
BAM!
Genggaman tangan siluet Gorila raksasa tepat mengenai silangan tangan Azriel, dan membuatnya terpental sangat jauh ke udara.
Sikap pertahanan yang dibentuk oleh Azriel tersebut berhasil ditembus oleh pukulan siluet Gorila raksasa, dan Azriel memuntahkan darah yang begitu banyak sambil tubuhnya terus melesat ke udara.
“Guhak! Archangel Protection!” seru Azriel dengan menyelimuti tubuhnya dengan aura penyembuh berwarna kuning yang berguna untuk memulihkan lukanya yang sangat parah.
Sebelum Azriel memulihkan tubuhnya sampai 100%, Neo melesat dengan kecepatan dewa super mengejar Azriel. Dia bersiap melesatkan pukulan lanjutan dari skill Primordial Fist yang belum berakhir.
BAM!
“Guhak!” Azriel kembali memuntahkan darah setelah perutnya dihantam sangat kuat oleh pukulan Neo hingga punggungnya itu menonjol kuat akibat tumbukan pukulan Neo.
“Big Bang Flash!” seru Neo dan menembakan sinar laser yang sangat kuat saat tangannya masih berada di perut Azriel.
SWUSH! BOOM!
Sinar laser raksasa berwarna merah itu meledakan tubuh Azriel dan terus lurus mengarah ke arah sebuah bukit tandus di wilayah selatan Altelier hingga meledakkannya.
BOOOM!
Azriel dan bukit tersebut hancur menjadi debu setelah terkena sinar laser raksasa yang ditembakan oleh Neo dari telapak tangannya.
“Apa?! Mustahil?!” Duke Crimel beserta sembilan anggota Ten Principles dan juga Emperor Lord Michael Angelo melebarkan mata. Mereka sangat terkejut terhadap Neo yang bisa membunuh Azriel dengan sangat mudah dan menjadikannya debu.
Arven pun gemetar dengan mengeraskan rahang melihat sahabatnya yang paling disayanginya itu tewas tak tersisa hanya menjatuhkan sebuah lotus kristal berwarna putih, yakni Archangel Core.
“Azriel?!” gumamnya dengan raut muka merah padam.
__ADS_1
Varen tersenyum licik melihat Neo berhasil menghabisi Azriel dan itu artinya tinggal satu kekalah lagi dari pihak Zona seravee, maka pihak Nizwa dipastikan pasti menang.
Namun semua itu tidak berjalan mulus sesuai apa yang dibayangkan oleh Varen. Sebab Archduke Veigas Stark terus mengawasi pertandingan antara pihak Nizwa dan pihak Seravee dari pesawat induknya yang terbang di ketinggian 5000 meter diatas permukaan tanah.
Veigas Stark menunggu mereka berdua kelelahan dan akan bereaksi untuk membunuh mereka semua termasuk Emperor Lord Michael Angelo.
Ternyata Veigas Stark telah melakukan kerjasama dengan Yoran Cabanel dan berencana membunuh kesembilan anggota Ten Principles. Dengan begitu Yoran akan mendapatkan posisi Emperor Lord dan melakukan aliansi dengan Veigas Stark untuk merebut zona Dracones dari Emperor Lord Vestral Dylandy.
Kini Axel yang maju dan langsung mengaktifkan kekuatan mata seperti milik Varen tapi lebih kuat.
“Moon Eyes!” serunya dan manik matanya yang biru berubah menjadi merah darah dengan tanda bulan sabit di tengahnya.
Axel langsung membentuk kubah medan pelindung berwarna merah transparan sejauh 2000 meter dan merupakan wilayah teritorialnya.
Saat seorang malaikat yang memiliki 8 sayap berwarna merah berkasta Archangel keluar dari lubang warp dan masuk ke dalam kubah pelindung yang dibuat oleh Axel. Tubuhnya bergerak sangat lambat, walaupun sudah menggunakan skill Hyper Clock untuk meningkatkan kecepatan reflek tubuhnya.
Axel tersenyum licik melihat malaikat bersayap delapan yang bernama Noel tersebut, “Infernal Spear: On Rush!” serunya.
SWUSH!
Putarannya sangat cepat, sedangkan tubuh Noel semakin melambat. Dia tidak bisa mengelak lagi dan pada akhirnya terhantam oleh ujung siluet tombak, hingga tubuhnya langsung hancur menjadi bubur darah dengan cairan muncrat kemana-mana.
Sangat sadis, sungguh Axel sangat sadis dalam menghabisi Noel.
Arven sudah tak peduli lagi akan tugasnya yang menjadi seorang wasit dan berteriak, “Kami tidak menerima kekalahan ini. Aku sendiri yang akan menghabisimu!” tunjuknya dengan mengeraskan rahang kepada Varen.
Varen yang menyadari adanya kecurangan dan firasat buruk pada kota Nizwa langsung memberi isyarat dengan menggerak-gerakan telunjuk kanannya.
Ayudisha, Neo, dan Axel segera pergi dengan berteleportasi ke kota Nizwa. Benar saja, banyak tentara zona Dracones dibawah kepemimpinan Veigas Stark terbang dengan membawa Bazooka yang menggunakan energi Burst untuk menghancurkan kota Nizwa.
__ADS_1
Emperor Lord Michael Angelo akan masuk ke dalam lubang warp untuk kembali ke pulau apung ten Principles. Karena melihat situasi kondisinya jadi ricuh dan mengancam jiwanya. Dia merasakan energi negatif dari Veigas Stark yang telah berubah menjadi seekor Naga yang sangat besar.
Akan tetapi saat Michael Angelo mau memasuki lubang warpa, Veigas langsung mengibaskan ekornya menghantam tubuh Michael Angelo hingga membuatnya terpental lusinan meter.
BAM!
Kesembilan anggota Ten Principles langsung kabur masuk ke dalam lubang warp meninggalkan Emperor Lord Michael Angelo seorang diri. Karena sangat ketakutan terhadap Naga sepanjang 100 meter dengan tubuh biru transparan yang dipenuhi lilitan rantai tersebut.
Hanya Yoran yang tertawa terbahak-bahak melihat Michael Angelo dihantam oleh Veigas dan sang Emperor Lord tersebut terluka sangat parah.
Saat Varen akan menolong Michael Angelo, Veigas Starak menembakkan sinar laser dari mulutnya yang sudah terbuka lebar, “Shining Buster!”
SWUSH! BOOOM!
Sinar laser raksasa berwarna biru pucat tersebut mengenai Michael Angel dan meledakkannya. Ledakannya meluas membentuk siluet kubah yang menyebar sampai radius 500 meter meratakan apapun yang dilewatinya, hingga membentuk kepulan debu, asap dan cahaya yang tebal menjadi silet jamur yang menjulang ke langit.
Varen terlambat, dia juga terpental sejauh lusinan meter beserta Zero dan juga Arven oleh hempasan gelombang kejut yang ditimbulkan oleh hantaman sinar raksasa tersebut.
“Aaakh!” pekik Varen, Arven, dan Zero serentak dengan tubuh bergesekan dengan permukaan salju yang sudah mencair esnya akibat hempasan gelombang kejut yang sangat dahsyat tersebut.
Yran tertawa terbahak-bahak melihat Michael Angelo telah tewas ditangan Veigas, "Hahaha …. Kau sangat lemah Michael Angelo, hahaha …. Mulai sekarang zona Seravee telah menjadi milikku, hahaha …."
Dari dalam mulut Yoran membentuk sebuah bola berwarna ungu pucat dan ditembakkan ke langit. Bola itu sebagai isyarat untuk memulai pendudukan Ten Principles oleh pasukan Fallen Prime yang berhasil disembunyikan oleh Yoran dan dibantu pasukan milik Veigas Stark.
Varen yang masih sadar dan tak mungkin menang melawan Veigas dan Yoran yang berada di rank Legendary bintang empat dan Legendary bintang tiga memindahkan tubuhnya beserta Arven dan Zero yang sudah pingsan ke kota Nizwa secepat mungkin.
“Psycho Teleportation!” serunya dan membuat tubuhnya beserta Arven juga Zero berkedip.
Satu detik kemudian Veigas kembali menembakan sinar laser ke arah Varen, "Shining Buster!" teriaknya.
__ADS_1
BOOM!
Akan tetapi sinar laser tersebut hanya mengenai permukaan tanah yang saljunya sudah mengering dan menciptakan kubah cahaya yang membentuk cekungan kawah sedalam 10 meter.