Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 32


__ADS_3

***


keesokan siangnya, kediaman Elgrand.


Mata Varen langsung membelalak sambil memindai semua sudut ruangan yang begitu mewah di kamar yang sekarang ditinggalkan.


“Dimana aku?” tanyanya bingung.


Elgrin yang sengaja ingin melihat lebih lanjut masuk dan langsung mendekati Varen setelah melihatnya telah duduk, “Tuan Varen, anda sudah sadar?”


“Tuan Elgrin, dimana aku ini?”tanyanya masih bingung.


“Di kediamanku Elgrand,kediaman keluarga kami,” jawab Elgrin dengan tersenyum ramah.


“Terima kasih telah menyelamatkanku dan membawaku ke kediaman anda. Maaf merepotkan kalian,” kata Varen menunduk hormat pada Elgrin.


“Tidak perlu sungkan. Kakakku Rivan melihat anda pingsan setelah melihat saudara-saudara anda mati oleh serangan ledakan itu. Jadi Kak Rivan membawa tuan Varen ke kediaman kami,” balas Elgrin menegakan kepala Varen karena merasa tak perlu Varen menunduk hormat padanya.


“Tuan, sebaiknya aku harus kembali ke desa. Pasti calon istriku sangat mengkhawatirkan bapak dan juga semua saudara-saudaraku. Terima kasih atas pertolongannya. Aku tidak bisa memberikan apapun pada anda. Tapi ini terimalah!”


Varen mengeluarkan kotak kayu yang berisis 1000 botol cairan ungu atau cairan Elixir Potion. Lalu memberikannya pada Elgrin dengan tersenyum ramah.


“Apa ini?” tanya Elgrin bingung dan Varen membuka kotak tersebut menunjukan botol cairan ungu padanya.


“Ini adalah Elixir Potion dengan efektifitas 100%. Kegunaannya sama seperti Burst Potion tapi lebih hebat lagi. Ciaran ini bisa memulihkan semua penyakit apapun, bahkan anggota tubuh yang putus pun bisa kembali utuh,” jelas Varen.


Setelah menjelaskan tersebut Varen menggunakan skill Flying Spatial God dan masuk ke dalam lubang warp.


Elgrin tak menyangka jika Varen bisa menggunakan skill ruang dan waktu. Dia sangat terkejut dengan mata melebar. Setiap monster apapun yang bisa menggunakan skill ruang dan waktu selalu dianggap para Burster yang paling jenius di antara para Burster yang lain.


“Sangat kuat?!” gumam Elgrin melebarkan mata.


Neo, Zero dan Axel juga sudah pulang. Mereka bertiga tidur di rumah Ayudisha, karena mereka bertiga juga sangat sedih kehilangan sanak saudaranya. Jadi mereka berempat malah menangis bersama hingga saat ini.


Ditambah lagi Varen belum pulang dan membuat merekaa berempat bertambah sedih dan menganggap Varen juga sudah mati terkena serangan lanjutan dari pesawat induk zona Dracones.

__ADS_1


Mata Neo,Zero, dan Axel serta Ayudisha melebar setelah melihat Varen ada di depan mereka.


“Varen?!” katanya serentak.


“Ya, ini aku. Maafkan aku jika tidak pulang. Aku pingsan dan ditolong teman bisnisku,” jawab Varen dana memeluk mereka berempat. “Aku berjanji akan membalas dendam pada mereka.”


“Aku juga,” kata Neo sang ras Primordial.


“Aku juga, aku akan membantu,” timpal Axel, sang ras Immortal.


“Aku akan juga akan menghancurkan mereka berkeping-keping,” timpal Zero, sang ras Asmodians.


“Aku akan ikut kemanapun kalian pergi.” Ayudisha tiba-tiba merasakan dada bagian jantungnya sakit dan memuntahkan seteguk darah, “Guhak! Uhuk-uhuk!”


Varen panik dan langsung memeluknya untuk mengalirkan energi Burst tip penyembuh pada tubuh Ayudisha, ”Eternal Regeneration!”


Bukannya sembuh malah membuat Ayudisha berevolusi menjadi ras baru gabungan dari ras Imperium, Deity, Primordial, Asmodians, dan Immortal menjadi ras Chimera.


“Aaaaargh …!” Ayudisha meraung kesakitan dan melepaskan pelukan Varen.


Varen merasakan fluktuasi energi yang sangat kuat dari dalam tubuh Ayudisha dan ini seperti segel yang hancur.


“Apakah Bapak menyembunyikan ini dari kita? Bapak adalah segel Ayudisha?” gumam Varen menganalisa yang terjadi saat ini pada Ayudisha.


Tubuh Ayudisha yang sedang melayang perlahan kembali seperti semula dan terjatuh di pelukan Varen.


Neo, Axel, dan Zero juga kekuatannya kembali dan bisa menciptakan senjata mereka masing-masing yang selama ini tidak bisa digunakan.


“Kumpulkan para warga yang lain. Kita akn pindah tempat ke ruko milikku di pasar Trac Thung,” pinta Varen.


Lalu menggendong tubuh Ayudisha masuk ke dalam rumah dan menaruhnya di kamar. Tiba-tiba mata Ayudisha membelalak dan pintu kamarnya tertutup sendiri.


Ayudisa mencium bibir Varen sangat ganas dan bukan seperti dirinya yang selalu teduh jika dipandang. Tangan Ayudisha bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuh Varen dan membuat singkong premium miliknya menegang setegang-tegangnya.


Hasratnya sudah tak bisa dikontrol dan melucuti semua pakaian yang dikenakan oleh Ayudisha.

__ADS_1


Bukan hanya itu, tubuh Audisha bertambah seksi dan sintal dengan gunung kembar yang berukuran lebih besar. Setelah mengalami perubahan genome DNA menjadi ras Chimera dan wajahnya bertambah cantik, serta kulitnya putih mulus bersih.


Kedua insan yang sedang dilanda asmara ini melanjutkan perhelatan akbarnya sampai ketahap nirwana. Sehingga mereka berdua telah ditinggal oleh rombongan warga desa yang sudah pergi menuju ruko milik Varen di Pasar Trac Thung.


Cairan merah membasahi kasur milik bersama, karena memang mereka bertiga, yakni Satya, Ayudisha dan Varen hanya tidur satu kamar.


“Uuugh!” Ayudisha dan Varen sama-sama melenguh nikmat setelah rahim Ayudisha hangat oleh cairan surga milik Varen.


“Aku sayang kamu mas.”


“Aku juga sangat mencintaimu.”


Keduanya saling mencium dengan ganas dengan bibir berpagutan sebagai tanda sesi perhelatan akbar telah berakhir.


[Ding Dong! Tuan telah ditransfer Genome DNA ras Chimera dari Ayudisha. Tuan telah berevolusi menjadi ras Imperial]


Varen menyadari hal tersebut, karena di dalam tubuhnya terjadi fluktuasi energi Burst yang sangat besar.


Mereka berdua pun membersihkan diri bersama di danau. Tapi malah berlanjut lagi melakukan perhelatan akbar seperti pengantin baru yang sedang kasmaran.


Untungnya penduduk desa Renaga sudah tidak ada dan mereka berdua bisa bebas melakukan apapun tanpa ada yang menegur.


"Lebih cepat mas, aaaakh!"


"Ya, aaakh!"


Keduanya kembali melenguh nikmat setelah berendam di dalam danau tanpa sehelai benang dan melakukan perhelatan akbar.


Ayudisha lemas dan memeluk Varen. Singkong premium itu masih tertancap lemas di dalam gua surga milik Ayudisha yang sudah hangat oleh cairan surga milik Varen.


Varen menggendong Ayudisha ala bridal style untuk keluar dari dalam danau dan memakaikannya baju. Varen pun memakai baju dan setelah itu langsung membawa Ayudisha ke dalam lubang warp untuk berpindah tempat ke depan ruko miliknya.


"Sayang, kamu bantu para warga untuk tinggal di dalam ruko ini. Aku akan pergi ke balai pusat perdagangan untuk membayarkan pajak." Varen mencium kening Ayudisha lalu berjalan cepat ke arah balai pusat perdagangan.


"Hati-hati mas!" teriak Ayudisha melambaikan tangan dengan perasaan yang sangat senang.

__ADS_1


Akhirnya dia bisa memiliki Varen seutuhnya setelah memberikan kesuciannya pada Varen dan Ayudisha mengikat Varen dengan genome DNA ras Chimera miliknya yang telah disuntikannya pada tubuh Varen.


__ADS_2