
Varen yang ketar-ketir melihat bola energi yang memiliki molekul partikel yang sangat padat dan terus membesar tersebut mengambil langkah asal-asalan.
Dia mengeluarkan banyak botol Evolution Potion dan menenggaknya hingga habis. Tubuhnya langsung diselimuti aliran petir yang sangat kuat disertai aura berwarna emas.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Ultimate ⭐7 dan mendapatkan 1000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Ultimate ⭐8 dan mendapatkan 1000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Ultimate ⭐9 dan mendapatkan 1000 poin skill]
“Aaaargh!” Varen meraung keras dengan urat otot yang menonjol besar disertai aura emas yang mendesis kuat. Dia merasakan tubuhnya sakit sekali seperti ditusuk-tusuk ribuan pedang secara bersamaan, “Aaaargh!”
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐1 dan mendapatkan 2000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐2 dan mendapatkan 2000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐3 dan mendapatkan 2000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐4 dan mendapatkan 2000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐5 dan mendapatkan 2000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐6 dan mendapatkan 2000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐7 dan mendapatkan 2000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐8 dan mendapatkan 2000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Primordial ⭐9 dan mendapatkan 2000 poin skill]
Varen sudah tak peduli lagi dan nekat menenggak terus-menerus cairan emas alias Evolution Potion demi melindungi kota dari bola energi yang sudah ditembakan oleh Veigas. Padahal tubuhnya sudah tak mampu lagi menahan fluktuasi energi yang disebabkan oleh kenaikan tingkat rank-nya.
Dia harus menyamai rank Veigas Stark yang sudah menembus rank Legendary bintang lima.
BOOOM!
Bola energi raksasa menghantam medan kubah pelindung yang melindungi kota. Lapisan kubah itu bergetar dan bergelombang. Seluruh wilayah permukaan tanah kota pun terjadi getaran gempa.
__ADS_1
Pada akhirnya kubah medan pelindung tersebut hancur, tapi tidak sampai merusak mesin generator Stantheim.
Cahaya yang menyilaukan mata menghalangi pandangan, Varen terus meminum cairan emas sampai tujuannya berhasil, yakni menembus rank Legendary bintang lima.
Untung saja bola energi raksasa tersebut hanya menghancurkan kubah medan pelindung, dan itu juga mengakibatkan Veigas kembali ke bentuknya semula yakni manusia Naga bertanduk dua dan memiliki sayap, serta ekor. Sebab dia telah kehilangan 80% energinya.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Legendary ⭐1 dan mendapatkan 3000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Legendary ⭐2 dan mendapatkan 3000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Legendary ⭐3 dan mendapatkan 3000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Legendary ⭐4 dan mendapatkan 3000 poin skill]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah naik ke rank Legendary ⭐5 dan mendapatkan 3000 poin skill]
Veigas seera mengeluarkan Burst Potion sebanyak-banyaknya untuk mengisi kembali energi Burst. Melihat Varen yang sedang bertransformasi dan menaikan rank miliknya, membuat Veigas semakin geram, raut mukanya merah padam, dan tatapannya nyalang.
Akan tetapi dia tidak bisa lagi menggunakan skill Dragon Stance: Azulong, untuk membunuh Varen yang masih dalam tahap evolusi rank. Sebab skill tersebut hanya digunakannya sehari satu kali.
Maka dari itu dia melesat dengan mengeluarkan pedang dua tangan yang berbilah ungu dari kartu horcrux yang dimiliki Veigas.
“Dark Emperor: Aerial Wave!” seru Veigas sambil mengayunkan pedangnya secara vertikal dari atas ke bawah.
SWUSH!
Energi berbentuk sirip hiu berwarna ungu setinggi 5 meter melesat ke arah Varen yang masih meruang keras.
BOOM!
Varen terhantam siluet sirip hiu tersebut dan tubuhnya tertutupi kepulan debu yang sangat tebal.
Tiba-tiba Blackball keluar sendiri dari dalam inventaris sistem bersama pedang Frostmourne, pedang Vengeful, pedang Omega, pedang Storm, dan pedang Deathround.
Kelima pedang tersebut menyatu ke dalam Blackball yang sedang melayang di depan VAren yang sedang memejamkan mata dengan darah yang membanjiri tubuhnya.
Darah tersebut didapatkannya dari hantaman siluet sirip hiu yang sebelumnya dilesatkan oleh Veigas.
__ADS_1
Melihat Varen yang bercucuran darah, Viegas tertawa jahat, “Hahahaha …. Ajalmu telah tiba sampah. Sekarang rasakan kematianmu dan aku akan mengirimkanmu ke raja neraka. Darkness Petal!”
Veigas mengarahkan pedang Dark Emperor ke arah Varen dengan bilah pedang lurus. Lalu ditarik ujung gagangnya seperti menarik busur panah.
Bilah pedang tersebut bersinar berwarna ungu dan energi Burst terkumpul ke bilah pedang dan menyelimutinya dengan aura berwarna ungu disertai deru angin yang sangat kencang.
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan level senjata Arc Moon ke level Rokubi]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan level senjata Arc Moon ke level Nanabi]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan level senjata Arc Moon ke level Hachibi]
[Ding Dong! Selamat, tuan telah menaikan level senjata Arc Moon ke level Kyubi]
[Ding dong! Semua joba tuan telah disatukan dan membentuk job Scarlet Striker. Semua perubahan senjata job Ranger, job Assasin, dan job Knight ditiadakan]
[Selamat tuan mendapatkan skill Hellheaven Divinity]
BOOOM!
Saat proses penyatuan selesai, anak panah yang sangat besar menghantam Varen, dan membuatnya terpental lusinan meter menabrak beberapa bangunan, hingga keluar dari wilayah kota Nizwa.
BRAK! BRAK!
Silverball juga melesat cepat terus mengikuti VAren yang sudah berlumuran darah tubuhnya dengan mata masih terpejam.
Veigas masih merasakan energi kehidupan dari tubuh Varen yang terus terpental dan belum berhenti. Kemudian dan terbang untuk mengejarnya dengan menyeringai ke arah Varen.
"Darkness Petal!" seru Veigas yang sedang melesat terbang dengan menarik gagang pedang ke arah Varen dan menembakan anak panah energi berwarna ungu.
SWUSH!
Siluet anak panah tersebut membelah ruang hampa, hingga permukaan salju yang dilewatinya mencair.
Alam menyetujui Varen untuk mati, sebab dia telah melanggar batas kemampuan dengan mengevolusikan dirinya secara signifikan dan membuat iri alam semesta.
Kemudian dari langit menyambarkan petir yang sangat besar ke siluet anak panah jumbo tersebut dan menyelimutinya dengan aliran petir yang bergemericik berwarna ungu.
__ADS_1
Siluet anak panah itu bertambah lambat tapi memiliki daya penghancur yang sangat kuat. Sampai-sampai permukaan salju yang sudah berganti menjadi permukaan tanah itu retak dan membentuk lubang sedalam 3 meter setiap dilewati oleh anak panah jumbo tersebut.