Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 43


__ADS_3

“Arc Of Divination: Devastation Eye!” seru Varen merubah manik matanya menjadi warna jingga gelap, “Manipulation Molecule: Dust!”


Varen menyelimuti tubuhnya dengan aura berwarna jingga gelap, dan duri-duri es yang sangat tajam itu luruh menjadi debu saat menyentuh tubuhnya.


Debu tersebut sangat tebal menghalangi pandangan kelima Dragon Prime. Serangan yang dilancarkan Frostmourne berhasil dipatahkan oleh Varen dan bersamaan itu pula Varen menebas ruang secara diagonal dengan kedua pedangnya, “Dimensional Fissure!”


SLASH!


Kelima Dragon Prime yang berada di tempat yang berbeda tersebut mendapatkan sinyal bahaya. Mereka berlima mencoba kabur, tapi sayangnya itu terlambat, kedua tanduk mereka berlima terpotong walaupun hanya sepanjang 2 cm.


Varen langsung mengincar Frostmourne yang sedang lengah, karena syok dengan serangannya yang berhasil dipatahkan oleh Varen, “Psycho teleportation!”


Tubuh Varen berkedip terus menerus di depan Frostmourne dan mengayunkan pedang secara diagonal untuk memotong lehernya.


TRANG!


Akan tetapi tebasan Varen masih bisa dibaca gerakannya oleh Frostmourne dan berhasil ditangkis. Varen berkedip cepat tubuhnya dan berpindah di sekitar tubuh Frostmourne untuk mengecohnya sambil melakukan tebasan bertubi-tubi.


Frostmourne mencoba mengimbangi gerakan serangan Varen. Tetapi semua itu percuma, karena Varen terus berteleportasi sambil melakukan tebasan bertubi-tubi.


SLASH! SLASH!


Pada akhirnya sayap Frostmourne terpotong, jubahnya koyak di beberapa bagian tubuh, memunculkan siluet garis-garis putih di sekujur tubuhnya, dan bekas tebasan Varen yang super cepat itu.


ZRASH!


Cairan merah menyembur dari leher Frostmourne dan membasahi tubuh Varen. Dia langsung menyimpan pedang milik Frostmourne karena merasakan jika pedang Blizzard tersebut memiliki kekuatan yang cukup mengerikan.


Tubuh Frostmourne juga menjatuhkan sebuah lotus kristal berwarna biru terang, dan Varen segera menyimpannya ke inventaris sistem. Lotus kristal tersebut bernama Frostmourne Core dan Vaaren akan menggunakannya sebagai bahan percobaan seperti sebelumnya.


Keempat Dragon Prime langsung murka, setelah melihat Frostmourne dibantai sangat sadis oleh Varen. Mereka menyadari jika Varen bukan manusia yang tak bisa diremehkan dan memiliki rank Mega bintang sembilan seperti mereka.


Varen sendiri merasa sudah terpojok jika harus melayani mereka berempat dalam pertarungan. Dia mengeratkan pegangannya pada kedua gagang pedangnya yang dipegang secara terbalik. Ditambah lagi kekuatan mereka berempat merupakan gabungan dua elemen.

__ADS_1


“Biar aku yang akan melelehkannya,” geram Venom yang memiliki dua tanduk berwarna ungu gelap, manik mata ungu gelap dan memakai jubah berwarna ungu gelap. “Poison Wave!”


Daria dalam mulut Venom menyemburkan cairan racun berwarna ungu yang memiliki efek korosif.


Vaaren tidak bisa menghindar, sebab jika dia menghindar maka cairan tersebut akan mengenai danau. Mau tidak mau Vaaren harus menghadapinya, “Manipulation Molecule: Glass!” serunya.


Varen menancapkan kedua pedangnya ke permukaan tanah, untuk mengeluarkan gelombang kejut yang sangat cepat, dan merubah gelombang cairan setinggi 3 meter tersebut menjadi kaca.


Saat itu pula Varen melakukan tebasan yang sangat kuat, untuk menghancurkan gelombang cairan setinggi tiga meter, dan sudah membeku menjadi bukit kaca, “Dimensional Fissure!”


PRANG! PRANG!


Bukit kaca tersebut hancur berkeping-keping, dan Venom berpindah tempat di belakang Varen sudah mengeluarkan pedang yang memiliki duri-duri di bilahnya untuk ditusukan ke punggung kiri Varen.


Pria berambut hitam tersebut sedikit menunduk untuk menghindari tusukan pedang Vengeful milik Venom.


JLEB!


Alhasil bahu kiri Varen terkena tusukan pedang dari Venom dan membuatnya terkena racun syaraf yang mengakibatkan tangan kiri Varen mati rasa.


Dengan sangat cepat luka tusukan yang menembus bahu kiri Varen itu pulih, dan membuat Venom sangat terkejut. Serangan racunnya yang sangat mematikan tersebut berhasil dipulihkan dengan cepat.


“Apa?! Tidak mungkin?!” gumamnya membulatkan mata.


Melihat bahu kirinya sudah pulih, Varen segera menyerang Venom yang masih syok di belakang tubuhnya.


“Eternal Rage!” serunya mengeluarkan gelombang kejut ledakan dari dalam tubuhnya.


SWUSH! BOOM!


Siluet bola cahaya berwarna merah gelap menyebar dengan cepat dan menghantam Venom,hingga membuatnya terpental sejauh lusinan meter keluar dari wilayah Desa Renaga bersamaan dengan ketiga Dragon Prime yang lain.


Tubuh Varen sudah berubah memiliki keempat tanduk, sepasang sayap iblis di punggung dan sepasang sayap malaikat di pinggang, serta ekor Naga berwarna merah gelap. Tubuhnya juga diselimuti aura merah gelap yang sangat mendesis disertai aliran petir merah yang bersahutan satu sama lain.

__ADS_1


Kedua pedang Scarlet Strikenya juga melebur menjadi sebuah cakar Naga berwarna merah di kedua kaki dan tangan Varen.


Keempat sayapnya dikepakan dan Varen melesat terbang secepat kilat ke arah Venom beserta ketiga Drago Prime yang masih terpental dengan tubuh bergesekan dengan permukaan tanah yang tandus.


“Engravity!” seru Varen dengan mengarahkan telapak tangannya ke arah keempat Dragon Prime.


Tubuh keempat Dragon Prime berhenti terpental dan melayang. Kemudian ditarik ke arah Varen.


“Lava Flare!”


Omega salah satu Dragon Prime yang berelemen lava menyemburkan cairan lahar dari mulutnya ke arah Varen setinggi 4 meter dan menghanguskan semua permukaan tanah yang dilewatinya.


Saat Varen akan mengeluarkan pedang Frostmourne dari inventaris sistem, Barmov mengarahkan telapak tangannya ke arah Varen, untuk mengeluarkan sulu-sulur akar dari telapak tangannya untuk menjerat tubuh Varen, “Eternity Root!”


Alhasil tubuh Varen terkena gelombang lahar yang memiliki suhu 1000 derajat celcius dan membuatnya memekik kesakitan, ”Aaakh! Panas!”


Gelombang lahar itu terus menerpanya dan Omega sengaja melakukannya untuk menghabisi Varen.


Untuk menambah daya rusaknya menjadi lebih kuat, Storm menyemburkan angin disertai petir dari mulutnya dan menambah suhu panas gelombang lahar tersebut menjadi 2000 derajat celcius, “Storm Bluster!”


Setelah sulur-sulur akar yang menjerat tubuh Varen lenyap diterpa gelombang lahar yang memiliki suhu 1000 derajat celcius. Varen berhasil mengeluarkan pedang Frostmourne dan menusukannya ke permukaan tanah, “Blizzard Wall!”


Dinding es setinggi 10 meter memutari tubuh Varen dengan suhu dingin yang sangat ekstrim dan mampu menghalau gelombang lahar yang memiliki suhu 2000 derajat celcius.


Gelombang lahar itu langsung menguap menjadi kepulan asap yang sangat tebal. Bahkan Venom yang selanjutnya menyerang dengan gelombang cairan racun pun dibuat tak berkutik, sebab cairan racun tersebut membeku.


Sungguh Varen sangat luar biasa menggunakan pedang Frostmourne dalam mode Eternal Rage dan memulihkan luka bakar di sekujur tubuhnya dengan sangat cepat.


Venom tidak menyerang, walaupun serangannya gagal dan melancarkan serangan lanjutan, "Venom String!" serunya.


Manusia Naga racun tersebut berubah tubuhnya menjadi Naga setinggi 3 meter berwarna ungu dan menelan pedang Vengeful. Kemudian terbang memutari dinding es yang mengelilingi tubuh Varen dengan melemparkan benang-benang tipis berwarna ungu.


KRIEEET! TRANG!

__ADS_1


Bukannya benang-benang yang menjerat dinding es tersebut berhasil memotong dinding es, malah benang-benang itu putus dan membeku saat menyentuhnya. Sungguh serangan yang sangat tolol sekali.


__ADS_2