Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 30


__ADS_3

“Tidak perlu berterima kasih. Kalau tidak kita, siapa lagi yang bisa membawa ras seperti kita ini agar tidak ditindas dan dianggap lemah. Mulai sekarang belilah pakaian yang pantas. Kamu itu cantik, sangat cantik jikaa sering merawat diri,” puji Varen sambil mengelus lembut rambut Ayudisha dan membuat gadis bermata biru tersebut tersipu malu.


Sebuah anak panah meluncur cepat ke arah dahi Ayudisha dan dihalangi oleh telapak tangan kiri Varen, hingga berhasil menusuknya.


“Cepat masuk!” terak Varen panik dan menarik anak panah dari telapak tangannya. Kemudian mengeluarkan Blackball, “Arc Moon: Soluna.”


Ayudisha segera masuk ke dalam rumah dengan raut muka panik dan mengunci pintu serta jendelanya rapat-rapat. Satya yang baru saja terlelap tidur pun langsung terbangun dan ikut panik juga setelah melihat putrinya ketakutan.


“Ada apa sayang?” tanya Satya pada Ayudisha yang baru saja masuk dan mengunc jendela sera pintu.


“K-kita diserang oleh bandit ayah. Mas Varen sendirian sedang melawan para bandit itu,” jawab Ayudisha dengan bibir gemetar.


Satya pun tidak bisa berbuat apa-apa dan langsung membawa Ayudisha masuk ke kamar Varen.


Di luar rumah, Varen menepis setiap anak panah dengan pedang Soluna yang ternyata bisa dibelah menjadi dua bagian pedang, yakni pedang besar dan pedang kecil.


TRANG! TRANG!


Benar saja, paa bandit naga Hitam dengan jumlah yang lebih banyak menyerang desa renga dan membuat pembalasan dendam pada Varen.


[Skill pasif Eternal regeneration diaktifkan. memulihkan luka di telapak tangan kiri tuan]


[Ding Dong! Misi tersembunyi]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Misi: Bantai semua anggota Bandit Naga Hitam]


[Hukuman: penduduk desa semuanya akan mati]


[Hadiah: 10000 poin skill]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^<>


“Arc Of Divination: Blue Eye!” Varen mengedarkan persepsi tembus pandangnya yang bisa melihat semua anggota bandit naga Hitam yang bersembunyi di dalam kegelapan. “Unlimited Blade!”


Kemudian menancapkan bilah Soluna yang telah disatukan kembali ke permukaan tanah.


Dari bagian belakang tubuh Varen keluar lingkaran sihir berwarna ungu terang dan mengeluarkan ribuan siluet pedang Soluna yang melesat seperti rudal kendali menuju sasarannya.

__ADS_1


JLEB! JLEB!


“Aaaakh!” Suara pekikan dari para bandit yang telah siluet sedan Soluna terdengar bersahutan seperti melodi kematian.


Semua penduduk Desa Renaga pun dibuat gemetar dengan raut muka pucat pasi dan berlindung di bawah tempat tidur mereka masing-masing, termasuk ras Immortal, ras Asmodians dan ras Primordial.


Varen benar-benar kehilangan kendali atas dirinya dan membunuh seratus orang anggota bandit Naga Hitam seorang diri.


100 orang bandit tersebut tubuhnya luruh menjadi debu setelah tertusuk siluet pedang Soluna.


[Ding Dong! Selamat, tuan berhasil mengevolusikan job Prime Knight menjadi job Wargod. Senjata Soluna telah dikonversi menjadi senjata Sleaghrim dan semua skill job Prime Knight telah dihapus]


[Ding Dong! Selamat, tuan telah menguasai job Wargod dan mendapatkan skill Savage Attack, Punisher Combo, Lance Blaster, Ilussion Attack]


Pedang Soluna berubah menjadi sebuah tombak yang memiliki bilah sepanjang satu meter dan pedang yang sama bilahnya seperti tombak tersebut, tapi dengan gagang yang lebih panjang.


Varen kelelahan dan berlutut lemas setelah mengeluarkan semua energi Burst-nya untuk membunuh semua anggota abndit Naga Hitam yang tak mau bertaubat dan hidup berdampingan dengan warga Desa Renaga.


[Ding Dong! Misi tersembunyi berhasil]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Misi: Bantai semua anggota Bandit Naga Hitam]


[Hukuman: penduduk desa semuanya akan mati]


[Hadiah: 10000 poin skill]


<>^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^<>


[Selamat, tuan telah mendapatkan 10.000 poin skill dan sudah ditransfer ke inventaris sistem]


Varen mengalokasikan semua poin skillnya ke skill Arc Of Divination dan berharap dia mendapatkan mata yang lebih berguna.


[Selamat, tuan telah meningkatkan skill Arc Of Divination ke level 3 dan mendapatkan Scarlet Eye]


[Scarlet Eye merupakan kemampuan mata bisa memprediksi dan membaca gerakan lawan yang akan terjadi 10 detik sebelumnya. Pengguna akan meningkat reflek tubuhnya menjadi 90% saat menggunakan kemampuan persepsi pandangan mata ini]


Ayudisha keluar dari rumah bersama Satya, setelah mereka berdua melihat dari celah pintu, jika semua bandit telah dihabisi oleh Varen.

__ADS_1


“Mas,kamu gak papa?” Ayudisha memeluk Varen dengan perasaan yang sangat khawatir. Tapi saat dipeluk tersebut Varen pandangannya langsung buram dan pingsan. “Mas!”


***


Keesokan paginya.


[Skill pasif Eternal Regeneration telah diaktifkan dan memulihkan luka mental juga luka fisik tuan]


Varen pun terbangun dengan mata membelalak. Dia harus segera mengirim semua kayu Pyron ke ruko miliknya, karena ada janji dengan Frans dan kedua temannya.


“Apa?! Ini sudah siang?!” Varen buru-buru segera ke danau untuk mandi dan saat keluar dia tidak melihat 10 mobil truk kecil. “Ayu! Dimana semau mobil truk itu?”


Ayudisha yang sedang memasak menyiapkan makanan untuk Varen ketika dia bangun langsung keluar dengan berlari, “Kenapa mas? Ada apa?” tanyanya bingung.


“Ini semua mobilnya kemana?” tanya lagi Vaaren panik.


“Oh, semua mobil dibawa ayah beserta kesebelas penduduk baru itu ke pasar Trac Thung dan meminta mas Varen nanti menyusul setelah bangun,” jawab Ayudisha dan membuat perasaan Varen lega.


“Syukurlah.” Varen mengelus dadanya. Lalu melanjutkan langkahnya menuju danau kecil untuk membersihkan diri.


“Mas amndinya cepat ya! Aku sudah masak buat mas!” teriak Ayudisha dan disahuti oleh Varen dengan mengacungkan jempol.


Varen pun mandi dengan cepat dan kembali ke rumah Satya untuk mengganti baju alakadarnya milik Ayudisha, berupa kaos berwarna putih dan juga celana training berwarna hitam.


Setelah selesai mengganti pakaian, Varen makan dengan cepat ditemani Ayudisha yang terus memandangnya dengan penuh rasa cinta.


“Mas, apakah Mas akan pergi jika ingatan Mas pulih?” tanya Ayudisha dengan menekuk mukanya.


“Tidak, aku janji. Lagipula pemukiman ini telah berjasa padaku dan semua ras Imperium harus aku lindungi. Sebisa mungkin aku akan membuat Desa ini menjadi lebih baik dan menjadi pusat perekonomian di dekat zona Seravee,” jawab Varen dengan menjulurkan jari kelingkingnya ke arah Ayudisha.


Ayudisha menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking milik Varen, “Aku pegang janjimu mas. Jujur aku sangat menyukai mas Vaaren dan mempunyai impian memiliki suami seperti mas Varen.”


“Pfffft, uhuk-uhuk!” Varen tiba-tiba tersedak dan menyemburkan nasi yang baru saja ditelannya. Ayudisha mengambilkan gelas dan memberikannya pada Varen dengan raut muka khawatir, "Uhuk-uhuk, Ayudisha apa yang Kamu katakan tadi?"


"Ya aku menyukai masa Varen dan aku mau menjadi istri mas Varen,” jawab lagi Ayudisha dan membuat Varen jantungnya mau copot dan mata melebar. “Apakah mas gak suka sama aku.”


“Bukan, tapi bagaimana ya? Apakah Ayu sudah memikirkan matang-matang untuk menjadi istriku?” tanya lagi Varen untuk menguji tekad Ayudisha.


Ya,aku tidak menyesal.Aku menyukai ma Varen saat pertama kali menemukan mas di dinding pembatas zona Dracones yang berdekatan dengan wilayah baru Altelier City,” jawab tegas Ayudisha.

__ADS_1


__ADS_2