Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 45


__ADS_3

Saat mereka berlima berbincang mengenai kondisi Varen yang masih koma di depan sebuah danau yang sekarang disulap menjadi danau yang dikelilingi pepohonan yang rindang dan asri.


Varen muncul sedang berjalan di atas permukaan air danau dan melambaikan tangan ke arah merekaa brlima dengan senyum khasnya.


“Woy! Aku sudah siuman!” teriaknya dan membuat mereka berlima menepuk jidatnya sendiri.


Namun Varen tidak menceritakan dirinya yang telah kehilangan skill Eternal Rage, atau lebih tepatnya sistem menghapus skill tersebut, sampai Varen menyentuh rank Legendary bintang satu dan akan diaktifkan lagi oleh Duelist System.


Saat Varen mendekati Ayudisha, Neo, Axel, Zero, dan Prananda. Tiba-tiba malaikat bersayap sepuluh dari kasta Seraphim datang membawa pesan dengan terbang perlahan ke arah Varen.


“Mohon maaf tuan Varen Arsha. Emperor Lord Michael Angelo mengundang anda ke Ten Principles.”


Malaikat bersayap tersebut memberikan gulungan surat bertahtakan ornamen sayap malaikat berwarna emas pada Varen.


Pria berambut acak tersebut menerima gulungan surat tersebut dan berucap, “Terima kasih. Aku akan ikut dengan anda ke Ten Principles.”


Ten Principles merupakan sebuah kota diatas langit dan merupakan pusat pemerintahan zona Seravee yang terus mengudara dan berpindah-pindah di wilayah zona Seravee.


Maka dari itu Varen harus kesana bersama sang malaikat bersayap sepuluh tersebut. Sebab kalau dia pergi ke Ten Principles seorang diri, dia tidak tahu letak lokasi pastinya.


“Awakening Drive!” eru Varen dan mengeluarkan ledakan energi dari dalam tubuhnya untuk merubah semua pepohonan menjadi kayu Pyron.


Ledakan gelobang kejut dari dalam tubuh Varen juga mempercepat proses penumbuhan buah pada pohon Imperial yan berada di seluruh wilayah kota yang belum diberi nama tersebut.


Ayudisha, Neo, Zero, Axel, Prananda dan Arven beserta semua pelancong yang sedang berada didalam wilayah kota tak bernama tersebut terpukau akan skill yang diledakan oleh Varen.


Partikel-partikel tersebut merasuk ke dalam tubuh mereka dan merasakan kehangatan. Wadah energi mereka juga semakin membesar.

__ADS_1


“Neo, aku sudah membereskan semua permasalahan yang sedang kita hadapi. Aku serahkan padamu Neo kota yang akan aku beri nama NIzwa ini.”


Varen pun tubuhnya melayang setelah Arven merapalkan skill Light Fly ke tubuhnya. Kemudian terbang berdampingan bersama Arven meninggalkan medan pelindung yang menutupi kota Nizwa seluas 10 km.


***


Kota melayang Ten Principles, wilayah udara Negara Maroko atau Distrik Euryndil.


Varen dan Arven tiba di kota yang melayang diatas langit. Kota tersebut dipenuhi menara yang terbuat dari batu safir, giok dan ruby yang terkesan sangat mewah.


Semua warganya dipenuhi oleh ras Angel yang memiliki kasta Cherubim, Seraphim dan Archangel, yakni para malaikat yang memiliki sayap, minimal 6 sayap.


Semua warga langsung bersiaga daan menatap tajam Varen, setelah melihat pria berambut hitam acak tersebut datang bersama Arven.


Mereka semua mewaspadai Varen, karena belum ada satu ras lain pun yang pernah berkunjung ke Ten Principles.


Varen berjalan di belakang Arven menuju sebuah menara yang paling tinggi di tengah kota dan merupakan tempat dimana Emperor Lord Michael Angelo memimpin zona Seravee.


Saat Varen tiba di depan menara tersebut, tampak ras Angel dari kasta Fallen Angel berbaris masuk ke dalam menara tersebut.


Varen merasakan perasaan yang tidak enak. Dia dipanggil ke Ten Principles secara tiba-tiba pasti ada maksud terselubung yang sedang direncanakan oleh Emperor Lord Michael Angelo.


“Apakah para Fallen Angel itu mau menuntutku atas pembunuhan terhadap Alexander Cabanel? Tapi yang tahu aku membunuh pemimpin Fallen Prime itu hanya keluarga Elgrand yang sudah bersumpah setia padaku,” pikir Varen dengan perasaan cemas.


Varen pun masuk dan terus mengekor ke arah Arven yang sedikit cemas terhadap Varen. Sebab keluarga Cabanel sangat membenci ras selain ras Angel dan sangat kejam terhadapnya.


Semua ras Angel yang berada di menara Ten Principles yang berada di dalam menara semuanya menatap tajam Varen. Mereka menunjukan rasa tidak suka terhadapnya, sebab Varen ras Imperium yang sudah berani mencampuri urusan zona Seravee, terutama mengenai Burst Potion yang diedarkan oleh keluarga Elgrand.

__ADS_1


Varen langsung berlutut satu kaki dan menunduk hormat pada Emperor Lord Michael Angelo, “Hormat pada paduka yang agung Emperor Lord Michael Angelo. Hamba menghadap paduka.”


Michael Angelo hanya mengangguk dengan tatapan yang tajam menanggapi penghormatan Varen.


“Paduka, hamba mohon izin untuk kembali,” kata Arven sambil berlutut satu kaki dan menunduk hormat ke arah Michael Angelo.


Lalu ditanggapi dengan tersenyum ramah oleh Michael Angelo, “Terima kasih Aven telah membawa Varen Arsha kemari.”


“Sama-sama paduka.”


Arven pun undur diri dari hadapan para Archduke, Grand Duke, dan Duke yang berjumlah 10 malaikat yang berada di dalam aula Ten Principles.


"Varen Arsha, aku tahu kamu sangat berjasa terhadap zona Seravee dengan menjual Burst Potion dan juga memberikan bahan pembuat senjata yang lebih kuat untuk kami. Tapi apa maksudmu membuat kota di dekat perbatasan kami?” tanya Michael Angelo yang sedikit marah pada Varen.


“Maaf, paduka. Apakah salah jika aku membangun desa dan menjadikannya sebuah kota yang tak masuk ke dalam wilayah lima zona?” Varen malah balik bertanya dan membuat para pejabat tinggi termasuk Yoran Cabanel, ayah dari Alexander Cabanel.


“Tolol! Kau itu hanya ras sampai berani berbicara seperti itu pada kami,” geram Archduke Yoran Cabanel.


“Aku rasa keluarga Elgrand terkena sihir dari ras Demon, sebab mereka mau saja menerima Burst Potion dari seorang ras sampah seperti dia,” timpal Duke Winsley El sambil menunjuk tegas ke arah Varen.


“Loh, bukankah bagus jika aku bisa menyediakan Burst Core, Fallen Core, Burst Potion, dan Elixir Potion dengan harga yang lebih murah juga melimpah pada zona Seravee?” sergah Varen yang sudah mulai emosi dengan para pejabat tinggi zona Seravee yang sudah menindasnya.


“Kau itu hanya ras sampah dan tidak setara dengan kami. Tentara zona Seravee bisa menghancurkan dirimu hanya dalam satu jentikan jari. Seharusnya kau dan semua ras Imperium itu hanya akan menjadi budak kami, bukan hidup setara dengan kami,” kata Yoran semakin meledak-ledak.


Varen menghela nafas panjang, lalu bertanya cukup tegas, “Lalu ukuran kesetaraan itu apa? Apakah harus punya sayap seperti kalian? Apakah harus memiliki tubuh Mecha? Apakah harus memiliki tubuh seperti Naga? Seperti Iblis? Setengah binatang? Apakah seperti itu?”


“Dengan kekuatan,” jawab Emperor Lord Michael Angelo sambil mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.

__ADS_1


“Apakah kotaku dan zona Seravee harus berperang sama seperti kelima zona? Jika itu yang kalian inginkan, maka aku punya kesepakatan dengan anda,” tunjuk Varen tegas dan sudah menganggap dirinya sendiri sudah setara dengan Michael Angelo sebagai seorang Emperor Lord.


__ADS_2