Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 54


__ADS_3

[Ding Dong! Status]


<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


[Nama: Varen Arsha]


[Job: Scarlett Striker]


[Umur: 24 tahun]


[Burst Point: 400.000/500.000]


[Rank Burst: Legendary ⭐5 (12.048.000/15.000.000)


—---------------------------------------


[Skill:


Shining Nova level Max: Max/Max


Eternal Regeneration level Max: Max/Max


Awakening Drive level Max: Max/Max


Arc Of Element level 1: 0/1000 (Elemen: Fire, Thunder)


Arc Divination level 5: 0/300.000 (Hawk Eyes, Blue Eyes, Moon Eyes, Devastation Eyes, Curse Eye)]


[Weapon: Silverball: Hellheaven Divinity ⇒ level Kyubi: 0/1.500.000]


—----------------------------------------


[Inventaris: 1 Kitsune Core, 1 Archangel Belial Core, SIx Dragon Prime Core ]


[Poin skill: 757.000]

__ADS_1


<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>


Varen melihat layar antarmuka di depannya dan langsung engalokasikan poin skill untuk memaksimalkan skill Arc Of Elemental.


[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank skill Arc Of Elemental ke level 2 dan mendapatkan semua skill Water Element]


[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank skill Arc Of Elemental ke level 3 dan mendapatkan semua skill Wind Element]


[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan rank skill Arc Of Elemental ke level Max dan mendapatkan semua skill Earth Element]


Untuk sementara Varen tidak bisa menaikan level skill Arc Of Divination, sebab memiliki asa jeda yakni satu bulan. Kalau dipaksa bisa membuat mata Varen buta permanen, bahkan matanya bisa hancur.


Setelah urusannya selesai, Varen tidak berpamitan kepada keempat saudaranya termasuk Ayudisha yang sudah menjadi istrinya sekarang.


Varen tidak tega untuk berpamitan pada mereka berempat. Setelah mengantarkan Pradana kembali lagi ke kota Gaymer, Varen langsung masuk ke dalam lubang warp yang terhubung ke pasar Trac Thung.


Karena merasa Varen dirinya seorang buronan, maka dia memutuskan untuk memakai topeng sekaligus mencari jalan menuju Groztel.


Kali ini dia benar-benar menyembunyikan semua jati dirinya dan semua kekuatannya juga harus disembunyikan agar misi pencarian pangkalan militer zona Seravee berhasil ditemukan.


Varen melihat seorang wanita yang memakai jubah merah yang sedang kebingungan bridi di depan sebuah toko senjata.


“Mohon maaf Nona.” Varen langsung berpura-pura bersimpuh di depan wanita itu setelah menutup rambut dan mulutnya menggunakan sobekan jubah merah milik gadis yang memakai headset humagear berwarna merah di kedua telinganya. “Maaf aku telah merobek sedikit jubah Nona. Aku sedang sakit cukup parah, uhuk-uhuk.”


Gadis itu langsung tersenyum licik mendengar penuturan Avren yang sedang sakit dan berkata, “Oh, tidak apa-apa. Tapi maukah kamu aku sembuhkan penyakitnya dan aku juga membutuhkan seorang penjaga yang bisa mengawalku pergi ke Gorztel.”


“Nona, aku siap mengawalmu ke Groztel. AKu juga ada keperluan disana. Tapi bagaimana dengan penyakit menular ini?”


Varen menyetujui permintaan sang gadis. Tapi berpura-pura bahwa dia sedang sakit parah dan mulutnya harus selalu tertutupi oleh sebuah kain.


"Itu mudah. Pakailah ini!" Sang Gadis yang bernama Evelyn tersebut memberikan sebuah headset humagear berwarna abu-abu dan di penutup telinganya ada motif segitiga berwarna biru. “Ini adalah alat yang aku ciptakan namanya Regalia. Fungsinya bis amenyembuhkan penyakit apapun dengan cepat dengan mengakselerasi sel-sel di dalam tubuh dengan sangat cepat.”


Varen yang memang membutuhkan penutup wajah langsung menerima headset humagear tersebut.


“Fungsi lainnya juga sebagai penutup wajah atau gas mask jika terjadi wabah asap beracun dengan menekan tombol ini,” sambung Evelyn sambil menekan tombol headset humagear di telinga kanan Varen.

__ADS_1


Sebuah topeng Cyborg berwarna abu-abu langsung menutup wajah Varen. Pria berambut hitam acak tersebut otomatis melepas sobekan kain merah yang menutupi wajah dan kepalanya.


Walaupun matanya terhalang oleh topeng cyborg berwarna abu-abu tersebut, tapi penglihatannya sama sekali tidak terhalangi. bahkan pandangannya semakin jelas dan lebih tajam setelah menggunakan topeng Regalia tersebut.


Varen pun berpura-pura senang bukan kepalang dan sakit dadakannya itu langsung sembuh, “Terima kasih Nona Topeng ini memang sangat mujarab, dan buktinya penyakitku langsung sembuh.”


Evelyn langsung besar kepala, padahal topeng regalia tersebut hanya 10% memang bisa menyembuhkan penyakit, tapi sangat lambat.


“Hahaha …. Tentu saja, aku ini kan super jenius, hahaha …,” ucapnya dengan tertawa sombong. “Ayo, kita langsung pergi saja menggunakan mobilku ke arah Groztel!”


“Lumayanlah, aku bisa mendapatkan informasi dan tumpangan gratis menuju Groztel,” batin Varen dengan tersenyum licik.


Varen pun diarahkan menuju mobil Lamborghini Aventador berwarna putih milik Evelyn. Kemudian keduanya masuk ke dalam mobil hypercar tersebut dengan perasaan sangat senang.


Varen mendapatkan informasi dan tumpangan gratis ke Groztel, sedangkan Evelyn mendapatkan korban untuk uji coba topeng Regalia yang belum sempurna fungsinya sebagai senjata militer yang akan diproduksi massal jika percobaannya tersebut berhasil.


Evelyn pun melajukan mobilnya sangat cepat dan masuk ke dalam jalan tol supaya lebih cepat sampai ke Groztel yang memiliki jarak tempuh 5000 km.


"Aku Evelyn," kata Evelyn memperkenalkan dirinya. "Oh, ya. Apakah kamu ke Groztel untuk mengikuti ujian masuk satuan militer di Akademi Magna?"


Varen menjawab asal-asalan, "Ya, aku ingin meniti karir di militer sebagai tentara zona Seravee yang tidak menindas ras lain. Aku dengar zona Seravee telah membuka diri pada ras lain."


“Ya, untuk tentara aku dengar juga begitu semenjak Emperor Lord diganti oleh tuan Yoran Cabanel,” timpal Evelyn.


“Terima kasih banyak Nona Evelyn telah menolongku. Namaku Arsha, dan bisakah Nona mengantarkanku ke Akademi Magna?” pinta Varen lalu menekan tombol headset humagear di telinga kanan untuk membuka topengnya


Saat itu juga Evelyn langsung mengerem mendadak karena terperangah oleh ketampanan Varen.


“Maaf-maaf, aku hanya terkejut melihat wajahmu yang sangat tampan. Tapi bolehkah kamu temani aku sebagai ongkos tumpangan mobilku yang mengantarkanmu ke Akademi Magna,” goda Evelyn sambil mencolek dagu Varen dan tatapannya sangat mesum.


"Boleh, aku akan temani Nona Evelyn," balas Varen dan membuat Evelyn langsung membuka pakaiannya.


Varen tersentak kaget dengan melebarkan matanya. Dia pikir menemani Evelyn itu hanya menemani makan atau minum. Tapi kenyataannya yang dimaksud Evelyn adalah menemaninya dalam perhelatan Akbar.


Evelyn membuka shift belt, dan langsung menampilkan kedua gunung kembarnya di wajah Varen. Lalu duduk di pangkuannya dan kedua gunung kembar yang super jumbo itu langsung ditaruh untuk menutupi wajah Varen.

__ADS_1


Bukannya senang malah Varen kehabisan nafas. Evelyn sedikit memundurkan kedua gunung kembar yang terlalu menutupi wajah Varen, agar dia bisa bernafas sambil tangannya melucuti pelindung yang melindungi bagian vitalnya yang sudah basah.


VAren pun tak kuasa menahan hasrat yang telah dipancing oleh gadis yang sangat seksi tersebut. Bentuk tubuhnya beda sedikit dengan istrinya Ayudisha, karena bedanya hanya sedikit, itu membuat Varen langsung mengingat istri yang sangat dicintainya itu.


__ADS_2