
***
Keesokan paginya.
Varen bangun pagi-pagi setelah semalam mabuk dan melakukan perhelatan akbar dengan Ayudisha yang sudah menjadi candu baginya.
Kemudian dia membuat 2 juta botol Burst potion dengan efektivitas 50% dari 2000 Burst Meta Core, untuk dikirimkan ke keluarga Elgrand.
Neo, Axel, dan Zero juga sudah bangun. Lalu diberi arahan oleh Varen untuk mengurus ruko, mengurus transaksi, dan mengurus stok kayu yang telah habis.
“Aku akan pergi lama ke Altelier City. Kita semua saudara, jaga semua warga dan juga Ayudisha. Takutnya aku pergi terlalu lama ke Altelier City,” pinta Varen dan memeluk Nero, Axel, dan Zero satu persatu secara bergantian.
“Baik, kak!” balas serentak Neo,Zero dan Axel dengan menganggukan kepala.
Ayudisha sendiri masih tertidur, karena sangat lelah digempur beberapa rode oleh Varen semalam.
Varen memberikan kartu horcrux pada Neo yang dianggapnya bisa mewakili Varen selama dia pergi. Kemudian dia masuk ke dalam lubang warp menuju salah satu tour guide yang Varen sewa, untuk mengantarkannya ke Altelier City menggunakan mobil jeep.
***
23 jam kemudian.
Varen telah sampai di sebuah dinding pembatas yang terbuat dari energi mesin generator Stantheim dan telah diperkuat.
Siapapun yang masuk menembus dinding transparan tersebut akan mati dan tubuhnya akan meleleh.
Beberapa drone juga disiagakan dan berpatroli setiap saat. Untuk mengamankan wilayah Altelier City yang sudah menjadi penjara bagi Kimiko, Venesis, Freya, Vivi, Rothschild beserta 500 penduduk Altelier City.
[Ding Dong! Misi utama diterima secara otomatis
<>^^^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>
[Misi: Selamatkan warga Altelier City dari penjara budak Altelier City]
[Batas waktu: 30 hari]
[Hukuman: 50% warga Altelier City tewas karena kelaparan]
[Hadiah: 100000 poin skill, ingatan tan pulih 100%]
__ADS_1
<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^<>
Varen langsung sigap setelah keluar dari mobil tour guide yang mengantarkannya dengan biaya 10.000 pearl.
“Blue Eyes!” serua Varen dan mengedarkan persepsi pandangannya untuk memindai semua wilayah Altelier City. “Rupanya kubah pelindung ini dikendalikan dari mesin generator yang berada di sebelah timur kota ini.”
Tanpa basa-basi lagi Varen melesat cepat ke arah Waterfall Fort untuk menyabotase kubah pelindung yang melindungi seluruh wilayah kota, supaya dia bisa masuk.
Drone-drone yang sedang berpatroli berhasil menangkap suhu panas dari tubuh Varen dan mengejarnya dengan menembaki Varen.
Kawasan daratan yang dulunya tandus, kini dipenuhi pepohonan dan tanaman pohonnya bukan hanya pohon Imperial. tapi pohon-pohon yang lain.
Hal ini memudahkan Vaaren untuk bersembunyi dan menembaki Combat Drone yang terus mengajarnya dengan kedua pistol RE-75 yang belum pernah sama sekali dipakainya.
CUG! BOOM!
Senapan pistol RE-75 tersebut dilengkapi peredam dan berhasil menjatuhkan beberapa Combat Drone di udara, hingga meledak.
Semakin lama semakin banyak Combat Drone yang menngjar Varen. Suara ledakan dan keplan cahaya di udara tersebut membuat para tentara zona Dracones curiga dan mengjar ke arah sumber ledakan.
“Sial, mereka malah bertambah banyak dan peluru pistol ini telah habis.” Vare kesal dan mengeluarkan Blackball dengan mengubahnya menjadi Composite Bow, “Arc Moon: Composite Bow! Void Shot!”
BOOM! BOOM!
Satu persatu Combat Drone yang dipersenjatai dua gatling gun meledak dan menimbulkan kepulan cahaya yang sangat terang di udara.
Tentara zona Dracones dari kasta Lizardman bergerak cepat dan berjumlah cukup banyak untuk menyergap Varen. Mereka sudah berhasil mencium adanya penyusup yang ingin masuk ke dalam Altelier City dan penyusupnya adalah Varen.
Varen yang sudah menyadari jika dirinya sudah dikepung mengubah senjatanya menjadi Strider. Sebab varen melihat prediksi dari mata Scarlet, jika yang sedang memburunya adalah pasukan Lizardman yang terkenal sangat gesit dan memiliki reflek tubuh yang sangat bagus.
Baru saja Varen mengganti senjatanya, 10 ekor Lizardman sudah mengepung dan menusukan tombak trisula ke arahnya bertubi-tubi.
TRANG! TRANG!
Varen menangkisnya dengan Strider dan menciptakan percikan api. Para Lizardman tersebut ternyata bukan pasukan biasa,tapi pasukan Elit zona Dracones yang memiliki rank Mega bintang satu seperti Varen.
Tusukan dan hantaman tombak para Lizardman sangat cepat. Varen dibuat tidak bisa menyerang balik, hanya bisa menangkis dan memantulkan setiap serangan yang mengarah kepadanya.
Padahal Varen sudah menggunakan Scarlet Eyes yang bisa memprediksi gerakan targetnya selama jangka waktu 10 detik sebelumnya dan reflek tubuhnya juga meningkat. Tapi tetap saja, itu belum mampu mengimbangi gerakan serangan dari para Lizardman.
__ADS_1
Alhasil Varen terkena sayatan luka di beberapa bagian tubuhnya. Tapi semua luka itu langsung pulih dan tak mengganggu fokus Varen yang sedang terdesak menghadapi serangan para Lizardman.
“Arc Of Elemental: Electric Surge!” seru Varen mengeluarkan kilatan listrik dari tubuhnya untuk menyambar para Lizardman.
Namun sayangnya serangan Varen mudah dibaca dan berhasil dihindari dari para Lizardman yang bertambah jumlahnya menjadi 20 ekor monster.
Kilatan listrik berwarna biru yang mengarah ke arah pasar Lizardman itu hanya mengenai pepohonan dan permukaan tanah.
SLASH! SLASH!
Bahu kanan dan bahu kiri Varen terkena tebasan ujung tombak trisula dari para Lizardman dan memekik keras, "Aaakh! Aaakh!"
Varen benar-benar kehilangan fokus saat ini dan menembakan bola api ke berbagai arah secara bertubi-tubi, “Arc Of Elemental: Multiple Fireball!”
BOOM! BOOM!
Bola-bola api itu berhasil menjauhkan para Lizardman dari Varen untuk sementara waktu dan mengenai beberapa pepohonan yang membuatnya meledak juga terbakar hebat.
“Fog Flare!” teriak salah satu Lizardman dan menyemburkan kabut beracun yang membuat tubuh yang terkena kabut berwarna abu-abu tersebut lumpuh sementara.
Lizardman yang lain juga menyemburkan kabut beracun di sekitar tubuh mereka untuk menghalangi pandangan Varen.
[Skill pasif Eternal Regeneration diaktifkan. Memulihkan semua luka dan efek apapun yang menjangkiti tubuh tuan]
Varen sama sekali tidak khawatir terhadap kabut beracun tersebut. Dia malah tersenyum licik, karena bisa memanfaatkan kabut beracun yang menghalangi pandangan dirinya maupun pandangan para Lizardman.
“Flying Spatial God!” seru Varen dan masuk secepat kilat ke dalam lubang warp dan muncul di belakang salah satu Lizardman.
SLASH!
Kepala Lizardman terpenggal, dan menyemburkan cairan merah tanpa ada suara pekikan yang keluar dari mulut manusia kadal tersebut. Sebab Varen mengayunkan tebasannya secepat kilat.
TRANG!
Rupanya Lizardman yang lain mampu mencium dan memprediksi gerakan Varen. Lalu melesatkan tusukan ke arah Varen dan ditangkisnya sekuat tenaga dengan bilah Strider hingga tombak trisula tersebut terpotong. Satu detik kemudian leher Lizardman juga ikut terpotong dan menyemburkan cairan merah yang sangat segar.
ZRASH!
Varen melakukan gerakan yang sama untuk membunuh 18 ekor Lizardman lainnya dengan mudah. Sebab memanfaatkan kabut beracun yang tebal dan menghalangi semua pandangan semua orang.
__ADS_1