Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 12


__ADS_3

Secepat kilat Varen melompat mundur, hingga kakinya terpundur, yakni bergesekan dengan permukaan tanah.


Saat itu pula Kimiko melesat secepat kilat ke arah Varen dengan kedua cakar yang tajam dan selimuti aura putih, “Fox Claw!” serunya.


TRANG! TRANG!


Akan tetapi, Varen sudah siap dengan serangan cakaran imiko yang sangat cepat dan bertubi-tubi tersebut. Kedua Black Dagger beradu dengan kedua cakar milik Kimiko. Keduanya sangat kuat dan cepat, seta belum ada tanda-tanda siapa yang akan kalah atau kelelahan.


Semenjak Kimiko masuk dalam mode pertama skill Battle Stance: First Tail, rank Kimiko naik drastis ke rank Elite bintang 4, dan itu setara dengan rank Varen. Tetapi, skill Battle Stance: First Tail hanya bertahan selama 10 menit.


Varen yang sudah mengetahui hal tersebut tersenyum simpul dan mengejek, “Apakah hanya itu kemampuan ras Warbeast? Apakah tidak bisa membunuhku yang seorang ras Imperium ini? Sungguh mengecewakan.”


“Diam! Fox Buster!” seru Kimiko.


Dari mulutnya menembakan energi berbentuk sinar laser besar berwarna perak. Varen menangkisnya dengan menyilangkan kedua Black Dagger di tengah dadanya.


SWUSH!


Tubuh Varen terdorong, kedua kakinya terpundur perlahan. Varen tidak mau kalah dengan sinar laser besar tersebut. Dia melawan sekuat tenaga untuk mementalkan atau membalikan sinar laser tersebut kepada pemiliknya.


“Assault Vanish!”


Varen berhasil melakukan tebasan secara diagonal dan membelah sinar laser besar tersebut. Kemudian melesat di belakang siluet energi berwarna merah darah berbentuk huruf X ke arah Kimiko.


Efek Battle Stance: First Tail sudah habis dan tubuh Kimiko tidak bisa digerakan. Lalu terhantam oleh energi berbentuk siluet huruf X bersamaan dengan tusukan kedua Black Dagger.


SWUSH! BOOM!


Tubuh Kimiko tertembus oleh kedua Black Dagger daa terpental sejauh lusinan meter. Bersamaan ledakan itu pula 20 Combat Drone terkena gelombang kejut dan semuanya meledak di udara.


Freya sampai tempat pertarungan antara Kimiko dan Varen. Dia melihat Varen sudah berlutut satu kaki dengan nafas memburu. Gadis malaikat itu segera terbang ke arah Varen untuk melihat kondisinya yang sudah lemah.


Setelah sampai, tangannya dikalungkan ke pundaknya untuk dibawa terbang menuju lubang kamp bawah tanah, tapi Varen menolak, “Tunggu! Ba-bawa gadis itu juga!” pintanya dengan nada lirih.

__ADS_1


“Dia adalah musuh kita dan mungkin sudah mati,” tolak Freya.


“Sudah bawa saja.” Varen dengan sangat lemas melepaskan tangan kanannya yang dikalungkan di pundak kanan Freya. “Hari ini, detik ini dia musuh kita. Tapi bisa saja esok hari menjadi sahabat kita.”


Freya terbang secepat mungkin ke arah Kimiko yang sudah compang-camping zirah yang dipakainya. Bahkan kulitnya yang putih mulus banyak bekas luka sayatan dan perutnya sedikit robek dengan cairan merah masih merembes deras.


Tangan Kimiko segera dikalungkan dan langsung dibawa terbang secepat mungkin oleh Freya ke arah lubang kamp bawah tanah, untuk segera diobati.


Sementara itu, tubuh Varen kembali pulih dengan cepat setelah skill pasif Eternal Regeneration aktif secara otomatis. Staminanya kembali pulih dan berlari cepat untuk mengumpulkan semua bola kristal berwarna jingga yang belum diketahui namanya tersebut.


Bola-bola kristal tersebut terbentuk setelah tubuh para monster mati. Tetapi perasaan Varen mengatakan jika bola kristal tersebut memiliki kegunaan yang sangat penting.


[Ding Dong! Selamat, tun berhasil mengumpulkan 199 Burst Meta Core]


[Deskripsi Burst Meta Core: Bola kristal yang terbentuk dari manifestasi energi Burst yang berada di dalam wadah tubuh monster ketika telah mati. Burst Meta Core bisa dibuat menjadi Burst Potion, Elixir Potion, dan Evolution Potion]


[Burst potion: Suatu cairan merah yang berguna memulihkan energi Burst yang telah berkurang atau telah habis]


{Evolution Potion: Suatu cairan emas yang digunakan untuk meningkatkan rank satu tingkat rank dan mempunyai efek permanen]


“Astaga!” Varen matanya membola melihat panel hologram di depan matanya yang memberikan informasi mengenai kegunaan Burst Meta Core.


Setelah itu, dia berlari cepat ke arah lubang kamp bawah tanah, untuk segera mengobati Kimiko yang tengah sekarat, “Hyper Move!” serunya.


Sesampainya di lubang kamp bawah tanah. Varen segera mengobati Kimiko dan merapal skill, "Eternal Regeneration!"


Tubuh Kimiko diselimuti aura biru dan dalam sekejap mata tubuh yang penuh luka sayatan itu kembali mulus.


Kimiko yang masih pingsan langsung sadar dan matanya melotot ke arah Varen, "Apa yang kamu lakukan?"


Namun Kimiko justru langsung ditodong oleh cakar milik Vivi, bilah pedang yang dipegang oleh Venesis, dan dua pistol tipe magnum rifle yang dipegang oleh kedua tangan Freya.


"Bodoh! Varen telah menyelamatkanmu. Kenapa kau malah memasang mata yang melotot seperti itu? Seharusnya kau mengucapkan terima kasih!" bentak Freya dan bersiap menarik pelatuk pistolnya untuk menghabisi Kimiko.

__ADS_1


"Bunuh saja aku! Nyawa ini juga tak lagi berguna. Aku sangat malu sebagai kapten tim telah membuat 99 anggotanya mati ditangan dia," tantang Kimiko tambah melotot sambil menunjuk ke arah muka Varen.


"Dalam peperangan kalah-menang itu hal yang biasa. Tapi seharusnya kamu berpikir, cara menghormati teman-temanmu yang telah tewas di medan perang itu bagaimana?”


“Apakah mereka rela jika kamu mati semudah itu? Aku yakin mereka bangga padamu dan sangat menghormatimu, jika kamu tidak pantang menyerah. Kalau kamu masih belum puas bertarung denganku, aku dengan senang hati selalu siap melawanmu,” kata Varen dan kata-kata itu sangat menggugah hati Kimiko.


Varen meninggalkan mereka bertiga yang masih bungkam seribu bahasa, tanpa ada yang memulai pembicaraan. Dia ingin melihat apakah ras monster yang berbeda bisa saling mengerti sama lain dan saling toleransi satu sama lain.


***


Sisi gelap bulan.


Pusaran portal merah yang sangat besar muncul dan dari dalam portal tersebut mengeluarkan banyak pesawat induk ruang angkasa yang sangat besar.


Pusaran portal merah itu seketika menjadi sangat banyak dan mengeluarkan pesawat induk ruang angkasa dengan warna yang berbeda. Ada yang berwarna turquoise, cobalt, dan fuchsia.


Pesawat-pesawat induk tersebut langsung menembak satu sama lain dengan tembakan sinar-sinar laser berwarna merah diselimuti aura biru terang.


Suara dentuman ledakan disertai gelombang kejut membelah ruang hampa di bagian sisi gelap bulan.


Ketiga pesawat tersebut merupakan pesawat dari ras Immortal, ras Primordial dan ras Asmodian yang sedang melakukan ekspedisi menuju planet umi guna mencari keberadaan rainbow Core yang telah diwariskan Verald Haga ke Varen Arsha.


Satu persatu pesawat induk ruang angkasa meledak, hanya menyisakan tiga pesawat ruang angkasa kecil yang berisi 10 orang awak pesawat.


Ketiga pesawat tersebut milik ras primordial, ras Asmodian, dan ras immortal yang selamat dalam pertempuran ruang angkasa di sisi gelap bulan.


Ketiga pesawat saling mengejar dan menembak satu sama lain. Ketiga pilot dari ketiga pesawat tersebut tidak menyadari jika sudah masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi.


Pesawat itu langsung tertarik gravitasi bumi yang sudah meningkat tarian beban gravitasinya. Setelah terjadi insiden Blood Moon beberapa puluh tahun silam.


Sang pilot tidak bisa mengendalikan pesawat dan akhirnya mesin pesawat meledak. Tapi ketiga pesawat tersebut memiliki sistem mesin cadangan dan masih bisa terbang dalam kondisi darurat seperti itu.


Ketiga pesawat menyebar dan terjatuh di wilayah pulau yang berbeda-beda dan pulau tersebut tidak termasuk ke dalam wilayah lima zona monster.

__ADS_1


__ADS_2