sekujur tubuhnya sambil berdiri dengan dada kembang-kempis. Dia adalah Ayudisha yang sudah membantai puluhan ribu prajurit Fallen Prime seorang diri.


Berkat energi Burst dari ras Chimera miliknya, para prajurit tersebut, jantungnya bermanifestasi menjadi Fallen Core ketika dibunuh oleh Ayudisha.


Fallen Core adalah Sebuah bola kristal berwarna hitam legam yang memiliki dua energi sekaligus. Kedua energi tersebut adalah energi Vilom dan energi Burst yang saling berlawanan.


Varen berlari cepat ke arah Ayudisa yang sudah banyak kehilangan stamina dan juga energi Burst.


Saat Varen berhasil menjangkau letak Ayudisha, saat itu pula gadis berambut hitam tersebut tumbang dan Varen berhasil menangkapnya.


Varen menggendong Ayudisha dan membawanya masuk ke dalam lubang warp yang terhubung ke desa Renaga yang sedang dibangun ulang oleh Varen.


Namun sebelum masuk ke dalam lubang warp, Varen memindai seluruh area markas utama Fallen Prime untuk mencari jejak-jejak kehidupan dari Alexander, dan tidak menemukan tanda-tanda kehidupan lagi.

__ADS_1


Varen hanya menemukan tubuhnya yang telah koyak dengan kepala yang masih utuh.


Oleh karena itu Varen berpindah tempat ke posisi tubuh Alexander dan mengambil kepalanya dan disimpan ke dalam inventaris sistem.


__ADS_2