
“Hyper Move! Invincible!”
Varen membuat dirinya transparan, dan tak bisa dideteksi oleh tentara zona Warlord yang terkenal memiliki insting juga indera penciuman yang sangat tajam.
Hanya dalam 60 menit, Varen membantai 991 tentara zona Warlord dan hanya menyisakan komandan kamp yang memiliki nama yang sama dengan Varen, yakni Vaaren Arsha.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan 200 poin pengalaman karena telah menghabisi monster rank Elite ⭐3]x491
[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan 250 poin pengalaman karena telah menghabisi monster rank Elite ⭐4]x500
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Elite ⭐5 dan membutuhkan 14000 poin untuk naik ke rank Elite ⭐6]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Elite ⭐6 dan membutuhkan 15000 poin untuk naik ke rank Elite ⭐7]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Elite ⭐7 dan membutuhkan 16000 poin untuk naik ke rank Elite ⭐8]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Elite ⭐8 dan membutuhkan 17000 poin untuk naik ke rank Elite ⭐9]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Elite ⭐9 dan membutuhkan 20000 poin untuk naik ke rank Champion ⭐1]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Champion ⭐1 dan membutuhkan 22000 poin untuk naik ke rank Champion ⭐2]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Champion ⭐2 dan membutuhkan 24000 poin untuk naik ke rank Champion ⭐3]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Champion ⭐3 dan membutuhkan 26000 poin untuk naik ke rank Champion ⭐4]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Champion ⭐4 dan membutuhkan 28000 poin untuk naik ke rank Champion ⭐5]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Champion ⭐5 dan membutuhkan 50 poin untuk naik ke rank Champion ⭐6]
Varen merasa darahnya mendidih setelah naik rank gila-gilaan. Dia juga menyimpan 999 Burst Meta Core yang dijatuhkan dari setiap mayat tentara zona Warlord.
Disaat memenggal satu persatu tentara zona Warlord tersebut, rasa haus darah, dendam kesumat, dan rasa sakit akan kematian kedua orang tuanya muncul bersamaan. Sehingga membuat Varen semakin ingin menghancurkan semua ras Dragonoid dan ras Warbeast, terutama pelaku penyerangan di pemukiman kumuh ras Imperium.
Melihat anak buahnya berjatuhan tanpa angin, dan tanpa hujan, Arsha sang Verlion, kasta tertinggi di dalam susunan kasta ras Warbeast mengamuk.
__ADS_1
Arsha mengubah tubuhnya menjadi Singa besar berkepala tiga setinggi 10 meter, memiliki dua sayap, dan ekor berkepala ular Kobra, “Battle Stance: Chimera! Chimera Roar!”
Arsha meraung keras dan menggetarkan wilayah dalam radius 500 meter. Membuat permukaan tanah bergetar, pepohonan goyang, dan ranting serta dedaunan berjatuhan.
Efek skill Invincible milik Varen langsung dinonaktifkan. Membuat tubuh Varen bisa dideteksi oleh Arsha melalui pancaran radiasi sinar Burst yang sudah tertangkap oleh indera penciumannya.
Arsha yang memiliki rank Elite bintang lima, langsung naik secara signifikan setara dengan rank Varen, setelah menggunakan skill battle stance: Chimera.
Untung saja Varen berhasil naik secara signifikan dengan menghabisi semua anak buah Arsha. Kalau tidak, dia bisa mati berkalang tanah saat melawan Arsha dengan skill Battle Stance: Chimera miliknya.
Arsha yang sudah mengetahui keberadaan Varen langsung melesat cepat ke arah pria yang sudah memegang pedang Ninjato berbilah hitam tersebut.
[Ding Dong! Selamat, tuan berhasil mengevolusikan job Dark Assassin menjadi job Striker. Senjata Gauntlet Dark Claw telah dikonversi menjadi senjata Strider dan semua skill job Dark Assassin telah dihapus]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menguasai job dan mendapatkan skill Flying Spacial God, Judgement Cut End, Million Slash, dan Ethereal Weapon]
Saat Arsha tiba di depan Varen dan langsung menembakan bola-bola api yang sangat banyak. Pria berambut harajuku tersebut menebas setiap bola-bola api kecil yang mengarah kepadanya, “Million Slash!”
Setiap kali ditebas oleh bilah ninjato milik Varen, bola-bola api tersebut seperti terhisap ke dalam lubang hitam, lenyap begitu saja.
Hal ini membuat Arsha kebingungan dan sangat merah dan menembakan bola api yang dicampur elemen angin. Hingga membuat bola api itu membesar dengan kobaran api yang menyala-nyala.
“Judgment Cut End!”
Varen melakukan tebasan sangat cepat dan tak bisa dilihat oleh mata biasa. Bola api berdiameter 30 meter yang mengarah kepadanya itu lenyap setelah tercetak siluet garis-garis putih acak, akibat tebasan Varen yang sangat cepat itu.
Tebasan itu juga bukan hanya mengenai bola api raksasa, tapi juga mengenai tubuh Arsha.
Akan tetapi, Arsha hanya merasakan goresan di sekujur tubuhnya terutama bagian muka dan dadanya. Tidak sampai membuatnya terkena luka sayatan akibat tebasan yang bertubi-tubi tersebut.
“Groaaar …!” Arsha meraung keras, mengejek serangan Varen yang tak mampu menggores kulitnya yang memiliki kekerasan 10 kali lipat dari kekerasan permukaan berlian. “Hahaha …. Aku memang sakit, sangat sakit oleh seranganmu itu. Tapi seranganmu itu takan mempan untuk merobek kulitku ini, hahaha ….”
“Oh, begitukah?” Varen tersenyum simpul dan mengalirkan semua energi Burst di dalam wadahnya ke bilah pedang Strider, untuk melakukan serangan pamungkas. “Ethereal Weapon! Flying Spatial God!”
Merasa terancam, Arsha menciptakan bola pelindung berwarna coklat transparan, untuk melindungi tubuh dan memperkuat pertahanannya.
__ADS_1
“Chimera Field!” serunya.
Dari permukaan tanah seluas 100 meter dan di atas ketinggian 100 meter muncul lingkaran sihir berwarna merah darah. Dari dalamnya keluar bilah-bilah pedang ninjato menusuk dan menghujam bola pelindung yang melindungi tubuh Arsha bertubi-tubi.
TRANG! TRANG!
Bola pelindung itu sangat keras, Arsha hanya bisa tersenyum licik sambil menyilangkan tangannya di tengah dada.
"Hyaaa!" teriak Varen untuk meningkatkan kekuatan, dan kecepatan dari bilah-bilah pedang yang terjatuh serta menusuk bola pelindung yang melindungi tubuh Arsha.
KRAK!
Bla pelindung tersebut, perlahan tapi pasti mulai retak. Semakin lama semakin lebar retakannya.
Saat itu pula, Varen melesat dengan kecepatan super dewa dan melakukan tebasan untuk menghancurkan bola pelindung yang melindungi tubuh Arsha.
“Matilah! Rasakan ini!” teriaknya.
Bola pelindung itu hancur,dan ribuan pedang dari bawah dan dari atas menghujam tubuh Arsha.
JLEB! JLEB!
Sekujur tubuhnya dipenuhi bilah pedang yang menusuknya. Ditambah lagi Varen melakukan serangan terakhirnya, yakni menebas dengan tubuh berkedip dan muncul di setiap inci tubuh Arsha.
SLASH! SLASH!
Cairan merah menyembur deras dari setiap inci tubuh Arsha dan membasahi tubuh Varen.
“Roaaaar!” Arsha meraung kesakitan dan bersamaan itu pula dia tumbang, serta menghembuskan nafas terakhirnya.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah membunuh monster rank Champion dan mendapatkan 3000 poin pengalaman]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan poin pengalaman dari binggo devil hunter sebanyak 10.000 poin pengalaman]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan Verlion Core dari tubuh Varen Arsha dan sudah disimpan ke inventaris sistem]
__ADS_1
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank ke rank Champion ⭐6 dan membutuhkan 19050 poin untuk naik ke rank Champion ⭐7]
[Ding Dong! Selamat, tua telah mendapatkan 1.000.000 pearl]