
“Grandark!”
Zero mengeluarkan pedang besar yang memiliki duri-duri besar di kedua sisi bilahnya dan membalikan badan secepat kilat. Lalu menebas kepala para prajurit Fallen Prime.
SLASH! SLASH!
Melihat Zero bertindak membantai dua prajurit yang akan memenggal kepalanya, Neo dan Axel juga ikut bertindak sebelum leher mereka ditebas oleh pedang milik dua prajurit Fallen Prime.
“Sentinel Prime!”
“God Stance: Primordial Aura!”
Axel mengeluarkan tombak berbilah ganda dari lingkaran sihir di depan telapak tangan kanannya. Kemudian membelahnya menjadi dua bagian untuk menangkis kedua pedang yang akan memotong lehernya.
Sedangkan Neo membiarkan dua bilah pedang menghantam lehernya yang sudah diselimuti aura merah darah, dan mengubah warna rambutnya yang sangat panjang itu menjadi warna merah darah. Warna rambut itu terbentuk setelah Neo menyelimuti dirinya dengan aura merah darah yang mendesis seperti aura super saiyan.
KLANG! KLANG!
Keempat pedang tentra Fallen Prime yang akan menebas leher Neo dan Axel langsung patah. Setelah menghantam leher Neo dan kedua tombak milik Axel.
Zero memanfaatkan hal tersebut untuk melesat ke arah keempat prajurit Fallen Prime, dan melakukan tebasan secara diagonal membentuk huruf X ke arah keempat tentara Fallen Prime yang sedang syok.
ZRASH! ZRASH!
Tubuh keempat prajurit Fallen Prime terbelah menjadi tiga bagian dengan cairan merah menyembur deras membasahi Zero.
Neo mengamuk dengan tatapan tajam dan melesat sangat cepat, hingga gerakan tubuhnya tidak dapat dilihat oleh mata biasa.
ZRASH! ZRASH!
“Aaargh!”
Neo memukul satu persatu prajurit Fallen Prime dan menghancurkan tubuhnya hingga menjadi kabut darah hanya dalam sekali pukul.
Para prajurit Fallen Prime yang masih tersisa menembaki bola-bola hitam yang diselimuti oleh aliran petir putih ke arah Axel secara serentak, “Nemesis Ball!”
__ADS_1
BOOM! BOOM!
Kepulan cahaya dan asap disertai suara rentetan dentuman ledakan, menghalangi pandangan semua prajurit Fallen Prime. Tetapi saat kepulan cahaya dan asap itu mereda, tampak Neo berdiri tegak di depan Axel untuk melindunginya.
Semua bola-bola hitam itu tak ada satupun yang mampu melukai Neo dan Axel. Aura Primordial melindungi Neo dan membuat bola-bola itu tak mampu menembus kulitnya yang telah mengeras.
Merasa serangannya gagal, prajurit Fallen Prime yang tersisa segera mengepakan sayapnya untuk kabur ke arah Barat. Prajurit Fallen Prime berhasil terbang dengan kecepatan penuh.
Akan tetapi Neo tidak membiarkan mereka untuk kabur seenaknya, “Revenge Death Ball!” serunya menembakkan bola hitam ke arah kawanan prajurit Fallen Prime.
SWUSH! BOOM!
Bola hitam itu melesat sangat cepat dan membesar dengan cepat. Kemudian menghantam salah satu prajurit Fallen Prime dan meledak di udara. Gelombang kejut ledakannya dengan cepat menyebar dan menciptakan fluktuasi udara yang membuat tubuh para prajurit Fallen Prime yang lain tercabik-cabik hingga menjadi bubur darah.
Tidak ada satu pun yang tersisa dari para prajurit Fallen Prime yang sedang kabur. Semuanya tewas dengan mengenaskan, tubuh mereka menjadi bubur darah dan menghujani wilayah pemukiman penduduk di pasar Trac Thung dengan cairan merah darah.
Dengan cepat bau anyir pun menyebar ke seluruh pemukiman pasar Trac Thung di bagian barat. Tambah takut pula para warga ras Angel yang sedang bersembunyi di dalam rumah mereka masing-masing.
***
Varen sedang duduk di bibir danau menyendiri dan menangisi kematian Kimiko, Freya, serta Venesis.
Dia juga tak menyangka jika Freya telah berevolusi kastanya menjadi kasta Archangel dan Venesis berevolusi kastaya menjadi asta Belial.
Itu terbukti dari Core yang mereka berdua jatuhkan setelah tubuh mereka luruh menjadi partikel.
Tangan kiri Varen sedang memegang kristal berwarna putih dan tangan kanannya sedang memegang kristal berwarna hitam.
Tak sengaja Varen menempelkan kedua kristal tersebut dan langsung bercahaya. Kemudian melayang di depan Varen membentuk sebuah kristal dengan setengah warna hitam dan setengah warna putih.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan Archangel Belial Core]
[Archangel Belial Core akan aktif jika menggunakan skill Arc Divination: Samsara Eyes dan bisa memanggil salah satu dari Seven Path, yakni Overlord Eneru]
Varen yang sedang sedih pun langsung tersenyum lebar. Dia juga penasaran dengan Verlion Core an Fox Core yang telah didapatkan. Kemudian mengeluarkan kedua kristal berwarna emas dan berwarna merah muda tersebut untuk ditempelkan.
__ADS_1
Kristal tersebut berubah warna menjadi warna emas dengan ujung-ujung kristal berwarna merah muda, dan bentuk berubah menjadi seperti bunga lotus.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah mendapatkan Kitsune Core]
[Archangel Belial Core akan aktif jika menggunakan skill Arc Divination: Samsara Eyes dan bisa memanggil salah satu dari Seven Path, yakni Hydra Kitsune]
Senyum Varen semakin melebar dan segera mengalokasikan 100.000 poin skill yang dimilikinya ke skill Arc Divination.
[Ding Dong! selamat, tuan telah meningkatkan level skill Arc Divination ke level 4 dan mendapatkan Devastation Eye]
[Devastation Eye adalah kemampuan mata untuk mengendalikan molekul partikel dan juga mengendalikan ringan atau berat suatu benda]
Varen langsung berubah wajahnya dari senyum menjadi masam. Setelah melihat pemberitahuan layar antar muka di depan wajahnya.
Pasalnya dia tidak mendapatkan Samsara Ee, tapi Devastation Eye yang bukan jadi incarannya.
Tiba-tiba memeluk Varen dari belakang, “Aku harap kamu tidak bersedih lagi atas kehilangan mereka bertiga. Aku ingin kita menikah Varen,” katanya dengan nada sendu.
Varen pun jadi bingung, dia harus mengatakan pada Vivi dan Rothschild. Kalau dirinya juga akan menikah dengan Ayudisha dan takkan meninggalkannya.
Varen pun melepaskan pelukan Vivi dan membalikkan badan dengan menatap sendu Vivi dengan perasaan penuh penyesalan.
“Vivi aku minta maaf. Selama ini aku tinggal disini dan kepala Desa dari desa Renaga ini yang telah merawatku selama aku hilang ingatan. Aku juga sudah berjanji pada Ayudisha, anak dari kepala Desa tersebut untuk menikahinya dan takkan meninggalkannya,” ucapnya.
Vivi pun menjatuhkan air matanya begitu sangat deras. Dia tak menyangka Varen akan menikah. Padahal dia sudah berjanji akan menikahinya.
“Kenapa Varen? Kenapa kamu memberikan sebuah janji yang pada akhirnya kamu ingkari?” Vivi menangis sesenggukan dan didengar oleh Rothschild yang sedang mencari mereka berdua.
“Vivi kenapa? Ada apa?” tanya Rothschild yang khawatir pada putri semata wayangnya itu.
Vivi langsung memeluk Rothschild dan menangis sejadi-jadinya, lalu berkata, ”Va-varen ayah. dia akan menikah dengan wanita la-lain.”
“Apa itu benar Varen?” tanya Rothschild pada Varen dengan tatapan kosong.
“Ya, ayah. Aku memang akan menikah dengan Ayudisha, karena aku juga mencintainya,” jawab Varen dengan nada sendu dan penuh penyesalan.
__ADS_1
“Kenapa bisa?” teriak Rothschild yang tidak terima dengan jawab Varen. “Padahal Vivi sangat mencintaimu dan menunggumu di dalam penjara budak. vivi adalah orang yang sangat percaya jika kamu belum mati dan pasti menyelamatkan kami.”