
Pesawat-pesawat nduk milik zona Dracones mulai betertabangn meninggalkan Altelier City yang sudah berubah menjadi wilayah daratan tandus dan gersang lagi.
Mereka berhasil membawa semua Burst Core yang berada di dalam gudang logistik Altelier City yang berjumlah 10 miliar Burst Core.
Varen berhasil memulihkan Kimiko, Vii, venesis, Freya dan Rothschild termasuk juga dirinya sendiri. Dia berhasil menghentikan infeksi energi negatif Vilom yang menjangkiti tubuhnya.
Rothschild yang sudah sadar dan pulih matanya melebar setelah memandang wajah Varen, “Va-varen?!”
Varen pun terheran–heran karena seorang pria paruh baya yang memiliki kedua tanduk Naga tersebut dan menolak tua tersebut mengenalinya, “Maaf, tuan memangnya mengenaliku?” tanyanya.
“Varen!” panggil Vivi, Venesis, Kimiko, dan Freya serentak dengan nada lirih. lalu memeluk Varen yang sudah bangkit dengan dada kembang-kempis tak beraturan.
Varen pun mematung tidak membalas pelukan mereka. Dia bingung kenapa mereka berlima bisa mengenalinya.
[Ding Dong! Misi utama telah berhasil diselesaikan]
<>^^^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^^<>
[Misi: Selamatkan warga Altelier City dari penjara budak Altelier City]
[Batas waktu: 30 hari]
[Hukuman: 50% warga Altelier City tewas karena kelaparan]
[Hadiah: 100.000 poin skill, ingatan tan pulih 100%]
<>^^^^^^^^^^^¤^^^^^^^^^^<>
[Ding Dong! Memproses ingatan tuan Varen Arsha dalam 3 … 2 … 1 ….]
[0% … 25% … 50% … 75% … 100%]
Kepala Varen seperti disengat listrik yang sangat tinggi dan membuatnya langsung berteriak kesakitan, ”Sakit! Aaaaakh!”
Dia langsung meringkuk di permukaan tanah sambil meronta-ronta dan memegangi kepalanya yang sangat sakit seperti ditusuk ribuan jarum secara bersamaan.
10 menit kemudian, ingatan Varen pulih. Vivi, Rothschild, Freya, Kimiko, dan Venesis diam saja, tidak ada yang menolong Varen yang terus meronta–ronta seperti orang kesurupan. Mereka bingung apa yang harus dilakukan pada Varen untuk menghentikan rasa sakitnya.
__ADS_1
Disaat seperti ini, pesawat induk milik Veigas Stark keluar dari dalam lubang warp dan berada di wilayah udara pusat kota Altelier City.
Pesawat induk tersebut tanpa disadari oleh mereka berenam mengarahkan moncong senapan raksasa lasernya ke arah pusat kota Altelier City.
Vestral Dylandy yang telah mendapatkan kabar dari Jendral Hoblin yang bertugas di Altelier City. Meminta Veigas Stark untuk datang ke Altelier city untuk menghancurkannya.
SWUSH! BOOM!
Sinar laser yang cukup besar ditembakkan dari moncong senapan raksasa yang berada di bawah pesawat induk yang bernama Archduke tersebut ke pusat kota Altelier City dan meledakkannya.
Kepulan cahaya membentuk siluet kubah berwarna putih menyebar ke seluruh wilayah Altelier City.
Suara dentuman ledakan terdengar sangat keras dan memporak-porandakan semua gedung yang dilewati kubah energi ledakan tersebut.
Saat gelombang kejut ledakan datang ke arah mereka berenam. Varen ingatannya pulih dan langsung bertindak, “Psycho Teleportation!”
Di bawah telapak kaki mereka berenam muncul lingkaran sihir berwarna merah dan membuat tubuh mereka berenam berkedip.
Mereka berhasil dipindahkan oleh Varen ke Desa Renaga yang berjarak 100 km dari Altelier City. Gelombang kejut tersebut meratakan gedung hothouse yang sebelumnya di pijaki oleh mereka berenam.
“Uhuk!” Kimiko, Venesis, dan Freya terbatuk darah.
Varen panik, begitu juga Rothschild dan juga Vivi. Pria berambut hitam tersebut mencoba menyembuhkan Kimiko, Venesis dan Freya,
“Aku mohon bertahanlah! eternal Regeneration!” serunya dengan menempelkan kedua tangannya ke permukaan tanah.
Akan tetapi Varen terlambat, dan tubuh mereka bertiga berubah menjadi 3 Burst Meta Core, juga menjatuhkan Fox Core, Belial Core dan Archangel Core.
“Tidak!” Varen berteriak melihat ketiga temannya telah mati di depan matanya dan itu sangat menyakitkan baginya. “Kenapa kalian selalu merenggut semua orang yang aku cintai?”
Vivi dan Rothschild juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menenangkan Varen yang sedang dalam kesedihan yang amat dalam.
***
Ruko milik Varen.
Pasukan Fallen Prime yang dipimpin oleh Alexander Cabanel sedang mengepung ruko milik Varen.
__ADS_1
Pasukan Fallen Prime merupakan pasukan yang memakai zirah merah yang menutupi bagian atas tubuh dan zirah hitam yang menutupi bagian bawah tubuh.
Semua pasukan kasta Ras Fallen Angel memiliki kedua tanduk merah dengan kedua sayap hitam. Pasukan Falen Prime yang dipimpin oleh Alexander Cabanel terkenal sangat kejam dan bengis seta tidak ada kompromi dengan target atau musuh-musuh mereka.
“Tangkap mereka semua!” titah Alexander dengan tubuh melayang di atas ketinggian lima meter dari permukaaan tanah.
Suara langkah kaki pasukan Fallen Prime itu bergemuruh dan menghunus pedang mereka pada penduduk desa Renaga termasuk Ayudisha, Neo, Axel, dan Zero.
“Tunggu! Apa maksudnya ini?” tanya Neo yang tidak terima jika mereka semua ditangkap tanpa alasan yang jelas.
“Kalian adalah ancaman bagi zona Seravee. Maka aku Alexander Cabanel akan menangkap kalian semua atas tuduhan makar,” jawab Alexander dengan nada tegas dan sorot mata yang tajam.
“Omong kosong! Kami adalah anggota balai pusat perdagangan. Jika kalian menangkap kami, maka kalian harus berurusan dengan balai pusat perdagangan,” sergah Axel dengan menggertakkan gigi.
"Aku tak peduli jika kalian melawan maka kami takan segan membunuh kalian semua," ancam Cabanel.
Ayudisha menggelengkan kepalanya ke arah Neo, Axel, dan Zero yang sudah marah besar. Raut wajah mereka bertiga sudah merah padam dan bersiap melawan terhadap mereka yang telah menuduhnya tanpa bukti.
Neo terdiam sesaat dan berpikir, "Kita tidak bisa melawan. Ada banyak rekan-rekanku disini.Jika kami melawan maka mereka juga akan menjadi korban. Lalu apa yang harus aku lakukan?"
“Tuan, au mohon tangkap saja aku. Namun lepaskan mereka semua, dan aku akan membelikan apa yang kamu minta jika kamu punya permintaan,” tawar Ayudisha dengan berlutut menghadap ke arah Alexander.
“Hahaha …. Kalian memang pantas disebut ras sampah, hahahaha ….” Alexander turun perlahan di depan Ayudisha dan mencengkram pipinya, hingga Ayudisha mengerucutkan bibirnya. “Baiklah, aku akan membawamu, tapi aku juga akan mengambil barang yang diinginkan keluarga Elgrand!”
“Lepaskan saudariku!” geram Neo yang melihat Ayudisha diperlakukan tak senonoh oleh Alexander. “Ayudisha jangan lakukan seperti ini! Biar aku saja yang ditangkap oleh mereka.”
“Ya, aku juga.”
“Au juga.”
Zero, Neo, dan Axel juga berlutut di depan Alexander. Tetapi pria berwajah bengis tersebut dan tak memperdulikan penawaran mereka bertiga. Lalu langsung mencekik Ayudisha dan menteleportasikannya bersama dirinya, serta hilang dari pandangan semua orang.
Setelah membawa Ayudisha, Alexander ternyata ingkar janji dan langsung menebas leher semua warga desa Renaga yang telah berlutut di hadapan ruko dalam keadaan berlutut dan tangan tertaut di tengkuk.
ZRASH! ZRASH!
Cairan merah tertumpah di depan halaman ruko milik Varen dan tak ada satupun warga di pasar Trac Thng yang menolong mereka semua. Sebab mereka semua juga ketakutan setengah mati tehadap pasukan Fallen Prime yang sangat kuat.
__ADS_1