Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 21


__ADS_3

Varen menghindar dan menangis setia tebasan para penjaga perbatasan zon Cybertron. Dia tidak ingin membunuh mereka, tapi hanya ingin mempermainkannya.


TRANG! TRANG!


Gesekan dan benturan bilah pedang itu menciptakan suara dentingan yang cukup keras disertai percikan api.


“Apa kemampuan berlima cuma sebatas ini?” ejek Varen dengan tersenyum sinis.


Setiap tebasan dan tujuan mereka berlima tidak ada yang mampu menggores sedikitpun kulit Varen atau sehelai rambutnya.


“Diam kau!” Salah satu penjaga mengeratkan kedua tangannya pada gagang pedang besarnya untuk melepaskan tebasan yang lebih kuat pada Varen.


SRAANG!


Bilah pedang Soluna bergesekan dengan pedang besar penjaga tersebut. Dia tidak berhasil mendaratkan tebasan pada kepala Varen, sebab telah ditangkis Varen dengan sangat mudah hingga pedang itu bergesekan.


BAM!


Bersamaan itu pula Varen menendang perut sang penjaga hingga membuatnya terpental beberapa meter. Bukan hanya satu penjaga, tapi kelima penjaga ditendang oleh Varen dengan gerakan tendangan yang tak bisa dilihat oleh mata biasa.


Mendengar suara ribut-ribut, Pradita yang enam bulan lalu pernah bertarung dengan Varen keluar dari kantor pos penjaga. Dia telah diturunkan pangkatnya menjadi Lieutenant, sebab telah kehilangan 2000 anak buahnya oleh Varen pada saat menyerang Waterfall Fort.


“Berhenti!” Pradita berteriak daan Varen pun tidak melanjutkan serangan lanjutannya. “Apa yang kau lakukan disini bedebah?”


“Aku hanya ingin lewat perbatasan ini untuk menuju pusat zona Cbyertron. Apakah ras Imperium yang lemah sepertiku tidak bisa lewat di zona manapun?” jawab Varen dengan tersenyum tipis.


“Omong kosong! Kau telah membantai semua anak buahku seorang diri dan kau anggap dirimu lemah? Apa tujuanmu datang ke zona Cybertron?” Pradita sudah tidak mau basa-basi lagi, jika melawan Varen dia pasti tewas berkalang tanah.


“Apa kamu bisa mengantarkanku pada pemimpin kalian? Aku hanya ingin menawarkan ini?” Varen mengeluarkan botol cairan ungu dan menunjukkannya pada Pradita.


“Apa itu?” tanya Pradita singkat.

__ADS_1


“Elixir Potion dengan efektifitas 100%. Cairan yang bisa memulihkan luka apapun bahkan jika kita hampir sekarat pun kita bisa pulih sedia kala. Ditambah lagi, cairan ungu ini bisa memulihkan energi Burst 100%,” jawab Varen santai.


Pradita mengelus dagunya dan memikirkan tawaran Varen sepertinya menggiurkan dan bisa meningkatkan kekuatan militer zona Cybertron menjadi lebih kuat jikaa memiliki Elixir Potion.


“Baiklah! Aku akan membawamu ke atasanku General Hendropriyono.” Pradita akhirnya menyetujui permintaaan Varen.


Pria berambut harajuku tersebut mendekati kelima penjaga perbatasan dan membantunya berdiri satu persatu, “Maafkan aku jika aku terlalu keras. Tapi jika kalian ingin bertarung lagi denganku, datang saja ke Altelier City.”


“Siapa namamu anak muda?” tanya kelima penjaga serentak.


“Varen Arsha,” jawab Varen dengan tersenyum ramah.


Varen pun berjalan mengekor di belakang Pradita sambil melambaikan tangan sebagai isyarat selamat tinggal dan bertemu lagi pada kelima penjaga itu.


Pradita membawa Varen ke sebuah pesawat mirip piring terbang. Mereka berdua akan menuju pusat zona Cybertron di wilayah New Zealand yang sekarang disebut Reploids Anunnaki


Pesawat piring terbang itu langsung dikendarai oleh Pradita dan melakukan warp. Hanya dalam 3 detik, pesawat itu sampai di atas wilayah udara Reploids Anunnaki.


Zona Cybertron yang berpusat di reploids Anunnaki memiliki pemimpin bernama Emperor Lord Sigma dan memiliki rank Legendary bintang tujuh.


Penduduknya memiliki ciri tubuh setengah mecha atau cyborg disebut ras Reploids dan tidak ada sistem kasta di zona Cybertron. Mereka memiliki kedua lengan dan kaki yang besar, hanya mukanya saja yang tidak tertutupi oleh Cyborg armor suit.


Pesawat piring terbang milik Pradita turun perlahan di landasan pangkalan militer utama zona Cybertron.


Pradita langsung menggiring Varen keluar dari pesawat untuk menemui General Hendropriyono.


Semua tentara yang berada di dalam hanggar pesawat menodongkan senapan ke arah Varen.


“Tenang, dia hanya ras Imperium. Semuanya menjadi tanggung jawabku. Aku dan dia hanya ingin menemui General Hendropriyono. Tolong turunkan senjata kalian!” pinta Pradita yang sudah mengangkat kedua tangan bersama Varen.


“Untuk apa dia ingin bertemu General?” tanya salah satu Major dengan nada tegas.

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi Vaaren mengeluarkan Blackball yang sudah diubah menjadi Strider. Kemudian hilang dari pandangan semua orang dan menebas tangan kiri sang Major.


Semua tentara zona Cybertron menembak ke berbagai arah, tapi Varen langsung menarik tubuh sang Major dan menyanderanya, “Jangan bergerak! Atua dia akan mati”


Semua tentara terdiam dan tak ada yang menembak lagi. Varen mengeluarkan botol cairan ungu, “Minumlah! Tanganmu akan tumbuh kembali dan lebih kuat!”


Sang Major yang sudah pucat pasi, langsung meminum cairan ungu yang disodorkan pada mulutnya dan menenggaknya sampai habis.


Benar saja tangan kiri sang Major yang bernama Luki Alamsyah tersebut tumbuh kembali. Dia merasakan energi Burst yang meluap-luap di tangan kirinya itu.


“Apa?! Bisa tumbuh lagi?!” Semua tentara di hanggar menjatuhkan rahangnya dengan mata membola.


“Maaf, pak. Aku telah berlaku tidak sopan padamu.” Varen merubah lagi Strider dan memasukkannya ke inventaris sistem. Lalu membungkuk hormat pada Luki sebagai permintaan maaf, sebab telah memotong tangan kirinya.


“Hahaha ….” Luki tertawa terbahak-bahak dan melanjutkan, “Sungguh kamu sangat gila dan sangat berani anak muda. Siapa namamu dan dari mana kamu berasal?"


“Varen Arsha ras Imperium, dari Altelier City," jawab Varen dengan nada yang sopan dan tersenyum ramah.


Semua tentara zona Cybertron tidak heran jika Varen berasal dari sana dan membawa botol Elixir Potion.


Dalam 6 bulan terakhir zona Cybertron telah memata-matai Altelier City melalui proyeksi satelit milik mereka, dan menemukan fakta jika Altelier City memiliki pepohonan Imperial yang sagat banyak dengan buah yang berlimpah serta sangat berkualitas.


Sebenarnya Emperor Lord ingin menginvasi Altelier City lagi. Tapi setelah invasi pertama gagal, dia mengurungkan niatnya lagi untuk menginvasi Altelier City yang menurutnya terlalu kuat sebagai kota kecil.


"Kesempataan emas ini tidak boleh disia-siakan. Pradita!" panggil Luki dengan nada tegas.


"Siap Major!" sahut Pradita dengan sikap tegak.


"Kalau Emperor Lord Sigma menyetujui usulan Varen. Aku akan meminta General Hendropriyono mengembalikan jabatanmu lagi," tegas Luki samil menepuk pundak Pradita.


"Siap major!" sahut Pradita dengaan nada tegas.

__ADS_1


"Unutun saja aku membawa Varen kamri dan tidak mencegahnya. Jika iya, zona Cybertron akan kehilangan kesempatan emas. Baik sekali nasibku ini," batin Pradiita sambil mengelus dadanya dan bisa bernafas dengan lega.


Varen mengekor di belakang Luki yaang menuntunnya ke arah sebuah lift yang menuju ruang bawah tanah. Mereka berdua akan menemui General Hendropriyono untuk meneruskan usulan Varen yang ingin menunjukan botol EP pada Emperor Lord Sigma.


__ADS_2