Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 57


__ADS_3

“Berhenti!” teriak Albion dengan suara menggelegar dan kembali menghilangkan kesepuluh sayap emas miliknya. “Aku akan menghukum setiap siswa yang bertindak kurang sopan pada Arshael. Ketua pengawas Dirgael hukum mereka!”


“Celestial Chain!” seru Dirgael dan tiba-tiba dari permukaan lantai yang diinjak semua murid keluar siluet rantai yang langsung menjerat mereka. “Celestial Galactic!”


Siluet rantai itu semakin membesar dan membuat semua murid yang terkena jeratan siluet rantai dipaksa berlutut, karena siluet rantai tersebut massanya bertambah berat sampai dengan 1 ton.


Semua murid langsung meronta-ronta saat siluet rantai mengeluarkan aliran petir berwarna kuning dan membuat mereka semua memekik kesakitan, “Aaaakh!”


“Sudah cukup!” teriak Albion yang melihat semua murid akademi Magna lemas setelah kesetrum aliran petir yang memiliki aya cukup tinggi. “Ingat, kami tidak mentolerir perbuatan penghinaan apapun kepada setiap murid, baik yang melakukan tu kelas awal, menengah, atau kelas puncak. Paham!”


“Pa-paham,” sahut semua murid dengan nada lirih serentak.


Varen berusaha menarik simpati semua murid yang telah berbuat buruk padanya dengan memukul permukaan lantai, “Eternal Divination!”


Seketika muncul lingkaran sihir berwarna putih dan menyelimuti semua murid dengan aura berwarna putih, dan dalam sekejap semua luka yang didapatkan dari setruman petir milik Dirgael pulih.


Varen membuat para Master kembali terpukau sebab bisa menggunakan skill penyembuhan massal dan sangat efektif. Tapi tetap saja seorang pembenci walaupun telah diperlakukan baik, dia akan tetap membenci.


Varen hanya mampu menggugah hati 10% murid kelas awal dan 90% sisanya dari kelas awal, menengah, serta puncak tetap membenci Varen.


Pria berambut jingga pun diminta Albion untuk membuka topengnya di depan umum, “Varen silahkan buka topengmu. Aku ingin melihat wajahmu!”


Varen sangat takut dan gemetar, keringat dingin membasahi seluruh wajah, serta tengkuknya. Tapi dia sudah bersiap mengeluarkan Silverball dari inventaris sistem, jika para Master dan semua murid mengenali wajahnya sebagai Varen Arsha sang buronan kriminal tingkat tinggi.

__ADS_1


Telunjuk kanannya diarahkan perlahan ke headset humagear sebelah kiri, untuk menekan tombolnya.


Saat topeng cyborg berwarna putih yang menutupi muka Varen terbuka, semua mata membelalak terutama murid-murid perempuan yang sebelumnya menghina, mencibir dan mencemooh Varen.


Tampak wajah yang sangat mulus seperti giok kaca dengan manik mata biru dari skill Blue Eyes seperti air di samudra yang tenang tapi menghanyutkan, hidungnya menjulang seperti menara kembar Petronas, dan bibir merekah berkilau seperti batu merah delima.


Detak jantung Varen tak karuan, sebab ia sangat takut kalau dikenali para master dan bersiap menyerang mereka.


Namun prasangka Varen yang buruk pada mereka semua berubah kebingungan. Saat Samael tersenyum lebar padanya dan membuat semua murid tertawa dengan ekspresi Samael yang terkenal sangat bengis juga kejam dalam mendidik anak muridnya.


evelyn yang baru saja datang dan melihat Varen bertambah ketampanannya malah bertambah beringas hasratnya. Sebab Varen hanya menghipnotisnya sesaat untuk menyadarkannya.


“Sial, ternyata dia jauh lebih tampan. Coba saja kalau aku tidak gagal mencicipinya waktu itu. Setidaknya aku adalah perempuan yang beruntung yang bisa mencicipi seorang pria yang sangat tampan seperti Varen,” batin Evelyn menyeringai kesal.


Varen pun disematkan sebuah lencana kehormatan oleh Albion di dada kirinya dan sang kepala Akademi mengumumkan, “Arshael merupakan murid baru yang memiliki kepadatan partikel diatas rata-rata seorang Archangel, dan merupakan murid satu-satunya yang mampu melewati level sayap seorang ras Angel, yakni level sayap merah. Maka dari itu aku secara pribadi akan membimbing Varen secara langsung menjadi murid pribadiku!”


***


Keesokan paginya.


Varen bangun pagi-pagi dan berpura-pura berlatih. Padahal dirinya memang terlalu kuat, karena memiliki rank Legendary bintang lima sebagai seorang murid Akademi.


Setelah selesai berlatih, Varen segera membersihkan diri. Lalu memakai seragamnya untuk memulai kelas pertamanya sebagai seorang murid Akademi Magna yang cukup prestise di kalangan ras Angel di seluruh zona Seravee.

__ADS_1


Varen sudah memakai seragam Akademi Magna dan sekarang dia tidak perlu lagi menutup wajahnya. Karena memang wajah Varen sudah tak dapat dikenali oleh semua warga zona Seravee dan jauh-jauh berbeda dari wajah Varen sebelumnya.


“Persyaratan yang diberikan oleh Vercom sungguh sulit. Aku harus membunuh salah satu ras Angel di dalam akademi ini atau di dalam kota ini,” pikir Varen sambil berjalan menyusuri lorong asrama Archangel.


Saat keluar dari wilayah asrama Archangel, Varen tak sengaja berpapasan dengan seorang malaikat bersayap hitam dari kasta Fallen Angel yang tidak lain dan tidak bukan adalah Grio Cabanel, putra dari emperor Lord yoran Cabanel dan adik dari Alexander Cabanel.


“Sepertinya Gaymer akan berjaya dan menjadi satu-satunya tentara bayaran yang akan dipercaya oleh Jendral Diablo. Jika aku banyak menemukan informasi dari kasta Fallen Angel,” batin Varen tersenyum licik sambil menundukan wajahnya dan terus berjalan menyusuri lorong yang menuju kelasnya.


Semua rekan-rekan Varen dari berbagai kasta ras Angel sudah masuk ke dalam kelas dan masing-masing menawarkan kursi di sampingnya, agar Varen mau duduk di kursi yang berada di samping mereka.


Varen hanya mengulas senyum pada semua rekan-rekan gadis yang menawari kursi yang berada di samping mereka masing-masing, dan malah duduk di kursi paling belakang yang masih kosong.


Giro bersama teman-temannya yang duduk di barisan belakang dan satu barisan dengan Varen menatap sinis pria berambut jingga tersebut.


Seorang pria berumur 65 tahun masuk, dia adalah Master Kal-El yang mengajar pelajaran dasar-dasar pengetahuan energi Burst dan cara mengeluarkan energi Burst dari Neoburst.


Kal-El juga sangat benci terhadap kasta Archangel terutama yang memiliki sayap bukan warna putih seperti Albion.


Setelah kedatangan Master Kal-El semua murid duduk rapi dan langsung memulai pelajarannya.


Kal-El langsung menatap tajam ke arah Varen dan langsung memanggilnya, "Arshael, kamu ini adalah kasta Archangel. Tapi jika kamu tidak bisa menggunakan energi Burst dengan baik, sama saja itu bohong. Tolong kamu maju dan praktekan bagaimana cara menembus pintu besi itu hanya dengan sebatang pensil ini?"


Varen pun maju dengan tertunduk lesu dan berpura-pura tidak mengetahui cara menggunakan energi Burst.

__ADS_1


“Woy, sampah! Ayo tunjukan kalau kamu memang kasta Archangel, atau kamu itu jangan-jangan hanya kasta yang lebih buruk dari kasta Fallen Angel, hahaha …,” cibir Giro sambil tertawa sinis. dan melanjutkan, “Kalau tidak bisa angkat tangan saja dan keluar dari dalam kelas ini, hahaha …. Aku saja bisa menembusnya dengan mudah, hahaha ….”


Varen masih tertunduk lesu sambil mengambil pensil di tangan Kal-El. Rekan-rekannya tambah banyak yang mencemoohnya dan mengatakan jika mesin yang menguji Varen itu mesin rusak. Makanya Varen bisa mendapatkan nilai yang sangat sempurna dalam ujian tes masuk Akademi Magna.


__ADS_2