Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 42


__ADS_3

Varen membawa Prananda ke Desa Renaga untuk melihat mesin generator Stantheim yang akan dijadikan sumber semua energi untuk kota baru yang akan dijadikan pusat pemerintahan oleh Varen.


“Ini adalah rahasiaku. Jika kau membocorkannya pada dunia luar, maka aku tak segan-segan menghabisimu sekarang,” ancam Varaen dengan sorot mata yang tajam pada Prananda.


Prananda menggeleng tegas dan membalas, “Ti-tidak akan tuan. Aku akan bersumpah setia pada tuan. Sebab mesin generator ini adalah mesin buatan ayahku Argadhana Xenia. Aku mewarisi job Forging dari ayahku yang seorang Masterpiece atau memiliki level Forging tingkat maksimal yakni job Masterpiece.”


“Jadi kamu pasti tahu banyak tentang isi dalam mesin generator ini?” tanya Varen.


“Ya,” jawab singkat Prananda. Kemudian memegang mesin tersebut untuk mengecek apakah ada yang rusak dan dia berkata lagi,”Mesin ini telah dimodifikasi. Tapi modifikasinya terlalu rumit dan aku katakan orang yang memodifikasinya pasti sangat jenius. Bisa menahan beban 1 Burst Core yang memiliki 1 juta partikel dan dikonversi menjadi medan pelindung.”


Varen hanya tersenyum tipis dan tidak menerangkan pada Prananda, bahwa dirinya yang telah memodifikasi mesin tersebut.


“Aku hanya punya satu permintaan jika kamu memang memiliki job Forging atau job Engineering. Buatkan mesin pembuat Drone untuk semua tipe Drone dan juga mesin generator yang bisa menyebarkan energi Vilom —”


“Energi Vilom,” potong Prananda dengan membulatkan mata. Dia sangat terkejut mendengar kata energi Vilom yang dikatakan oleh Varen.


Pasalnya nama energi Vilom sangat asing di telinga Prananda dan baru pertama kali didengar olehnya.


“Intinya buatlah mesin generator sama seperti mesin Stantheim. Tapi dihubungkan dengan para drone yang bisa menghisap energi Vilom yang telah rusak wilayah Altelier City.” Varen memberikan sebuah kartu horcrux yang berisikan desain kota kecil yang ingin dibuatnya pada. “Aku beritahu, kita akan mebangun perkebunan pohon Imperial yang menghasilkan Burst Core dan juga Fallen Core di kota yang akan aku beri nama Bloodfallen.”


Setelah mengatakan hal tersebut Varen pun berlari ke arah rumah Ayudisha, karena melihat gadis yang dicintainya itu telah siuman melalui persepsi pandangan Blue Eyes.


Veigas Stark juga telah memata-matai Varen dan terus menguntitnya menggunakan pesawat induk miliknya yang memiliki teknologi stealth.


Dia berencana untuk menculik Varen dan memanfaatkan dirinya untuk membuat sebanyak mungkin Burst Potion.


***


Keesokan paginya.


Banyak pesawat dan truk yang mengirimkan material ke Desa Renaga yang dikirimkan oleh balai pusat perdagangan.

__ADS_1


Pesawat berjenis Hercules dan juga mobil-mobil kontainer yang dijaga oleh tentara khusus yang dimiliki bala pusat perdagangan dan anggota keluarga Elgrand.


Varen terbangun bersama Ayudisha yang masih tertutupi selimut dalam keadaan sehelai benang. Mereka berdua bnagun setelah sinar matahari menyorot kedua wajah mereka masuk dari jendela kamar yang tak tertutup tirai.


Ayudisha masih ingin bermantap-mantap, setelah memegang singkong premium milik Varen yang sudah menegang.


Akan tetapi niat perhelatan akbar itu gagal, saat Neo mengetuk pintu rumah milik Ayudisha.


“Kak, kami butuh bantuanmu!” panggil Neo.


Muka Varen langsung ditekuk dan perlahan bangkit sambil meraih pakaiannya yang tercecer di permukaan lantai.


Setelah memakai pakaiannya Varen berjalan cepat ke arah pintu dan Ayudisha pergi ke danau lewat pintu belakang untuk membersihkan diri.


Varen langsung tersenyum sambil membuka pintu, dan bertanya, "Ada apa Neo?”


“Aku sudah mengumpulkan banyak kayu bakar dan menyimpannya pada kartu Horcrux. Tapi kayu tersebut adalah kayu biasa dan aku butuh kakak untuk merubahnya menjadi kayu Pyron.”


“Tuan Frans dari zona Cybertron dan Nona Anastasia dari zona Warlord ingin membeli kayu Pyron dengan jumlah yang sangat banyak. Mereka membutuhkannya karena satu bulan lagi musim dingin datang,” jawab Neo dan membuat Varen langsung memijat keningnya.


Varen merubah kayu biasa yang berjumlah sangat banyak di dalam kartu Horcrux menjadi kayu Pyron tanpa harus mengeluarkan semua kayu biasa itu.


kemudian memberikan kartu itu pada Neo, “Beli baju yang bagus dan nikmati uang yang telah kalian dapat.Neli apapun yang kalian mau. Kita sekarang sudah kaya dan sebentar lagi rencana menguasai dunia kita akan memulainya.”


“Baik, kak. Terima kasih banyak.” Neo menerima kartu tersebut lalu hilang dari pandangan Varen.


Saat Varen mau menutup pintu, pandangan mata Blue Eyes tiba-tiba aktif secara otomatis dan melihat sekumpulan ras Dragonoid dari kasta Draconian sedang terbang cepat ke arah Ayudisha.


Merasa Ayudisha bukan tandingan dari kelima manusia Naga tersebut,Varen segera bertukar tempat dengan Ayudisha yang sedang mandi di danau, “Psycho Teleportation!” serunya.


Kelima ras Dragonoid yang seperti manusia tersebut tersenyum lebar ke arah Varen. Mereka hanya dibedakan dari warna kedua tanduknya, dan kelima wajah mereka sam alias kembar lima.

__ADS_1


“Aku tak menyangka Veigas menyuruh kita untuk menangkap sampah seperti dia.”


“Ya, apa spesialnya dia ini, cih!”


“Sudahlah, kita jangan buang waktu lagi dan secepatnya tangkap dia.”


“Kalian diam saja dan perhatikan! Biar aku yang bermain dengannya”


“Ya, aku akan menonton saja.”


Kelima manusia Naga itu melayang dan salah satunya yang memakai jubah berwarna biru dengan kedua tanduk berwarna biru, dan manik mata berwarna biru, mengeluarkan pedang satu tangan yang memiliki bilah berwarna biru.


Varen merasa kelima ras Dragonoid ini cukup kuat dan mengeluarkan Blackball dan merubahnya menjadi Scarlet Strike, “Arc Of Divination: Scarlet Eyes!”


TRANG!


Frostmourne tiba-tiba muncul di depan Varen dan melakukan tebasan bertubi-tubi. Varen yang sudah mengaktifkan kemampuan prediksi dari mata scarlet, langsung menangkis setiap tebasan pedang yang diayunkan oleh Frostmourne.


Percikan api muncul di sekitar tubuh mereka berdua. Keduanya mempunyai kecepatan dan reflek yang sangat seimbang. Sehingga belum ada tanda-tanda siapa diantara mereka berdua yang akan kalah dalam beradu pedang.


Akan tetapi Varen tidak menyadari jika setiap dia menangkis tebasan pedang dari Frostmourne, maka aliran darah di kedua tangannya perlahan membeku. Pedang milik Frostmourne memiliki elemen es yang mampu membekukan apapun yang bersentuhan dengannya.


“Blizzard Spike!” Seru Frostmourne dan berhasil menendang perut Varen hingga terpental beberapa meter.


Kemudian menusukan pedangnya ke permukaan tanah untuk menciptakan duri-duri es raksasa yang muncul dari permukaan tanah dan merambat ke arah Varen.


“Dimensional Fissure!”


Vaaren mengibaskan salah satu pedangnya secara diagonal ke depan. Hanya dalam satu kibasan semua duri-duri raksasa yang mengarah ke arahnya tersebut langsung lenyap.


Frostmourne beserta keempat saudaranya membulatkan mata melihat hal tersebut, “Apa?! Kemana duri-duri es raksasa itu?! Bagaimana mungkin hilang dalam sekejap?!”

__ADS_1


“Ice Needle!”


Frostmourne kembali menyerang Varen dan menembakan duri-duri es kecil secara beruntun dan sangat banyak untuk membombardir Varen.


__ADS_2